Skripsiku : Konsep Tafakkur Dalam Tafsir Al-Kabir Karya Imam Fakhruddin Ar-Razi


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

1. Diantara yang melatar belakangi masalah untuk penyusun memilih judul ini ialah kerena ingin mengungkap dan menjelaskan beberapa masalah dan persoalan berkenaan tujuan-tujuan utama yang dikehendaki Islam dalam memerintah supaya bertafakkur, seperti firman Allah Taala:

8. Dan Mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. dan Sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.

Kenapakah Islam selalu mangajak manusia khususnya umat Islam menggunakan akalnya untuk bertafakkur, mengenang dan menyelidiki, juga bagaimana yang demikian ini akan sampailah manusia ini kepada pertunjuk yang memberikan penerapan sejelas-jelasnya mengenai peraturan hidup, sebab-sebab kewujuban tabiat-tabiat kehidupan dan hakekat-hakekat suatu benda.

Kenapakah Tafakkur Amat penting kepada kita Umat Islam, bagaimanakah ianya bisa mema’rifatkan manusia kepada Penciptanya?. Al-Qur’an telah mendorong akal pikiran manusia untuk mengemukakan ayat –ayat tentang ilmu alam, dengan menjelaskan segala isi dunia alam semesta ini, dan dengan menggunakan hasil dari pemikiran yang berbasiskan pertunjuk wahyu itu nanti akan terciptalah kemakrifatan kepada Allah Taala , kerena tanpa pertunjuk wahyu akal tidak memadai dan mampu membimbing manusia kepada syariah Penyusun juga ingin mengungkapkan bagaimana hanya berpikir saja kita sudah dapat pahala yang percuma dari Allah, pikir yang bagaimana yang di katakan ibadat sampai sesetengah ahli Suffah menjadikan pikir satu kewajiban seharian mereka.

Sepertimana sabdaan Rasullalah SAW, menurut riwayat Ibnu ‘Abbas dan Abu Darda’ Radiyallahu anhuma : فكر ساعة خير من قيام ليلة “Berpikir satu jam itu lebih baik dari bangun beribadat sepanjang malam”.

Juga sepertimana satu atsar dari Sahabat Rasul SAW ini: Aun bin abdullah Ra berkata, ditanya akan Ummu Darda’ apakah amalan yang paling afdhal yang pernah diamalkan Abu Darda’ Ra, jawab Ummu Darda’ : التفكر والاعتبار “Berpikir dan mengambil pelajaran”.

Bahkan bertafakkur (berpikir) merupakan ibadat yang mudah dan bebas bagi umat Islam, Ibadat Tafakkur yang mengambil iktibar tentang penciptaan alam semesta oleh Allah Taala, sesungguhnya Al-Qur’an Telah mengajak kepada Ibadat Tafakkur dalam banyak ayat, seperti firman Allah dalam surat Ad-Dukhan ayat 38-39 :

38. dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta Segala Yang ada di antara keduanya, secara main-main; 39. tidaklah Kami menciptakan keduanya (serta Segala Yang ada di antaranya) melainkan kerena menzahirkan perkara-perkara Yang benar; akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakekat itu) .

2. Tafsir Al-Kabir amat terkesan terhadap hati sanubari penyusun, semenjak memondok di Pusat Pengajian Pondok Modern, Kampung Kandis, Bachok , Kelantan dibawah asuhan Al-Alim Shekh Wazir Che Awang Al-Makki, kitab tersebut sentiasa menjadi rujukan penulis, maka dengan itu bagi melengkapi tugas akhir bagi program Sarjana 1, penulis merasa tertarik memilih judul, “Konsep Tafakkur dalam Tafsir Al-Kabir” sebagai satu karya ilmiah atau skripsi.

B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari judul ini ialah:

1. Apakah pandangan Imam Faqruddin Ar-Razi sebagai seorang Mufassir , mutakalimin, ahli Tasawuf dalam menafsirkan sekitar ayat kauniyat dan bertafakkur dengannya.

2. Apakah nas-nas Al-Qur’an yang menganjurkan manusia supaya bertafakkur, dan apakah pengertian tafakkur dikalangan ulama, juga bagaimana peran tafakkur dan urgensinya dalam membantu pembentukan dan pembaikan Akhlak Manusia. C. Batasan Istilah Ada beberapa istilah dari judul di atas yang perlu di batasi pengertiannya, agar istilah yang di gunakan dalam judul di atas tidak disalah penafsirannya atau di salah fahami, istilah –istilah yang di maksudkan adalah seperti berikut:

1. Konsep yaitu rencana yang di tuangkan di atas kertas, rancangan, pendapat, cita-cita dan sebagainya. 2. Tafakkur yakni perenungan, memikirkan, menimbang nimbang dengan bersungguh –sungguh. Menurut Dr. Malik Badri dalam karyanya Al-Tafakkur min Musyahadah Ila Syuhud, Tafakkur merupakan suatu Ibadah yang bebas lepas, yang tidak terikat oleh belengggu apa pun (kecuali tafakkur tentang Dzat Allah) baik faktor ruang maupun waktu, tanpa memandang apakah obyek tafakkur itu yang gaib maupun lahir. 3. Tafsir Al-Kabir Sebuah kitab tafsir al-Qur’an yang berjudul Mafatihul gaib tetapi terkenal dengan nama Tafsir Al-Kabir karangan Syeikh Al-Islam Fakhruddin Ar-Razi Asy-Syafi’i Al-‘Asyari (543H-606H) , berasal dari kota Ray (Teheran) negeri Tibristan (dalam wilayah Iran sekarang ini), madzhab Syafi’i fikihnya, madzhab Abu Hasan Asy’ari pegangan Akidahnya, seorang Mufassir yang terkenal dengan kitab Tafsir Al-Kabir.

D. Tujuan dan kegunaan

1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian judul karya ini adalah sebagai berikut :

a. Untuk mengetahui pandangan dan uraian Imam Fakhruddin sebagai seorang Mufassir , mutakalimin, ahli Tasawuf dalam menafsirkan tentang ayat kauniyah dan bertafakkur dengannya dalam Tafsir Al-Kabir.

b. Untuk mengetahui nas-nas Al-Qur’an yang menganjurkan manusia supaya bertafakkur, dan juga urgensi bertafakkur sebagai metode pembentukan dan pembaikan Akhlak Manusia.

Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah:

1. Adapun kegunaan dari pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai :

a. Menambah khazanah ilmu pengetahuan dan wawasan keilmuan, terutama bagi penulis untuk mengetahui apakah anjuran al-Qur’an tentang tafakkur, dan uraian serta penafsiran Imam Fakhruddin Ar-Razi tentang ayat-ayat kauniyah dan bertafakkur dengannya.

b. Sebagai wacana dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang institusi pendidikan tinggi.

c. Sebagai refrensi ilmiah tentang studi ilmu keislaman khususnya tentang topik pembicaraan yang terdapat dalam al-Qur’an dan sebagai kontribusi yang berikutnya untuk dijadikan refrensi dalam meneliti topik yang sama tapi masalah yang berbeda. E. Metologi Penelitian Untuk mendapatkan data dan fakta yang obyektif dalam pembahasan dan penelitian ini, di gunakan metode dan langkah-langkah seperti berikut:

1. Jenis Penelitian Adapun jenis penelitian ini penulis menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research), dengan meneliti penafsiran tentang Tafakkur yang terdapat dalam tafsir Al-Kabir karya Al-Imam Fakhruddin Ar-Razi dengan pendekatan dan penilaian ulama yang benar-benar pakar dalam bidang tersebut dengan merujuk kitab-kitab karya ulama baik yang klasik maupun yang kontemporer.

2. Sumber Data Sumber data dari penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sumber skunder. Adapun sumber primernya adalah Tafsir Al-Kabir karya Imam Faqruddin Ar-Razi, sedangakan sumber skundernya ialah dalam berbagai bentuk bacaan yang berkaitan dengan judul skripsi ini.

3. Teknik Pengumpulan Data Dikerenakan penelitian ini adalah Library Research maka teknuk pengumpulan data yang dilakukan adalah dengancara mengumpul data literatur-literatur yang membahaskan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian ini.

4. Analisis Data Analisis data yang dilakukan yakni dengan memanalisis secara langsung Tafsir karya Imam Faqruddin Ar-Razi, dan juga mengambil pendapat-pendapat para tokoh terhadap dirinya maupun penafsirannya.

5. Teknis Penulisan Adapun teknis penulisan, penulis mengikuti buku pedoman penulisan ilmiah sesuai dengan yang terdapat dalam buku “Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi” Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, yang di terbitkan oleh IAIN PRESS,Medan,tahun 2007.

F. Sistematika Penulisan Skripsi ini terdiri atas 5 (lima) bab sebagai berikut:

BAB I. PENDAHULUAN Pembahasan dalam bab ini meliputi: Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan dan Kegunaaan, Metodologi Penelitian, Sistematika Pembahasan.

BAB II. BIOGRAFI IMAM FAKHRUDDIN AR-RAZI Pembahasan dalam bab ini meliputi: Riwayat Hidup yaitu silsilah keturunan, tempat, tanggal lahir dan wafat, keperibadian dan gelar yang di perolehi, pendidikan Imam yaitu guru-gurunya dan murid-muridnya, Karyaan Imam yaitu kitab-kitab karyaan Imam , Tafsir Al-Kabir yaitu Metodologinya, sistematika dan keistimewaannya.

BAB III. PENGERTIAN TAFAKKUR Pembahasan dalam bab ini meliputi: Pengertian Menurut Bahasa dan Istilah , Ayat-ayat Qur’an dan Hadis yang mengajak bertafakkur, bertafakkur tentang Allah, bertafakkkur tentang makhluk Allah dan Batasan Tafakkur, pengertiannya Akal, perbedaan antara Pikir dan Tafakkur, Urgensi Tafakkur dalam Pembaikan Akhlak Manusia yaitu Hakekat, Cara dan Obyek-obyek Tafakkur, Tafakkur sebagai jalan Makrifatullah, Tafakkur menurut Perspektif Psikologi Islam dan Modern

BAB IV. TAFAKKUR MENURUT PEMIKIRAN IMAM FAKHRUDDIN AR-RAZI Pembahasan dalam bab ini meliputi : Tafakkur menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi. BAB V. PENUTUP Pada bab yang terakhir ini penulis kemukakan beberapa hal sebagai kesimpulan dan saran-saran.

About these ads

3 responses to “Skripsiku : Konsep Tafakkur Dalam Tafsir Al-Kabir Karya Imam Fakhruddin Ar-Razi

  1. Assalamu’alykum wr. wb.
    sy mohon izin untuk meng-copy skripsi Anda untuk sy pribadi
    dan bolehkah disebar luaskan?
    sy sangat tertarik dengan ibadah tafakkur
    sangat baik untuk mendudukkan maqom kehambaan
    salam damai dari Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s