Kisah Fudhail bin ‘Iyadh dari pencuri menjadi wali


Pusat Kefahaman Islam AKI

Lokasi kegemarannya ialah antara Abyurd dan Sarkhas.  Dia melaksanakan tugasannya merompak harta orang ramai yang melintasi jalan itu.  Di sebalik kerjayanya sebagai perompak, si lelaki menyintai seorang gadis.

Pada suatu hari, si perompak ini memanjat dinding rumah si gadis untuk menemuinya.  Tiba-tiba dia terdengar suara membaca ayat al-Quran yang berbunyi,

57:16

“Belum sampaikah lagi masanya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyuk hati mereka mematuhi peringatan dan pengajaran Allah serta mematuhi kebenaran (Al-Quran) yang diturunkan (kepada mereka)? Dan janganlah pula mereka menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Kitab sebelum mereka, setelah orang-orang itu melalui masa yang lanjut maka hati mereka menjadi keras, dan banyak di antaranya orang-orang yang fasik – derhaka.”

Al-Hadid : 16

Tatkala mendengarnya beliau berkata, “Benar ya Rabb, inilah saatnya.” Lalu dia kembali dan mencari tempat untuk menginap di celah runtuhan bangunan.  Semasa berada di sana, dia mendapati serombongan orang melewati jalan itu. Sebahagian dari mereka berkata, “Mari terus…

Lihat pos aslinya 96 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s