Al Fatihah Atas Almarhum Ulama Yang Mulia, Habib Munzir Al Musawa Yang Telah Kembali Bersama Baginda Rasulullah Kakeknya


Al Habib Munzir Al-Musawa 1973M-2013M

Al Habib Munzir Al-Musawa 1973M-2013M

kata-kata kenangan:

HARAPAN SAYA(habib munzir) , SAYA WAFAT SETELAH JAKARTA MEMJADI KOTA YANG BERIMAN, KALAU KOTA DEMAK DISEBUT KOTA WALI,
MAKA SAYA BERCITA-CITA JAKARTA KOTA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari-hari Anda.
Saudaraku yang kumuliakan, selamat datang di web Para Pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan.

Saudaraku tercinta, boleh saya ceritakan mimpi saya sekitar setahun yang lalu… Saya melihat Rasul saw di dalam kemah besar dan mewah, dan dihadapannya seperti ada bangunan-bangunan yang sedang dibangun. Hamba berpakaian lusuh dan kotor, kebetulan Rasul saw melihat hamba dan memanggil hamba. Dengan lembut dan tidak tega beliau saw berkata, “Wahai munzir, kau sudah kelelahan sekali bekerja dalam pembangunan ini. Sudah! Masuklah beristirahat di kemahku.”
Lalu saya dibawa ke kemah beliau saw, saya berdiri dipintu kemah itu.

Saya melihat ada hidangan hidangan dan buah-buahan, dan Guru Mulia (Habib Umar bin Hafidz) ada di dalamnya. Lalu Guru Mulia melihat saya, dan berkata, “Wahai Munzir, aku keluar dan masuk ke kemah ini dengan bebas, namun jika engkau masuk ke sini, kau tak akan kembali lagi selama-lamanya ke dunia, terserah padamu….
Maka saya terdiam dan ragu untuk masuk, maka beberapa malaikat di sekitar saya menghimbau saya untuk masuk kemah dan beristirahat. Lalu malaikat Izrail as memegang kedua pundak saya dari belakang dan berkata, “Mari kubimbing kau masuk….” Pegangannya lembut saja, namun terasa seluruh urat tubuh saya sudah digenggamannya. Maka saya menolak dan berkata, “Saya masih ingin bakti pada guru mulia membantu beliau….”

Maka Rasul saw. memberi isyarat pada malaikat Izrail as untuk melepaskan saya, lalu beliau saw. berkata, “Tempatmu kelak di sini wahai Munzir, sekemah denganku, seatap denganku, tinggal bersamaku, kau tak punya rumah di dunia dan akhirat, rumahmu bersamaku, seatap denganku.” Lalu saya terbangun.
Beberapa bulan kemudian saya berjumpa lagi dengan Rasul saw. dalam mimpi dan beliau saw. duduk berdampingan dengan saya, seraya berkata, “Sampai kapan kau menunda ajakanku wahai Munzir? kupanggilkan Izrail dan Jibril untuk membawamu sekarang?”

Lalu saya menjawab, “Wahai Rasulullah, jikalah saya diizinkan Allah dan Rasul Nya, saya masih ingin membantu Guru saya.”
Maka Rasul saw tersenyum dan memegang rambut saya sedikit menjambaknya seperti ayah yang mempermainkan anak kecilnya, beliau berkata, “Tidak ada yang menolak undanganku kecuali orang-orang aneh semacammu wahai Munzir.” Lalu beliau saw berangkat dari duduknya sambil tersenyum dan pergi.
Saya terus berdoa, jika saya masih diizinkan Allah swt untuk berumur panjang dan berbakti pada Allah dan Rasul Nya dalam dakwah yang dijalankan Guru Mulia saya, maka saya meminta pada Allah umur panjang. Namun jika kemangkatan saya lebih membawa manfaat maka saya memilih mangkat, Allah swt Maha Mampu membuat 1000 orang yang lebih baik dari hamba untuk membimbing ummat.
Namun harapan saya, saya wafat setelah jakarta menjadi kota yang beriman, kalau kota Demak disebut kota wali, maka saya bercita-cita Jakarta Kota Sayyidina Muhammad saw. Maksudnya kota yg beriman, rukun antar ummat beragama, musliminnya mayoritas baik dan tidak berpecah belah, akidah sudah suci dan tidak terkotori, dan alhamdulillah semakin hari semakin berjuta ummat yang terbawa dalam dakwah keluhuran sang Nabi saw. Namun untuk saat ini masih jauh dari target yang memuaskan kita, maka hamba berharap Allah swt belum mewafatkan hamba sampai cita-cita hamba tercapai, amiin.
Demikian saudaraku yang kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dengan segala cita-cita.
Wallahu a’lamImage

Iklan

Ketegasan Imam Nawawi dalam menegur pemimpin


Pusat Kefahaman Islam AKI

Ahmad Tajdid,

IMAM Nawawi atau nama penuhnya Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syirfu al-Nawawi (631 -676H) ialah anak kelahiran Damsyik, Syam (Syria). Menghafaz Quran sejak dari kecil,  beliau dilapor mempelajari sebanyak 12 mata pelajaran dalam berbagai jurusan ilmu  agama. Antara buku karangan ulama terkenal Mazhab Shafie ini adalah Syarah Sahih  Muslim dan Riyadus Salihin.

Sepanjang hayatnya, Imam Nawawi telah menyumbangkan tenaga fikiran dan ilmunya kepada  agama Islam dan umatnya. Ketegasannya dalam menyampaikan kebenaran Islam tiada tolok  banding pada zamannya. Sebagai ulama yang memimpin umat, beliau memfatwakan kebenaran  tanpa rasa takut walaupun akibatnya merugikan kedudukan dan mengancam nyawanya.

Terdapat satu kisah masyhur berhubung Imam Nawawi yang menjelaskan lagi kemuliaan  peribadi ulama terkemuka ini. Menurut riwayat, Sultan Al-Malik Al-Zahir telah  mengadakan persiapan perang untuk memerangi orang-orang Tatar (Monggol) lalu  digunakanlah fatwa ulama yang mengharuskan mengambil harta rakyat untuk kepentingan  perang melawan musuh.

Keseluruhan ulama fiqh negeri Syam telah menulis menyokong fatwa tersebut…

Lihat pos aslinya 318 kata lagi

Makna Qada’ Qadar


Darul Ulum online

Mohd Azmir bin Maideen,
Mengikut terminologi yang dirumuskan Prof. Dr Mohamad Rabi’ Jawhari, pensyarah Kuliah Usuluddin di Universiti Al-Azhar, bahawa Qada’ adalah pengetahuan Allah tentang perbuatan yang lampau, sedang dan yang akan berlaku telah ditetapkan-Nya sejak azali dan tertulis di dalam Lauh Mahfuzh. Adapun Qadar adalah terjadinya suatu perkara yang baik mahupun buruk sesuai dengan prinsip sifatnya, ukurannya, dan syarat-syaratnya mengikut aturan dan kehendak Allah Taala. (Aqidatuna, Juzuk 2)Beriman dengan Qada’ dan Qadar termasuk salah satu daripada kewajiban Rukun Iman, meyakini bahawa seluruh penciptaan alam semesta mengikut ilmu Allah dan kebijaksanaan-Nya, sesungguhnya Dia berkuasa ke atas setiap sesuatu dan berkuasa melakukan perkara yang dikehendaki-Nya.

“Sesungguhnya Kami menciptakan setiap sesuatu menurut Qadar (yang telah ditentukan).”
(Surah al-Qamar : ayat 49)

Sabda Rasulullah SAW maksudnya:

“Sesungguhnya yang pertama diciptakan oleh Allah adalah ‘Al-Qalam’. Allah berfirman kepadanya; ‘Tulislah.’ Al-Qalam pun berkata; ‘Ya Tuhan, apakah yang aku akan tulis?’ Allah berfirman; ‘Tulislah akan qadar…

Lihat pos aslinya 338 kata lagi

Kisah Khalid Al Walid diberikan makanan beracun


Pusat Kefahaman Islam AKI

Abu Ya’al,Baihaqi dan Abu Nu’aim pernah mendengar Abu Safar berkata: Waktu Khalid bin Walid berjaya menawan Kota Hira di Parsi , para sahabatnya menasihati dia supaya berhati-hati ketika makan, kerana orag-orang di Hira sering memberi racun kepada musuh mereka.

Tetapi Khalid bin Walid terus juga makan apa jua makanan yang diberikan kepadanya oleh musuh, walaupun makanan itu memang telah diracuni , tetapi Khalid bin Walid tidak mati akibatnya.

Khalid bin Walid hanya membaca “bismillah” sebelum makan. Al Kulbi bercerita: Ketika Khalifah Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid ke Hira, dan pasukan islam berjaya menawannya, seorang ketua suku kaum di situ bernama Abdul Masih membawa makanan beracun untuk Khalid.

Walaupun beliau tahu adanya racun dalam makanan itu Khalid terus juga memakannya dengan membaca “Bismillah la yadhurru ma’as-mishi daak“.

Abdul Masih tercengang melihat perbuatan Khalid itu, lalu dia pulang kepada kaumnya dan berkata: Hai kaumku, berdamailah dengan mereka…

Lihat pos aslinya 77 kata lagi