Al Fatihah Atas Almarhum Ulama Yang Mulia, Habib Munzir Al Musawa Yang Telah Kembali Bersama Baginda Rasulullah Kakeknya


Al Habib Munzir Al-Musawa 1973M-2013M

Al Habib Munzir Al-Musawa 1973M-2013M

kata-kata kenangan:

HARAPAN SAYA(habib munzir) , SAYA WAFAT SETELAH JAKARTA MEMJADI KOTA YANG BERIMAN, KALAU KOTA DEMAK DISEBUT KOTA WALI,
MAKA SAYA BERCITA-CITA JAKARTA KOTA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari-hari Anda.
Saudaraku yang kumuliakan, selamat datang di web Para Pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan.

Saudaraku tercinta, boleh saya ceritakan mimpi saya sekitar setahun yang lalu… Saya melihat Rasul saw di dalam kemah besar dan mewah, dan dihadapannya seperti ada bangunan-bangunan yang sedang dibangun. Hamba berpakaian lusuh dan kotor, kebetulan Rasul saw melihat hamba dan memanggil hamba. Dengan lembut dan tidak tega beliau saw berkata, “Wahai munzir, kau sudah kelelahan sekali bekerja dalam pembangunan ini. Sudah! Masuklah beristirahat di kemahku.”
Lalu saya dibawa ke kemah beliau saw, saya berdiri dipintu kemah itu.

Saya melihat ada hidangan hidangan dan buah-buahan, dan Guru Mulia (Habib Umar bin Hafidz) ada di dalamnya. Lalu Guru Mulia melihat saya, dan berkata, “Wahai Munzir, aku keluar dan masuk ke kemah ini dengan bebas, namun jika engkau masuk ke sini, kau tak akan kembali lagi selama-lamanya ke dunia, terserah padamu….
Maka saya terdiam dan ragu untuk masuk, maka beberapa malaikat di sekitar saya menghimbau saya untuk masuk kemah dan beristirahat. Lalu malaikat Izrail as memegang kedua pundak saya dari belakang dan berkata, “Mari kubimbing kau masuk….” Pegangannya lembut saja, namun terasa seluruh urat tubuh saya sudah digenggamannya. Maka saya menolak dan berkata, “Saya masih ingin bakti pada guru mulia membantu beliau….”

Maka Rasul saw. memberi isyarat pada malaikat Izrail as untuk melepaskan saya, lalu beliau saw. berkata, “Tempatmu kelak di sini wahai Munzir, sekemah denganku, seatap denganku, tinggal bersamaku, kau tak punya rumah di dunia dan akhirat, rumahmu bersamaku, seatap denganku.” Lalu saya terbangun.
Beberapa bulan kemudian saya berjumpa lagi dengan Rasul saw. dalam mimpi dan beliau saw. duduk berdampingan dengan saya, seraya berkata, “Sampai kapan kau menunda ajakanku wahai Munzir? kupanggilkan Izrail dan Jibril untuk membawamu sekarang?”

Lalu saya menjawab, “Wahai Rasulullah, jikalah saya diizinkan Allah dan Rasul Nya, saya masih ingin membantu Guru saya.”
Maka Rasul saw tersenyum dan memegang rambut saya sedikit menjambaknya seperti ayah yang mempermainkan anak kecilnya, beliau berkata, “Tidak ada yang menolak undanganku kecuali orang-orang aneh semacammu wahai Munzir.” Lalu beliau saw berangkat dari duduknya sambil tersenyum dan pergi.
Saya terus berdoa, jika saya masih diizinkan Allah swt untuk berumur panjang dan berbakti pada Allah dan Rasul Nya dalam dakwah yang dijalankan Guru Mulia saya, maka saya meminta pada Allah umur panjang. Namun jika kemangkatan saya lebih membawa manfaat maka saya memilih mangkat, Allah swt Maha Mampu membuat 1000 orang yang lebih baik dari hamba untuk membimbing ummat.
Namun harapan saya, saya wafat setelah jakarta menjadi kota yang beriman, kalau kota Demak disebut kota wali, maka saya bercita-cita Jakarta Kota Sayyidina Muhammad saw. Maksudnya kota yg beriman, rukun antar ummat beragama, musliminnya mayoritas baik dan tidak berpecah belah, akidah sudah suci dan tidak terkotori, dan alhamdulillah semakin hari semakin berjuta ummat yang terbawa dalam dakwah keluhuran sang Nabi saw. Namun untuk saat ini masih jauh dari target yang memuaskan kita, maka hamba berharap Allah swt belum mewafatkan hamba sampai cita-cita hamba tercapai, amiin.
Demikian saudaraku yang kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dengan segala cita-cita.
Wallahu a’lamImage

Ketegasan Imam Nawawi dalam menegur pemimpin


Pusat Kefahaman Islam AKI

Ahmad Tajdid,

IMAM Nawawi atau nama penuhnya Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syirfu al-Nawawi (631 -676H) ialah anak kelahiran Damsyik, Syam (Syria). Menghafaz Quran sejak dari kecil,  beliau dilapor mempelajari sebanyak 12 mata pelajaran dalam berbagai jurusan ilmu  agama. Antara buku karangan ulama terkenal Mazhab Shafie ini adalah Syarah Sahih  Muslim dan Riyadus Salihin.

Sepanjang hayatnya, Imam Nawawi telah menyumbangkan tenaga fikiran dan ilmunya kepada  agama Islam dan umatnya. Ketegasannya dalam menyampaikan kebenaran Islam tiada tolok  banding pada zamannya. Sebagai ulama yang memimpin umat, beliau memfatwakan kebenaran  tanpa rasa takut walaupun akibatnya merugikan kedudukan dan mengancam nyawanya.

Terdapat satu kisah masyhur berhubung Imam Nawawi yang menjelaskan lagi kemuliaan  peribadi ulama terkemuka ini. Menurut riwayat, Sultan Al-Malik Al-Zahir telah  mengadakan persiapan perang untuk memerangi orang-orang Tatar (Monggol) lalu  digunakanlah fatwa ulama yang mengharuskan mengambil harta rakyat untuk kepentingan  perang melawan musuh.

Keseluruhan ulama fiqh negeri Syam telah menulis menyokong fatwa tersebut…

Lihat pos aslinya 318 kata lagi

Makna Qada’ Qadar


Muafakat Pondok SeMalaysia

Mohd Azmir bin Maideen,
Mengikut terminologi yang dirumuskan Prof. Dr Mohamad Rabi’ Jawhari, pensyarah Kuliah Usuluddin di Universiti Al-Azhar, bahawa Qada’ adalah pengetahuan Allah tentang perbuatan yang lampau, sedang dan yang akan berlaku telah ditetapkan-Nya sejak azali dan tertulis di dalam Lauh Mahfuzh. Adapun Qadar adalah terjadinya suatu perkara yang baik mahupun buruk sesuai dengan prinsip sifatnya, ukurannya, dan syarat-syaratnya mengikut aturan dan kehendak Allah Taala. (Aqidatuna, Juzuk 2)Beriman dengan Qada’ dan Qadar termasuk salah satu daripada kewajiban Rukun Iman, meyakini bahawa seluruh penciptaan alam semesta mengikut ilmu Allah dan kebijaksanaan-Nya, sesungguhnya Dia berkuasa ke atas setiap sesuatu dan berkuasa melakukan perkara yang dikehendaki-Nya.

“Sesungguhnya Kami menciptakan setiap sesuatu menurut Qadar (yang telah ditentukan).”
(Surah al-Qamar : ayat 49)

Sabda Rasulullah SAW maksudnya:

“Sesungguhnya yang pertama diciptakan oleh Allah adalah ‘Al-Qalam’. Allah berfirman kepadanya; ‘Tulislah.’ Al-Qalam pun berkata; ‘Ya Tuhan, apakah yang aku akan tulis?’ Allah berfirman; ‘Tulislah akan qadar…

Lihat pos aslinya 338 kata lagi

Kisah Khalid Al Walid diberikan makanan beracun


Pusat Kefahaman Islam AKI

Abu Ya’al,Baihaqi dan Abu Nu’aim pernah mendengar Abu Safar berkata: Waktu Khalid bin Walid berjaya menawan Kota Hira di Parsi , para sahabatnya menasihati dia supaya berhati-hati ketika makan, kerana orag-orang di Hira sering memberi racun kepada musuh mereka.

Tetapi Khalid bin Walid terus juga makan apa jua makanan yang diberikan kepadanya oleh musuh, walaupun makanan itu memang telah diracuni , tetapi Khalid bin Walid tidak mati akibatnya.

Khalid bin Walid hanya membaca “bismillah” sebelum makan. Al Kulbi bercerita: Ketika Khalifah Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid ke Hira, dan pasukan islam berjaya menawannya, seorang ketua suku kaum di situ bernama Abdul Masih membawa makanan beracun untuk Khalid.

Walaupun beliau tahu adanya racun dalam makanan itu Khalid terus juga memakannya dengan membaca “Bismillah la yadhurru ma’as-mishi daak“.

Abdul Masih tercengang melihat perbuatan Khalid itu, lalu dia pulang kepada kaumnya dan berkata: Hai kaumku, berdamailah dengan mereka…

Lihat pos aslinya 77 kata lagi

3 Perkara yang amat dimurkai Oleh Allah SWT


Blog Peribadirasulullah

https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/p480x480/1233356_224123367745934_499018538_n.jpg

السَّلاَمُ عَلَيْكُم

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,

Dari al-Mughirah r.a, dari Nabi SAW  bersabda maksudnya : “Allah telah melarang keras (mengharamkan) kamu menderhakai ibu, melarang membuat bakhil dan mengubur anak perempuan. Tuhan benci kamu jika kamu terlalu banyak berbicara begitu begini, terlalu banyak bertanya serta membuang-buang harta tidak pada tempatnya.” (Hadis Riwayat Bukhari)

Berdasarkan hadis di atas terdapat 3 perkara larangan keras (di haramkan) daripada Allah SWT iaitu :

1. Menderhakai ibu.

2. Membuat bakhil (kedekut)

3. Menguburkan (membunuh) anak perempuan.

Terdapat 3 perkara kebencian Allah SWT iaitu :

1. Terlalu banyak berbicara begitu begini.

2. Terlalu banyak bertanya.

3. Membuangkan harta tidak pada tempatnya.

Huraiannya :

Tiga perkara larangan keras (diharamkan) :

1. Menderhakai ibu.

Ibu…

Lihat pos aslinya 1.919 kata lagi

Perang Akhir Zaman Bermula di Aleppo Syiria


Perang ini di gambarkan dalam hadis Nabi Saw akan berlaku di akhir zaman sebelum kiamatnya dunia

Perang ini di gambarkan dalam hadis Nabi Saw akan berlaku di akhir zaman sebelum kiamatnya dunia

Perang Akhir Zaman Bermula di Aleppo Syiria

Telah bersabda Rasulullah SAW; “Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rom turun di kota Amaq (lembah Antioch, Selatan Turki) dan di Dabiq (dekat Aleppo, Syria). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rom, Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi. Maka kaum Muslimin berkata, Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu solat sudah masuk, turunlah Nabi Isa Ibn Maryam a.s.” (HR. Muslim dari Sayidina Abu Hurairah R.A)

Perlu diketahui bahawa serangan pakatan Barat terhadap Syria dalam masa terdekat juga menjadi salah satu daripada tanda-tanda bermulanya Perang Dunia Ketiga.

Seorang pengkaji sejarah dan manuskrip lama Isa Dawud menemui sebuah manuskrip lama tentang peristiwa ini yang dikatakan di tulis oleh seorang tabien, ianya seperti dibawah ini;

Manuskrip : Nubuwwah Terjadinya Perang Dunia, Runtuhnya Saddam, Imam Mahdi dan Hancurnya Yahudi dan Dajjal

Ada sebuah manuskrip langka dari Abad ke 2 H yang ditulis oleh salah seorang Tabi’at – Tabi’in yang berasal dari Syam. Manuskrip ini tersimpan di perpustakaan Turki di Istanbul dan ditulis ulang oleh beberapa peneliti.Manuskrip ini berjudul “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb“.

Dalam sebagian manuskrip tersebut termuat nubuwwah tentang terjadinya Perang Dunia I, Perang Dunia II, kejatuhan Saddam Hussein, serta kejadian sesudahnya, yaitu munculnya Imam Mahdi, Terjadinya Armageddon serta hancurnya Yahudi.

Kutipan sesuai terjemahan aslinya sebagai berikut :

“Perang akhir zaman adalah Perang Dunia, yakni kali ketiga sesudah dua perang besar sebelumnya. Banyak sekali yang mati di dalamnya. Perang dikobarkan oleh seorang laki-laki yang merupakan kucing besar di negeri gelas dan mahkota di kepala. [1] Sementara Perang Kedua dikobarkan oleh seorang laki-laki yang nama panggilannya adalah Tuan Besar dan seluruh dunia memanggilnya Hitler”. [2]

Kalimat di atas adalah bagian dari riwayat yang disampaikan oleh Abu Hurairah, Ibn Abbas, dan Ali Bin Abi Thalib. Kemudian dalam sebuah riwayat yang tidak berani disampaikannya semasa hidupnya, Abu Hurairah – ketika hampir tiba saat kematiannya – berkata kepada orang-orang di sekitarnya : “Riwayat itu berkaitan dengan berita yang kuketahui tentang keadaan perang akhir zaman”. Mereka berkata : “Sampaikanlah kepada kami. Tidak apa-apa, dan semoga Allah memberimu balasan dengan kebaikan”.

Maka Abu Hurairah pun berkata : “Dalam rangkaian (hitungan) Hijrah sesudah seribu tiga ratus (tahun), dan mereka mengikat perjanjian yang disitu Raja Roma melihat bahwa perang semesta dunia pasti terjadi. Allah menghendaki terjadinya perang. Dan waktu tidak berjalan tanpa perjanjian dan perjanjian. Lalu berkuasalah seorang laki-laki dari negeri yang bernama JIRMAN, bernama Al-HIRR. Ia ingin menguasai seluruh dunia. Memerangi semua bangsa di negeri-negeri salju dan kebaikan. Ia bergerak dengan murka Allah sesudah beberapa tahun api (menyala). Ia ingin membunuh rahasia Ar-RUSY atau Ar –RUS. [3]

Dalam rangkaian Hijrah sesudah seribu tiga ratus (tahun), terhitung lima atau enam, Mesir diperintah oleh seorang laki-laki yang dipanggil dengan “NASHIR“ yang disebut bangsa Arab sebagai “Sang Pemberani dari Mesir“. Allah membuatnya hina dalam perang dan perang, dan ia tidak memperoleh kemenangan. Kemudian Allah menghendaki Mesir memperoleh kemenangan di bulan-bulan yang mereka cintai, dan itu adalah untuk-Nya. Mesir diterima sebagai pemelihara al Bait dan Arab, dengan seorang laki-laki bersama SADA, ayahnya ANWAR. Akan tetapi ia berdamai dengan pencuri Masjid Al Aqsa di negeri Al-Hazin. Di Irak muncul seorang lai-laki yang bertindak sewenang-wenang…… dan……. [4] Sufyani.

Di salah satu matanya terdapat tanda sedikit kemalasan. Namanya Ash-SHADDAM, yakni penghancur orang-orang yang bersekutu untuk menentangnya di Kuwait kecil yang dimasukinya. Ia adalah MAHDUN. Tidak ada kebaikan bagi SUFYANi kecuali dengan Islam. Ia baik dan buruk, dan kecelakaan bagi pengkhianat Al-MAHDI yang terpercaya.

Dalam rangkaian Hijrah seribu empat ratus (tahun) dan hitungan dua atau tiga……. [5] Al-MAHDI Al AMIN keluar dan memerangi seluruh dunia dan menghimpun orang-orang sesat dan dimurkai Tuhan, dan orang-orang yang terseret dalam kemunafikan di bumi Isra’ dan Mi’raj di tepi bukit MAJIDUN.

Dalam perang itu keluar seorang ratu dunia, pelaku makar dan pelacur. Namanya AMIRIKA. Ia menggoda dunia waktu itu dalam kesesatan dan kekafiran. Sementara itu Yahudi dunia saat itu berada di tempat yang paling tinggi. Mereka menguasai seluruh Al QUDS dan Al MADINAH Al MUQADDASAH (Kota yang disucikan).

Semua negeri datang dari laut dan udara, kecuali negeri salju yang menakutkan dan negeri panas yang menakutkan. Al MAHDI melihat bahwa seluruh dunia melakukan makar buruk kepada dirinya dan ia melihat bahwa makar Allah lebih hebat lagi. Ia melihat bahwa seluruh alam Tuhan berada dalam kekuasaannya. Akhir dari perang itu ada di tangannya, dan seluruh dunia merupakan pohon yang dimilikinya dari dahan hingga ranting-rantingnya.

Di tanah Isra’ dan Mi’raj terjadi perang dunia yang disitu Al Mahdi memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi Al Mahdi dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dalam kelompok kekuatan Yahudi Al KHAZAR dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya. Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa janji Allah benar-benar telah dating dan tidak diakhirkan lagi. Kemudian Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan dan langit terbakar, untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang DAJJAL, dan perangnya terjadi di negeri Syam dan kejahatan………”.

Wallahu ‘alam.

Catatan Kaki :
[1] Dibagian ini banyak kalimat dihapus.

[2] Perhatikan mauskrip itu mengemukakan nama seperti yang sudah didengar pada masa Nabi SAW tanpa membubuhkan titik.

[3] Ada keraguan pada perawi (tentang nama Ar RUSY atau Ar RUS).

[4] Ditemukan dua atau tiga kalimat dihapus.

[5] Dan disini mengandung pengertian yang lain tapi terhapus manuskripnya.

Referensi : Terjemah Al-Mahdi al-Munthadhar ‘ala al abwab : Qahir al Masih ad Dajjal – Muhammad Isa Dawud

والله أعلمُ بالـصـواب

NABI SAW MA’SUM SEJAK KECIL : HUJAH YANG SOHIH PADA MENOLAK PENDAPAT BATIL BAHWA NABI SAW TIDAK BERUGAMA SEBELUM UMUR 40 TAHUN


n00214842-bSesungguhnya hujjah ini bentangkan hanyalah untuk menolak fahaman yang melampau dalam agama, yang banyak tersebar di akhir zaman ini, bukan untuk membatuapikan perkara yang diperdebatkan dalam masyarakat, semoga Allah memberikan taufik dan hidayah kepada mereka mereka yang cukup berani mengeluarkan kenyataan yang boleh menyakitkan hati Nabi Muhammad Saw.

Isu ini menjadi besar kerana seorang pendakwah yang punya nama di persada masyarakat…..rujuk kenyataan pada tautan di alamat: http://www.youtube.com/watch?v=qUzW3poJ8Yc , kemudian di jawab oleh ramai ulama tanah air seperti Sheikh Nuruddin Al-Banjari Al-Makki seperti tautan : http://www.youtube.com/watch?v=Md19jK9NdFE.
Maka saya memetik satu hadis Rasulullah Saw seperti di bawah ini;
 

قال رسول الله صلي الله عليه و سلم : بعثت بالحنيفية السمحة, فتح الباري بصحيح البخاري 1 \ 244 الحنيفية :أي ملة ابراهيمية, والحنيف المائل عن الباطل وسمي ابراهيم عليه السلام حنيفا لأنه مال عن عبادة الأوثان. السمحة: السهلة والملة السمحة هي الملة التي لا حرج فيها ولا تضييق علي الناس وهي الملة الاسلام ,جمع بين حنيفية و كونها سمحة فهي حنيفية في التوحيد سهلة في العمل. انتهي الوجيز في قواعد الفقه الكلية د. طلعت عبد الغفار حجاج جامعة الأزهر كلية الدراسات الاسلامية والعربية للبنات

بالاسكندرية ص147-148

 

Sabda Rasulullah Saw aku di utuskan dengan AL HANIFIYAH AL SAMHAH -Fathu Bari Syarah Sohih Bukhari 1/244, al Hanifiyah :iaitu Millah (agama)Ibrahim , dan  Hanif (lurus) yang melencong daripada kebatilan dan dinamakan Ibrahim As sebagai seorang yang Hanif kerana bahwasanya beliau melencong daripada menyembah berhala. AL SAMHAH :iaitu mudah dan jalan (agama) yang mudah bermakna jalan (agama) yang tiada kepayahan padanya dan tiada kesempitan keatas manusia mengamalnya iaitulah millah(agama) Islam, dihimpunkan di antara hanifiyah dan samhah kerana lurus/suci/bersih  pada sudut Tauhid dan mudah pada sudut pengamalan.(terjemahan dari hamba yang dhoif, minta di betulkan jika ada kesalahan).

 

Sekiranya ada yang berpendapat agama yang dipegangnya adalah agama Nabi Ibrahim, maknanya itu adalah agama Islam kerana semua nabi dan rasul diutuskan untuk menyampaikan ajaran Islam.

Kebingungan dan kecelaruan fikiran umat Islam mengenai Rasulullah sebelum dilantik menjadi Rasul terbit daripada salah faham terhadap

firman Allah: Apabila Dia mendapati engkau sesat, lalu Dia mengurniakan engkau hidayah petunjuk. (al-Dhuha: 7)

Melafazkan ungkapan Rasulullah tidak beragama sebelum usia 40 tahun adalah satu penyimpangan yang nyata. Jika berkata demikian, seolah-olah kita membuka ruang kepada masyarakat umum menilai baginda dengan akal cetek dan andaian semata-mata.

Barangkali ungkapan tidak beragama itu ada yang tersasar memaksudkannya sebagai atheis atau tidak menganut agama yang benar iaitu seorang musyrik. Apabila kita menyatakan bahawa baginda tidak beragama sebelum dilantik menjadi nabi, itu akan membawa maksud baginda terdedah melakukan apa sahaja perbuatan maksiat yang mencacatkan maruah dan meruntuhkan moral kerana tiada pegangan yang menjadi benteng daripada melakukan perkara yang keji dan garis panduan bagi membezakan antara dosa dan pahala.

Mengulas mengenai salah faham terhadap ayat ini, Prof Dr. Sayyid Muhammad Alawi al Maliki menyatakan di dalam bukunya al Zakhair al Muhammadiyyah: Ayat ini sering dieksploitasi oleh sebahagian ahli fitnah yang buta basirah dan tertutup pintu hati sehingga mereka tidak dapat melihat hakikat kedudukan Nabi dan Rasul yang sebenar.

Mereka hanya melihat Nabi Muhammad SAW sebagai manusia biasa semata-mata yang berjalan di muka bumi, berjalan-jalan di pasar, memikul dosa, melakukan dosa dan kesalahan, pernah hidup dalam kesesatan lalu Allah memberi hidayah kepadanya, pernah hidup dalam kemiskinan lalu Allah memberikannya kekayaan dan dilahirkan dalam keadaan yatim lalu Allah memberi perlindungan kepadanya. Sehinggalah ke akhir perbicaraan yang hanya membangkitkan kekeliruan orang awam kerana ia berdasarkan kepada maksud zahir nas-nas yang terdapat di dalam al Quran dan Sunnah.”

Al Allamah al Qadhi Iyadh pula menyatakan dalam kitabnya al Syifa bi Tarif Huquq al Mustafa: Apa yang pasti, para nabi adalah maksum (terpelihara) sebelum dilantik menjadi nabi dan terhindar dari kejahilan tentang Allah dan sifat-sifat-Nya, dan terpelihara daripada merasa ragu walau sedikitpun mengenai perkara ini.

Terdapat banyak khabar dan athar yang saling mendukung di antara satu sama lain yang mensucikan para nabi daripada kekurangan ini semenjak mereka dilahirkan dan mereka membesar di atas tauhid dan iman.”

Beliau menambah lagi: Tidak pernah seorang pun ahli hadis menaqalkan terdapat seorang daripada mereka yang dipilih menjadi nabi daripada kalangan orang yang dikenali dengan kekufuran dan kesyirikannya sebelum itu.”

Oleh itu kita tidak pernah mendengar para nabi dan rasul terdahulu menganut agama yang sesat yang dianuti oleh kaum mereka.

Kemuliaan ini adalah terlebih utama dianugerahkan ke atas Rasulullah dan tiada satu sebab atau dalil yang menghalang baginda daripada mengecapi nikmat dan keistimewaan itu kerana baginda adalah penghulu segala nabi dan rasul.

Jangan sekali-kali kita berpaling kepada pendapat bahawa Rasulullah SAW berada di atas agama kaumnya sebelum Nubuwwah, lalu Allah menghidayahkan Islam kepada baginda kerana Nabi Muhammad SAW dan para nabi yang lain sejak dilahirkan membesar atas ketauhidan dan keimanan.

Sesungguhnya mereka maksum sebelum Nubuwwah daripada jahil tentang sifat-sifat Allah dan mentauhidkan-Nya.

Pendapat ini diperkuatkan lagi dengan peristiwa Rasulullah bermusafir bersama bapa saudaranya ke Syam, di mana Buhaira melihat tanda kenabiannya. Sedangkan ketika itu baginda masih kecil. Buhaira mengujinya agar bersumpah dengan berhala al Laata dan al Uzza, lalu baginda menjawab: Janganlah kamu meminta saya bersumpah dengan kedua-duanya. Demi Allah! Saya tidak pernah membenci sesuatu seperti kebencian saya terhadap kedua-duanya.”

Pendapat ini dikuatkan lagi dengan peristiwa Jibril mengeluarkan seketul daging dari hati baginda dengan katanya: Ini adalah bahagian syaitan dari dalam dirimu.” Kemudian dada baginda diisi dengan hikmah dan iman.

Demikianlah seperti yang dinaqalkan daripada al Imam Fakhr al Din al Razi di dalam tafsirnya Mafatih al Ghaib.

Sesungguhnya amatlah salah serta wajiblah yang berkenaan bertaubat jika telah terlanjur mengatakan bahwa Nabi kita Saw TIDAK BERUGAMA DAN TAK DAPAT HIDAYAT SEBELUM MENCAPAI UMUR 40 TAHUN, jelas hadis diatas adalah bukti yang sohih bahwa Nabi Saw adalah  salah  seorang yang HANIF yang tidak menyembah berhala di Mekah pada waktu itu, amat jahat dan celaka yang amat bagi yang jahat adab dengan baginda Saw kerana dengan berkata demikian ia telah menyakiti Nabi Saw, amat hairan jika perbuatan menyakiti Nabi ini dahulunya dilakukan oleh Musyrikin Mekah , Yahudi dan Munafik sahaja tetapi pada zaman serba moden ini ia di lakukan oleh sarjana Islam yang bergelar ustaz, tok guru dan sebagainya, hamba mohon pertunjuk dari Nya supaya mereka diberikan rahmat untuk kembali kepada jalan kebenaran.wallahu ‘alam.