Terjemah Kitab Ihya’ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bait


hqdefault
Tajuk; Terjemah Kitab Ihya’ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bait

iaitu; 60 Hadits Keutamaan Ahlul Bait Karya Al Imam Jalaluddin As Suyuthi

Muqadimah Terjemah

Segala puji bagi Allah swt, Rabb yang memberi petunjuk dan yang menampakkan kebenaran kepada hambanya. Shalawat keberkahan dan salam atas nabi mushthofa khotamin nabiyyin Muhammad bin ‘Abdullah, serta kepada seluruh keluarga, dzurriyyat dan para sahabatnya.

Allah berfirman : “Sesungguhnya telah datang seorang Rasul dari kaum ( golongan )mu sendiri, berat serasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang Mu’min (QS.9:128)”. Dan firman Allah : “Boleh jadi kamu (Muhammad saw)
akan menyengsarakan dirimu sendiri karena mereka tidak beriman (QS.26:3) Dan masih banyak firman Allah swt tentang Muhammad saw serta keutamaan-keutamaannya. Amma ba’du

Apa dan Siapa Ahlul Bait ?

Kata ahlul bait menurut arti bahasa adalah Al Qorib wal ‘Asyirah yaitu family dan keluarga terdekat boleh juga termasuk istri.
Pengertian Ahlul Bayt nabi secara ‘urfan ( umum ) adalah seluruh keluarga dekat termasuk bapa saudara, ibu saudara, anak, anak bapa saudara dan mak saudara serta anak cucu beliau, pengertian itu telah dipergunakan oleh orang-orang sejak masa-masa awal islam hingga sekarang. pengertian kata ahlul bait boleh memiliki pengertian yang berbeda-beda tergantung dari sudut mana kita melihatnya.
Sedangkan pengertian ahlul bait secara sya’riat adalah ‘Ali kwh, Fatimah ra, Syarif Hasan dan Sayyid Husein ra. Pembatasan pengertian hanya kepada mereka tersebut berdasarkan dalil-dalil kontekstual yang cukup tegas dan jelas diantaranya ialah ayat dalam Surah At Tathir, Allah Taala berfirman : “Sesungguhnya Allah swt berkehendak untuk menghilangkan kotoran dari kalian wahai ahlul bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya (QS.33:33) “.
Landasannya :
1. Hadits Riwayat At Turmudzi dari
Sa’ad bin Abi waqqas ra :

“Ketika turun ayat (QS.33:33) ” Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, wanita-wanita kami dan wanita-wanita kamu dan diri kami dan diri kamu.. “Rasulullah saw menanggil ‘Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan dan Husein kemudian beliau bersabda : “Ya Allah, merekalah Ahlul Baitku (keluargaku) “.

2. Hadits riwayat At Turmudzi dari Ummu Salamah

“Ayat : At Tathir (QS.33:33), turun untuk Rasulullah di rumahku ketika aku sedang duduk di depan pintu,
aku bertanya : Ya Rasulullah, bukankah aku juga ahlul baitmu, beliau menjawab : engkau dalam kebaikan,
engkau dari istri-istriku, ketika itu Rasulullah Saw di rumah bersama ‘Ali, Fatimah, Hasan dan Husein kemudian
beliau memasukkah mereka di bawah sorban beliau seraya bersabda : “Ya Allah, merekalah ahlul baItku
maka hilangkanlah kotoran dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya “.

3. Hadits riwayat Muslim dari Zaid bin ‘Arqom

“Suatu hari Rasul berpidato di hadapan kami dekat danau bernama Khom antara Mekkah dan Madinah, setelah memuji Allah, beliau mulai menasihati kami dan bersabda : “Wahai orang-orang, aku tak ubahnya seorang manusia, mungkin utusan tuhanku akan segera datang memanggilku, ketahuilah bahwa aku meninggalkan pada kalian 2 benda berharga, kitabullah yang mengandung cahaya dan bimbingan maka ambilah kitabullah dan berpegang padanya.. beliau meneruskan : Dan ahlul baItku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku…”.
perawi hadits bertanya kepada Zaid bin ‘Arqom :
siapakah Ahlul Bait Rasul, adakah istri-istri beliau termasuk ahlul baitnya ?
Zaid menjawab : Tidak, Demi Allah, seorang istri hidup bersama suaminya untuk beberapa waktu dan ketika dicerai, ia akan kembali kepada kaumnya sendiri “.
Dan riwayat ayat At Tathir yang menunjuk pembatasan hanya pada mereka cukup kuat dan banyak diriwayatkan oleh kalangan dan tokoh-tokoh penting ahlussunnah lainnya, diantaranya ;

1. Imam Muslim dalam Shahihnya
2. Imam At Turmudzi dalam kitab shahihnya
3. Al Hakim dalam kitab Al Mustadraknya
4. Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya
5. Imam An Nasa’i dalam kitab khoshaishnya
6. Al Muhib At Thabari dalam Riyadhun Nadhirahnya
7. Al Muttaqi Al Hindi dalam kitab Kanzul ‘Ummalnya
8. Ibnu ‘Abdi Al Bar Al Andalusi dalam Al Isti’abnya
9. Ibnu ‘Atsir Al Jazari dalam Usdul Ghobahnya
10. At Thohawi Al Hanafi dalam kitab Musykil Al Atsarnya
11. Al Haitsami dalam Majma’ul Zawaidnya
12. Ibnu Jarir At Thabari dalam tafsir Jami’ul Bayannya
13. As Suyuthi dalam tafsir Durul Mantsurnya
14. Imam Abu Daud dalam Musnadnya
15. Al Khatib Al Baghdadi dalam kitab tariknya

Jalur jalur riwayat mereka dikutip oleh Sayyid Murtadha Al Husaini Al Fairuz Zabadiy dalam kitab Fadhailul Khamsah min Shihatus Sittah, juz 2 hal. 264-289.
Dari riwayat-riwayat tersebut meski secara bahasa kata ahlul bayt dapat diterapkan atas setiap penghuni rumah seseorang namun secara syari’at Allah swt dan Rasulnya telah membatasi pengertian kata Ahlul Bayt Nabi hanya kepada sejumlah pribadi dari keluarga terdekat beliau yaitu : ‘Ali kwh, Fatimah ra, Hasan ra, Husein ra.
Dengan demikian itulah pengertian kata ahlul bait nabi dalam ayat At Tathir (QS.33:33).

Terjemah Kitab Ihya’ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bayt Karya : Al Imam Jalaluddin As Suyuthi.

1. Biografi singkat penulis

Nasabnya : Alhafizh Jalaluddin Abul Fadl Abdurrahman bin Abu Bakar bin Muhammad Al Khudhairi As Suyuthi Asy Syafi’i, Mujadid kurun ke9.

Kelahiran dan kehidupannya :

As Suyuthi dilahirkan pada bulan Rajab tahun 849H. Dan ada yang mengatakan bukan pada tahun itu. Ayah
beliau wafat ketika ia baru berusia 5th 7bln”. Oleh karena itu beliau hidup sebagai anak yatim”.
Ia hafal Alqur’an ketika usianya kurang dari 8th, kemudian beliau menghafal kitab ‘Umdatul Ahkam, Minhajun Nüri, Alfiyah Ibnu Malik dan Minhajul Baidhawi. lalu beliau mengajukan hafalannya kepada ulama besar pada masa itu dan merekapun memberi ijazah. Jumlah para syek dan gurunya tidak kurang dari 50orang.

Karya-karyanya : Beliau mengarang lebih dari 500 buah karya tulis. Karya-karyany yang terkenal seperti ;

a. Ad Dürul Mantsur fit Tafsir bil Ma’tsur
b. Al Mizhar
c. Al Asybah wan Nazhair
d. Aj Jami’ Ash shoghir
e. Hamul Hawami’ syarh Jam’ul Jawami’
f. Fannul Muhadhoroh fii Akhbar Mishri wal Qohirah
g. Tamamud Dirayah
h. Tafsir Jalalain
i. dll
dan banyak lagi yang tak disebutkan disini.

Beliau juga seorang penyair yang banyak menggubah syair, membuat berbagai tulisan ilmiah serta tulisan-tulisan yang berkaitan dengan hukum-hukum agama.

Wafat Beliau : Ibnu Al Ammad dalam kitabnya Syadzaratudz Dzahab mengatakan : ‘beliau wafat pada malam Jum’at tgl 10 Jumadil Awwal di rumah kediamannya, di desa Raudhatul Miqyas setelah selama 7hari menderita penyakit hebat ditangan kirinya, dalam usia 61thn, kemudian dikebumikan di desa Husy Qushun di luar pintu masuk kota Al Qorofah’.

PERSEMBAHAN

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah dan salam bagi hamba-hambanya yang terpilih.

Risalah kecil ini adalah kumpulan 60 hadits yang saya beri nama ”Ihya’ul Mayyit bifadhalil Ahlul Bayt”.

Al Hafizh Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar Asy Syafi’i As Suyuthi.

HADITS 1
Sa’id bin Manshur dalam kitab susunannya meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair tentang firman Allah SWT dalam ayat ”Katakanlah, aku tidak meminta dari kalian sesuatu upahpun (atas seruanku) kecuali kasih sayang terhadap keluarga” QS.42:23. Ia berkata, yang dimaksud keluarga dalam ayat itu adalah keluarga Rasulullah SAW.

HADITS 2
Ibnu Al Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Murdawaih meriwayatkan dalam kitab tafsir mereka dan At Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir dari Ibnu ‘Abbas ra berkata: ketika turun ayat ini (QS.42:23) Para shahabat bertanya : wahai Rasulullah, siapakah keluargamu yang wajib atas kita untuk mencintai mereka?
Beliau menjawab: ”Ali, Fatimah dan kedua putra mereka”.

HADITS 3
Ibnu Hatim meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas tentang firman Allah (QS.42:23) Dan siapa yg mengerjakan kebaikan”, Ia berkata: ”yang dimaksud kebaikan adalah kecintaan kepada keluarga Muhammad saw”.

HADITS 4
Diriwayatkan oleh Ahmad dan Turmudzi dan Ia menshahihkannya, An Nasa’i dan Al Hakim dari Al Muthalib bin Robi’ah, Ia berkata: bahwa Rasulullah saw bersabda: ”Demi Allah, iman tidak akan masuk ke dalam hati seorang muslim sehingga ia mencintai kalian (keluarga nabi saw), karena Allah dan karena hubungan keluarga denganku”.

HADITS 5
Diriwayatkan oleh Muslim dan Turmudzi dan An Nasa’i dari Zaid bin Arqam bahwa Rasulullah saw bersabda:
”Aku ingatkan kalian tentang ahlul baitku”.

HADITS 6
Diriwayatkan oleh At Turmudzi dan ia menggolongkannya sebagai hadits hasan dan Al Hakim dari Zaid bin Arqom, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: ”Sungguh aku tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan setelah kepergianku, selama kamu berpegang teguh kepadanya; Kitabullah dan
‘Ithrahku (keluargaku) ahlul bait. Keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya berjumpa denganku di Al Haudh. Maka hati-hatilah dengan perlakuanmu atas keduanya sepeninggalku nanti”.

HADITS 7
Diriwayatkan oleh ‘Abdu bin Humaid dalam musnadnya dari Zaid bin Tsabit berkata: Rasulullah bersabda:
”Sungguh aku tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan setelah kepergianku, selama kamu berpegang teguh kepadanya: Kitabullah dan ‘Ithrahku Ahlul Baitku, dan keduanya tidak akan berpisah sehingga datang kepadaku di Al Haudh”.

HADITS 8
Ahmad bin Abu Ya’la meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri, sesungguhnya Rasulullah bersabda: ”Aku merasa segera akan dipanggil (Allah swt) dan aku akan memenuhi panggilan itu, maka aku tinggalkan padamu
TSAQOLAINI (2 Pusaka) yaitu: Kitabullah dan ‘Ithrahku. Dan sesungguhnya Allah yang Maha Mengetahui telah berfirman kepadaku bahwa keduanya tidak akan berpisah sehingga keduanya datang menjumpaiku di Al Haudh. Oleh karena itu perhatikan bagaimana perlakuanmu atas kedua peninggalanku itu”.

HADITS 9
Diriwayatkan oleh At Turmudzi dan ia menggolongkan hadits ini hasan dan At Thobrani dan Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas ra, Ia berkata: Rasulullah bersabda: “Cintailah Allah karena nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan-Nya dan cintailah aku karena kecintaan (kamu) kepada Allah serta cintailah ahlul baitku karena kecintaan (kamu) kepadaku”.

HADITS 10
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Bakar As Shiddiq, Ia berkata: “Peliharalah Muhammad dengan memelihara keluarganya”.

HADITS 11
Diriwayatkan oleh At Thobrani dan Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas ra, Ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
“Wahai bani Abdul Mutholib, aku mohon kepada Allah buat kalian 3 hal, aku memohon dari-Nya agar meneguhkan orang yang bangkit dari kalian, agar ia mengajari yang bodoh dari kalian dan memberi petunjuk bagi yang sesat dan aku memohon dari-Nya agar menjadikan kalian orang-orang dermawan, yang berani dan punya hati belas kasih. Maka sekiranya seseorang berdiri di antara salah satu sudut Ka’bah dan Maqam Ibrahim, lalu ia solat dan puasa, sedangkan ia adalah pembenci keluarga (Ahlul Bait) Muhammad, pasti ia masuk neraka”.

HADITS 12
At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : “Kebencian kepada bani Hasyim dan Anshor adalah kufur dan membenci orang-orang Arab adalah kemunafikan”.

HADITS 13
Ibnu ‘Adi dalam kitabnya Al Kamil meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membenci kami Ahlul Bait maka ia adalah munafik”.

HADITS 14
Ibnu Hibban dalam sohih dan Al Hakim meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Demi yang jiwaku ditangan-Nya tidak seorang pun membenci kami kecuali akan dimasukkan Allah swt ke neraka”.

HADITS 15
At Thabrani meriwayatkan dari Hasan bin ‘Ali kwh, beliau berkata kepada Mu’awiyah bin Khadij :
“Wahai Mu’awiyah bin Khadij, hati-hatilah dari membenci kami, karena sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : “Tiada seseorangpun yang membenci dan menghasad dengki kami kecuali akan dihalau dari Al Haudh dengan cambuk dari api”.

HADITS 16
Ibnu ‘Adi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa tidak mengenal hak ‘ithrahku dan anshornya maka ia salah satu dari 3 golongan, munafik atau anak haram atu anak dari hasil tidak suci yaitu ; dikandung oleh ibunya dalam keadaan haid”.

HADITS 17
At Thabrani dalam kitabnya Al Awsath dari Ibnu ‘Umar, ia berkata: Akhirnya ucapan Rasulullah sebelum wafat adalah : “Perlakuan aku sepeninggalku dengan bersikap baik kepada Ahlul Bait”.

HADITS 18
Diriwayatkan oleh At Thabrani dalam Al Awsath dari Hasan bin ‘Ali ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : “Mantapkanlah dirimu pada kecintaan pada kami ahlul bayt sebab barangsiapa menghadap Allah swt sedang ia mencintai kami niscaya ia masuk syurga dengan syafa’at kami. Demi Allah yang diriku / jiwaku berada ditangan-Nya, tidak akan berguna amal seseorang bagi dirinya kecuali bila ia mengetahui hak kami”.

HADITS 19
At Thabrani dalam Al Awsath meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah ra, ia berkata: Rasulullah saw berpidato dihadapan kami, maka aku mendengarnya besabda : “Wahai manusia barangsiapa membenci ahlul baitku, Allah swt akan kumpulkan ia pada hari kiamat sebagai orang yahudi”.

HADITS 20
At Thabrani meriwayatkan dalam Al Awsath dari ‘Abdullah bin Ja’far (bin ‘AlI bin Abi Tholib ra), ia berkata: aku mendengar Rasulullah saw bersabda : “Wahai bani Hasyim, aku memohon dari Allah swt untuk kalian, agar ia menjadikan kalian pemberani dan pengasih. Aku memohon agar ia memberikan petunjuk bagi yang tersesat, memberi rasa aman bagi yang ketakutan dan mengenyangkan yang lapar dari kalian. Dan demi jiwaku yang berada ditangan-Nya, tiada beriman seseorang dari mereka sehingga mencintai kamu karena aku, apakah kamu mengharapkan untuk masuk ke dalam syurga dengan syafa’atku lalu bani Mutholib tidak mengharapkanya”.

HADITS 21
Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abi Syaibah dan Musaddad dalam musnadnya, Al Hakim, At Turmudzi dalam Nawadirul Ushul, Abu Ya’la dan At Thabrani dari Salamah bin Al Akwa’, ia berkata: Rasulullah saw bersabda :
“Bintang-bintang di langit adalah petunjuk keselamatan bagi penghuni langit dan Ahlul Baitku adalah penyelamat umatku”.

HADITS 22
Al Bazar meriwayatkan dari Abi Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda : “Setelah ku aku tinggalkan padamu 2 perkara. Kalian tidak akan sesat setelah ada keduanya; Kitabullah dan ‘Ithrahku. Keduanya tiada akan berpisah sehingga datang menemuiku di telaga Al Haudh”.

HADITS 23
Al Bazzar meriwayatkan dari ‘Ali bin ‘Abi Thalib kwh, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sungguh aku akan dibawa pergi (wafat) dan telah aku tinggalkan padamu 2 pusaka yang berharga yaitu : Kitabullah dan Ahlul Bait. Dan kamu tidak akan tersesat setelah keduanya”.

HADITS 24
Al Bazzar meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Perumpamaan ahlul baitku ibarat bahtera Nuh, barangsiapa yang ikut berlayar bersamanya dia akan selamat dan barangsiapa yang enggan dan terlambat, dia akan tenggelam”.

HADITS 25
Al Bazzar meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Zubair ra bahwa nabi saw bersabda : “Perumpamaan Ahlul Batku ibarat bahtera Nuh. Barangsiapa berlayar dengannya dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya dia akan tenggelam”.

HADITS 26
At Thabrani meriwayatkan dari Abu Dzar ra, (ia berkata): aku mendengar Rasulullah saw bersabda :
“Perumpamaan Ahlul Baitku diantara kamu ibarat bahtera Nuh diantara kaumnya. Barangsiapa iku berlayar bersamanya dia akan selamat dan barangsiapa yang enggan dan terlambat dia akan binasa. Dan perumpamaan Ahlul Baitku diantara kamu seperti pintu pengampunan Bani Israil”.

HADITS 27
At Thabrani meriwayatkan dalam Al Awsath dari Abu Sa’id Al Khudri ra (ia berkata) : aku mendengar Rasulullah saw bersabda : “Perumpamaan Ahlul Baitku laksana bahtera Nuh as. Barangsiapa menaikinya dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya dia akan tenggelam. Dan perumpamaan Ahlul Baytku diantara kamu seperti pintu pengampunan diantara Bani Israil. Barangsiapa memasukinya maka dosa-dosanya akan diampuni”.

HADITS 28
Ibnu Najjar dalam tarikhnya meriwayatkan dari Hasan bin ‘Ali ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda :
“Setiap segala sesuatu mempunyai azas dan azas Islam adalah kecintaan kepada shahabat Rasulullah dan Ahlul Baitnya”.

HADITS 29
At Thabrani meriwayatkan dari ‘Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda : “Setiap putra seorang perempuan bergabung nasabnya kepada ashabahnya (keluarganya dari pihak ayah) kecuali keturunan Fatimah ra, akulah ashabah mereka dan Akulah ayah mereka”.

HADITS 30
At Thabrani meriwayatkan dari Fatimah Az Zahra ra, beliau berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Setiap putra ibu akan bergabung dalam nasabnya kepada ashabahnya kecuali anak-anak Fatimah, Akulah wali mereka dan Akulah ashabah mereka”.

HADITS 31
Al Hakim meriwayatkan dari Jabir ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Setiap putra ibu memiliki ashabah yang mereka dinisbatkan kepadanya kecuali kedua putra Fatimah, Akulah wali mereka dan Aku adalah ashabah mereka”.

HADITS 32
At Thabrani meriwayatkan dalam Al Awsath dari Jabir ra bahwa ia mendengar ‘Umar bin Al Khaththab ra mengatakan kepada orang-orang ketika ia menikah dengan salah seorang putri ‘Ali ra. Tidaklah kalian mengucapkan selamat atasku ? aku mendengar Rasulallah saw bersabda : “Akan terputus pada hari kiamat semua sebab dan nasab (keturunan) kecuali sebabku dan nasab yang bersambung denganku”.

HADITS 33
At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Semua sebab dan nasab akan terputus pada hari kiamat kecuali sebab dan nasab yang bersambung denganku”.

HADITS 34
Ibnu ‘Asakir dalam Tarikhnya meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Semua hubungan nasab dan shihr (kerabat sebab hubungan perkawinan) akan terputus pada hari kiamat kecuali nasab dan shihrku”.

HADITS 35
Al Hakim meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Bintang-bintang adalah petunjuk keselamatan bagi penghuni bumi dari bahaya tenggelam dan Ahlul Baitku adalah penyelamat umatku dari bahaya perselisihan dan perpecahan (dalam urusan-urusan agama). Bila salah satu dari qabilah menyeleweng dan menentang niscaya mereka akan bercerai berai dan menjadi kelompok iblis”.

HADITS 36
Al Hakim meriwayatkan dari Anas ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Tuhanku menjanjikan untuk Ahlul Baitku, barangsiapa dari mereka yang mengakui ke-Esaan (Allah swt) dan menyaksikan bahwa aku telah menyampaikan risalah, ia tidak akan menyiksa mereka”.

HADITS 37
Ibnu Jarir meriwayatkan dalam tafsirnya dari Ibnu ‘Abbas ra pada firman Allah swt.. :
“Dan kelak tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas (QS:93:5), ia berkata : “Diantara kepuasan Muhammad saw adalah agar tidak seorangpun dari Ahlul Baitny masuk kedalam api neraka”.

HADITS 38
Diriwayatkan oleh Al Bazzar, Abu Ya’la, Al ‘Uqaili, At Thabrani dan Ibnu Syahin dalam As Sunnah dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Fatimah telah menjaga dirinya oleh karena itu Allah swt mengharamkan keturunannya atas api neraka”.

HADITS 39
At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw berkata kepada Fatimah ra :
“Sesungguhnya Allah swt tidak akan menyiksamu dan anak cucumu”.

HADITS 40
At Turmudzi meriwayatkan sebuah hadits dan ia menggolongkannya hadits ini hasan dari Jabir ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Wahai manusia, sesungguhnya aku telah tinggalkan padamu apa yang mencegah kamu dari kesesatan selama kamu mengambilkya (berpegang teguh dengannya) yaitu ; Kitabullah dan ‘Ithrahku Ahlul Baitku”.

HADITS 41
Al Khatib dalam tarikhnya meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Syafa’atku bagi umatku yakni untuk orang yang mencintai Ahlul Baitku”.

HADITS 42
At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Pertama orang yang akan aku beri syafa’at dari kalangan umatku adalah Ahlul Baitku”.

HADITS 43
At Thabrani meriwayatkan dari Al Muthalib bin ‘Abdullah bin Hanthab dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah saw berpidato dihadapan kami di Juhfah, beliau bersabda : “Bukankah diriku ini lebih utama (berhak) untuk memimpin kamu daripada dirimu sendiri? jawab mereka : benar ya Rasulullah. beliau melanjutkan : kalau begitu aku akan meminta pertanggungan jawabmu tentang 2 hal ; Al Qu’an dan ‘Ithrah-ku”.

HADITS 44
Al Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba Allah pada hari kiamat sebelum ia ditanya (dan menjawab) 4 pertanyaan ; tentang usianya, untuk apa ia menghabiskannya, tentang tubuhnya, bagaimana ia telah menggunakan tenaganya, tentang hartanya, untuk apa dibelanjakan dan dari mana ia mendapatkannya serta tentang kecintaannya kepada kami Ahlul Bait “.

HADITS 45
Ad Dailami meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata : aku mendengar Rasulullah saw bersabda : “Orang pertama yang mendatangiku di Al Haudh adalah Ahlul Baitku “.

HADITS 46
Ad Dailami meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Didiklah putra-putramu atas 3 perkara ; kecintaan kepada nabimu, kecintaan kepada Ahlul Baytnya dan (kecintaan) membaca Al Qu’an. Sesungguhnya pengemban Al Qur’an berada dibawah naungan Allah swt pada hari dimana tiada naungan kecuali naungan-Nya bersama para Nabi dan para washi’ (orang-orang pilihan)nya “.

HADITS 47
Ad Dailami meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Paling teguhnya kamu di atas shirath (jembatan akhirat) adalah orang yang paling gigih kecintaannya kepada Ahlul Baitku dan shahabat-shahabatku “.

HADITS 48
Ad Dailami meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “4 golongan, akulah pemberi syafa’at bagi mereka di hari kiamat, yaitu ; orang yang menghormati dzurriyat (keturunan)ku, orang yang membantu menutupi kebutuhan mereka, membantu mereka dalam urusan-urusan mereka ketika mereka sangat membutuhkan dan orang yang mencintai mereka dengan hatinya ( yang tulus ) dan dengan kata-katanya “.

HADITS 49
Ad Dailami meriwayatkan dari Abu Sa’id ra, id berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Keras kemurkaan Allah terhadap orang yang menggangguku dengan mengganggu ‘Ithrahku “.

HADITS 50
Ad Dailami meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah swt membenci orang yang makan di atas kekenyangannya, orang yang lalai melaksanakan keta’atan kepada tuhannya, orang yang mencampakkan sunnah nabinya, orang yang meremehkan dzimmah ( tanggung jawab )nya, orang yang membenci ‘ithrah nabinya dan mengganggu tetangganya “.

HADITS 51
Ad Dailami meriwayatkan dari Abu Sa’id ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Ahlul Baitku dan orang-orang anshor adalah orang-orang kepercayaanku dan pengembang rahasia ilmuku. Maka terimalah yang baik dari mereka dan ma’afkanlah yang salah dari mereka “.

HADITS 52
Abu Nu’aim meriwayatkan dalam Al Hilya dari ‘Utsman bin ‘Affan ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang memberikan kepada salah seorang dari keturunan ‘Abdul Muthalib suatu ( hadiah ) kebaikan lalu ia tidak mampu membalas kebaikannya maka Akulah yang akan membalasnya kelak di hari kiamat “.

HADITS 53
Al Khatib meriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa berbuat kebaikan kepada salah seorang dari keturunan ‘Abdul Muthallib lalu ia tidak mampu membalas kebaikannya di dunia, maka Akulah yang akan membalas kebaikan itu jika ia berjumpa denganku “.

HADITS 54
Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang memberikan jasa kepada salah seorang dari Ahlul Baitku, maka Akulah yang akan membalasnya pada hari kiamat “.

HADITS 55
Al Bawardi meriwayatkan dari Abu Sa’id ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Aku akan tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan yaitu kitabullah, ia adalah suatu sebab yang satu ujungnya ditangan Allah swt dan ujung yang lain pada tanganmu dan ‘ithrah ahlul baitku, dan sesungguhnya keduanya tidak akan berpisah, sampai bersama-sama mengunjungiku di telaga Al Haudh “.

HADITS 56
Imam Ahmad dan At Thabrani meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Kutinggalkan padamu kedua penggantiku Kitabullah, tali penghubung yang terbentang antara langit dan bumi dan ‘Ithrahku Ahlul Baitku. Sungguh keduanya takkan berpisah sehingga berjumpa denganku di telaga Al Haudh “.

HADITS 57
At Turmudzi, Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman meriwayatkan dari ‘Aisyah ra dari Nabi saw :
“Ada 6 kelompok yang dilaknat Allah swt, aku dan semua Nabi yang doanya dikabulkan. mereka adalah ; orang yang menambah-nambah kitabullah, orang yang mengingkari taqdir Allah, orang yang berkuasa dengan kekerasan lalu memuliakan orang yang dihinakan oleh Allah swt dan menghinakan orang yang dimuliakan oleh Allah swt, orang yang menghalalkan (sesuatu) yang diharamkan oleh Allah swt, orang yang memperlakukan ‘ithrahku dengan perlakuan yang diharamkan oleh Allah swt dan orang yang meninggalkan sunnahku “.

HADITS 58
Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni dalam Al Ifrad dan Al Khatib dalam Al Mutaffaq dari ‘Ali ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “7 kelompok yang dilaknat Allah dan dilaknat oleh setiap Nabi yang doanya dikabulkan, mereka adalah ; orang yang menambah-nambah kitabullah, orang yang mengingkari taqdir Allah, orang yang menolak sunnahku dan mengambil yang bid’ah, orang yang memperlakukan ‘ithrahku dengan perlakuan yang diharamkan Allah, orang yang berkuasa dengan kekerasan atas umatku lalu memuliakan yang dihinakan Allah dan menghinakan yang dimuliakan Allah dan orang yang murtad dengan melarikan diri ke
dusun-dusun setelah hijrah ( sebagai ‘Arab baduwi ) “.

HADITS 59
Al Hakim meriwayatkan dalam tarikhnya dan Ad Dailami dari Abu Sa’id ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “3 hal, barangsiapa memeliharanya maka Allah akan memelihara agamanya dan siapa yang mensia-siakannya maka Allah tidak akan memelihara apapun baginya, yaitu ; kehormatan islam, kehormatanku dan kehormatan keluargaku “.

HADITS 60
Ad Dailami meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sebaik-baik maunusia adalah orang-orang ‘Arab, sebaik-baik orang ‘Arab adalah suku quraisy dan sebaik-baik suku Quraisy adalah Bani Hasyim “.

HADITS-HADITS LAINNYA

HADITS 61
Rasullah saw bersabda : “Aku adalah kota (sumber/gudang ) ilmu dan ‘Ali adalah pintunya, maka
barangsiapa yang hendak mencapai kota (sumber/gudang ) ilmu maka datangilah (kota/sumber/gudang ilmu ) dari pintunya “.

HADITS 62
Rasulullah saw bersabda : “Allah swt berfirman : Seandainya bukan karena engkau ( Muhammad ) ,seandainya bukan karena engkau ( Muhammad ) tidak akan Aku ciptakan alam semesta ( ini ) “.

HADITS 63
Rasulullah saw berdo’a ketika menikahkan putrinya (Fatimah Az Zahra ra ) dengan ‘Ali bin Abi Thalib kwh :
“Ya Allah.. semoga Engkau mengumpulkan yg berserak di muka bumi ini dan memberikan keturunan kepada keduanya; keturunan yang baik ( berkualitas ), pembuka pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah juga pemberi rasa selamat bagi umat “.

Wassalam !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s