Tanya Jawab Seputar Puasa dan Zakat Fitrah


Tanya Jawab Seputar Puasa dan Zakat Fitrah
Dikirim: [24/08/2009]
Dipetik dari:http://madinatulilmi.com/

Berbuka puasa dengan jimak

Pertanyaan : bisakah berjimak
(bersetubuh) menghasilkan kesunnahan ta’jiilul fitri (bersegera berbuka) ?

Jawaban : hal yang
demikian tidak bisa mendapat kesunnahan itu, karena bersetubuh justru dapat
melelahkan dan melemahkan badan. Dalam hal berbuka puasa yang paling utama
adalah dengan kurma dengan jumlah ganjil, jika tidak ada dengan air zam zam,
jika tidak mendapatinya maka dengan air biasa dan urutan berikutnya adalah sesuatu
yang manis yang tidak tersentuh api seperti madu dan kismis dan urutan
berikutnya adalah yang manis-manis yang tersentuh api.

Referensi: Nihayatul Muhtaj syarah minhaj III
hal. 179

At taqriratus Sadidah hal.444

Sahur sebelum tengah malam

Pertanyaan : bagaimana
hukumnya makan sahur sebelum jam 12 malam ?

Jawaban : tidak mendapat
kesunnahan, sebab kesunnahan sahur didapat jika sudah lewat tengah malam karena
dengan lewat tengah malam maka masuklah waktu sahur. Wallahu a’lam

Referensi : Al Baajuri I hal.
293

Melihat orang puasa hendak
minum karena lupa

Pertanyaan : bagaimana jika
seseorang melihat orang lain yang berpuasa akan minum sesuatu karena dia lupa
bahwa dia sedang berpuasa ?

Jawaban : dalam hal ini
dilihat, jika orang yang hendak minum itu adalah ahli taqwa dan bukan ahli
maksiat (keharaman), maka lebih utama untuk diingatkan. Tapi jika keadaan orang
yang hendak minum itu kebalikannya, maka wajib dicegah dan dilarang.

Referensi : Bughyatul
Musytarsyidin hal. 183

Telinga kemasukan air waktu
mandi tidak sengaja

Pertanyaan : bagaimana
hukumnya orang yang berpuasa mandi lalu telinganya kemasukan air (tidak
sengaja).

Jawaban : untuk menjawab
pertanyaan ini ada perinciannya,

1.
jika mandinya itu adalah mandi
yang di tasyri’kan, baik yang wajib seperti mandi janabah atau mandi sunnah
seperti hari jumat bagi yang akan menghadiri sholat jum’at, maka tidak
membatalkan puasanya, hal ini jika mandi dengan mengguyurkan air ke badan
(seperti biasanya), tapi jika mandi dengan selulup (jawa,red) atau menyelam
maka membatalkan puasanya.

2.
Jika mandinya tidak ditasyri’kan
(diperintah) seperti mandi untuk menyegarkan badan atau untuk sekedar
membersihkan atau mendinginkan badan, maka membatalkan puasanya baik disengaja
atau tidak, baik mandinya dengan mengguyur atau menyelam.

Referensi : At Taqriiratus
Sadiidah hal. 453-454

Wanita menyusui atau hamil
pada bulan Ramadhan

Pertanyaan : apakah boleh
tidak berpuasa bagi wanita yang hamil atau menyusui dan apakah wajib membayar
fidyah ?.

Jawaban : wanita yang hamil
atau menyusui mendapat rukhsoh (keringanan) untuk tidak berpuasa, tetapi tetap
wajib mengqodho’ puasanya, mengenai kewajiban membayar fidyah, dilihat :

Jika tidak berpuasa karena
kekhawatirannya terhadap si janin saja(bagi yang hamil) atau terhadap si bayi
saja (bagi yang menyusui), maka dalam hal ini selain wajib mengqodho’ dia juga
wajib membayar fidyah berupa satu mud ( kurang lebih 675 gram ) makanan pokok di
negerinya, satu mud untuk setiap harinya.

Dan jika tidak berpuasa
karena kekhawatirannya kepada si janin dan juga dirinya (bagi yang hamil) atau
kepada si bayi dan juga dirinya (bagi yang menyusui), maka dia hanya wajib
mengqodho’ puasanya saja (tidak wajib membayar fidyah).

Referensi : At Taqriiratus
Sadiidah hal. 455-456

Jimak ketika Mengqodho’ puasa

Pertanyaan : Jika seseorang
menggodho puasa Ramadhan, kemudian dia melakukan persetubuhan (jimak) di siang
harinya, apakah orang tersebut wajib membayar kaffarah layaknya orang yang
berjimak di siang Ramadhan ?

Jawaban : Tidak wajib
membayar kaffarah, sebab hal tersebut hanya khusus puasa Ramadhan, bukan puasa
qodho’ atau nadzar.

Sumber : Minhajul Qawim hal
117

Subuh Masih Keadaan Junub Belum Mandi

Pertanyaan : Bagaimana jika
setelah niat puasa pada malam harinya, kemudian jima’ dengan isterinya lalu
tidur, dan tidak bangun kecuali setelah masuk waktu subuh, apakah dia
melanjutkan puasanya, batal atau tidak ?.

Jawaban : perlu diketahui
berkaitan dengan jimak yang membatalkan puasa ( bagi suami dan isteri) dan
keduanya wajib qodho’ dan diwajibkan atas si suami melakukan kaffarah adalah
jika dilakukan dengan sengaja di siang Ramadhan. Maka jika dia jima’ pada malam
hari atau junub karena mimpi kemudian tidak mandi sampai masuk waktu subuh maka
puasanya sah tidak batal.

Tapi memang disunnahkan bagi orang yang junub pada
malam Ramadhan untuk mandi wajib sebelum datang waktu fajar (subuh). Bahkan
disebutkan dalam riwayat Al Bukhori dan Muslim dari Sayyidah Aisyah dan Ummi
Salamah, bahwa Rasulullah pernah memasuki waktu subuh dalam kondisi junub
karena jimak kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa.

Keterangan ini dapat dilihat
di kitab Ihya’ Ulumiddin juz I hal. 295.

Haid Berhenti di Siang Ramadhan

Pertanyaan : Jika wanita yang
haid atau nifas, tiba-tiba pada siang hari Ramadhan berhenti haid atau
nifasnya, apakah yang dia kerjakan.

Jawaban : wanita yang haid
atau nifas jika suci (berhenti darahnya) pada siang Ramadhan maka disunnahkan
baginya untuk Imsak (tidak makan dan minum) sampai terbenam matahari. Begitu
pula orang gila yang sadar dan orang kafir yang masuk islam di siang Ramadhan.

Referensi : At Taqriiratus
Sadiidah hal. 458

Orang Gila yang Sadar

Pertanyaan : seperti
diketahui bahwa wanita yang haid atau nifas diwajibkan untuk mengqodho’ puasa yang
ditinggalkannya, lalu bagaimana dengan orang gila yang kemudian sadar atau
orang kafir yang masuk islam ?.

Jawaban : bagi orang gila
(asli) yang sudah sadar dan orang kafir yang masuk islam tidak wajib menggodho’
puasanya tetapi orang murtad yang kemudian masuk islam lagi tetap diwajibkan
baginya menggodho’ puasa dan sholat selama murtadnya sebagai sangsi keras dan
peringatan atas kemurtadannya.

Referensi : At Taqriiratus
Sadiidah hal. 458

Suntik di Siang Ramadhan

Pertanyaan : Batalkah
puasanya orang yang disuntik ?.

Jawaban : Tidak batal,
lebih-lebih jika keadaan yang mendesak untuk dilakukan di siang Ramadhan,
tetapi jika bisa diakhirkan sampai malam hari itu lebih utama. Sebab proses
masuknya obat (dengan suntik itu) tidak melalui organ berlubang terbuka, tetapi
melalui jarum khusus yang ditancapkan ke dalam tubuh.

Referensi : Busyrol Kariim
Juz II hal.68

Bayi Lahir Setelah Maghrib Akhir Ramadhan

Pertanyaan : apakah bayi yang lahir setelah
terbenam matahari akhir Ramadhan tetap wajib dikeluarkan zakat fitrahnya ?

Jawaban : salah satu syarat
wajib zakat fitrah adalah dia mengalami terbenamnya matahari pada hari terakhir
bulan Ramadhan (dengan kata lain: mendapati sebagian dari akhir Ramadhan dan
sebagian dari awal Syawal, dan ini ditandai dengan terbenamnya matahari pada
akhir Ramadhan), maka jika jika meninggal sebelum terbenamnya matahari akhir
Ramadhan atau lahir seorang anak setelah terbenamnya matahari, maka tidak wajib
bagi mereka zakat fitrah.

Referensi : I’anatuth Thaalibin juz II hal. 191. Darul Fikr

Zakat Fitrah Setelah Sholat Id

Pertanyaan : Sahkah
mengeluarkan zakat fitrah setelah selesai sholat ied ?

Jawaban : Sah, namun makruh
apabila tidak ada tujuan menanti datangnya keluarga atau tetangga sebagai
penerima zakat, jika ada tujuan tersebut dan matahari belum terbenam maka tidak
makruh.

Referensi : I’anatuth Thaalibin juz II hal. 198. Darul Fikr

Anak sudah Baligh, Wajibkah Orang Tua menzakatinya ?

Pertanyaan : Anak yang sudah
baligh dan sudah bekerja (memiliki harta) apakah wajib bagi orang tuanya untuk
mengeluarkan zakat fitrahnya ?

Jawaban : Tidak wajib bagi
orang tua untuk mengeluarkan zakat fitrah anaknya yang baligh dan sudah memiliki
harta (ghoniy). Tetapi wajib bagi anak itu sendiri untuk mengeluarkan
zakat fitrahnya. Tetapi jika si orang tua ingin mengeluarkan zakat fitrah
anaknya yang demikian ini, boleh-boleh saja, akan tetapi dengan syarat meminta
izin pada anaknya tersebut.

Referensi : I’anatuth Thaalibin juz II hal. 193. Darul Fikr

:

About these ads

12 responses to “Tanya Jawab Seputar Puasa dan Zakat Fitrah

    • wasalam…puasanya sah selagi jangan berjunubnya itu selepas keluar fajar….jika berlaku hubungan suami isteri sebelum fajar dan keduanya tertidur misalnya sampai lama sudah masuk waktu solat subuh puasanya sahhendaklah ia mandi janabah dan solat dengan segera yang mungkin kmudian melaksanakan puasa seperti biasa pak..

  1. Saya mau tanya,soal mandi junub..sebelum imsäk sy tidur,sy mendengar ajan subuh tp tidur lg,sy bangun jam 1/2 6,baru sy mandi junub n solat subuh.batalkah puasa sy?tlg segera dijawab..terima kasih banyak

    • teruskan puasa bu…langsung mandi sekadar segera..laksanakan solat shubuh dan teruskan puasa seperti biasa….soal junub yang berlaku masa sebelum waktu subuh tidak memberi kesan pada kita yang kelambatan bangun misalnya….

  2. gimana hukumnya suami istri yang melakukan ciuman dan sebagainya namun tidak sampai jima’ di bulan ramadhan????
    terimakasih…

  3. saya mau tanya pak, saya punya saudara sepupu satu kakek tapi beda nenek,sudah berkeluarga dan suaminya bekerja sebagai tukang dodos/panen sawit sekalian mejaga kebun sawit kepunyaan saya. saya menggaji suaminya tiap bulan dengan gaji standar sesuai dgn gaji standar di tempat saya tinggal. Istrinya yg saudara saya tidak bekerja, dan mereka punya anak 3 org masih kecil2 dan kehidupan mereka kekurangan sekali/miskin. Apakah saya boleh memberikan zakat fitrah saya kepada keluarga mereka pak. atas jawabanya trimakasih.

  4. ustaz saya mau nanya, bagaimana hukumnya kalau kita nonton film forno pada waktu berpuasa?
    NB:minta tolong dijawab dengan rinci.

  5. Saya punnya anak laki-laki dan udah di akikahkan tapi baru satu ekor kambing, tapi rencana nya dua kambing sah tidak kalau akikah anak dengan 2 kambing tapi tidak bersamaan, semisal pertama waktu 7 hari bayi dan keduannya anak stelah 10 tahun akikah lagi sah gak akikah untuk anak saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s