Surat Dari Seorang Perawan Tua Kepada Semua Laki-Lakiرسالة من عانـــس إلى جميع الرجال


رسالة من عانـــس إلى جميع الرجال

Surat Dari Seorang Perawan Tua Kepada Semua Laki-Laki

(Di Terjemahkan Oleh : Ust Muhammad Elvi Syam, Lc. MA)

تزوجونا.. استرونا.. ارحمونا من نار العنوسة..

Nikahilah kami, lindungilah kami, sayangilah kami (terhindar) dari neraka perawan tua..

عندما اقترب عمري من العشرين كنت أحلم كأي فتاة بشاب ملتزم ذي خلق وكنت أبني الأفكار والآمال، وكيف سنعيش وكيف سنربي أطفالنا، و….و…. إلخ.

Ketika umurku mendekati 20 tahun, aku pernah mengimpikan seperti gadis lainnya, untuk mendapatkan seorang pemuda (ikhwan) yang konsisten dengan agamanya, berakhlak mulia, ketika itu akupun mulai menyusun pikiran dan angan-angan, dan bagaimana cara mendidik anak kami, dan… dan… seterusnya.

وكنت من النوع الذي يحارب التعدد والعياذ بالله، فبمجرد أن يقولوا لي فلان تزوج على زوجته تجدني، من غير شعور، أدعو عليه وأقول: لو كنت مكانها لرميته مثلما رماني،

Aku adalah termasuk orang yang memerangi poligami –semoga Allah melindungi dari sikap itu- sehingga, semata-mata mereka mengatakan kepadaku: si fulan menikah lagi, aku lepas control, sehingga aku melaknat laki-laki itu, dan mengatakan, kalau aku di posisi istrinya aku akan melakukan seperti apa yang dilakukan kepadaku.

وكنت دائما أتناقش مع أخي وأحياناً مع عمي عن التعدد ويحاولون أن يقنعوني وأنا متعندة لا أريد أن أقتنع، وأقول لهم مستحيل أن تشاركني امرأة أخرى في زوجي.

Dan aku selalu berdebat dengan saudara laki-lakiku, dan terkadang dengan pamanku tentang poligami, mereka berusaha untuk meyakinkan kepadaku untuk menerimanya, namun aku tetapi berkeras kepala dan tidak ingin menerimanya, akupun mengatakan kepada mereka, “ mustahil wanita lain menyertaiku dalam suamiku.

أحيانا كنت أتسبب في مشكلة بين زوج وزوجته لأنه يريد أن يتزوج عليها وأحرضها عليه حتى تثور ثائرتها عليه.

Terkadang, aku menjadi penyebab (actor) dalam pertingkaian antara suami dan istri, karena suaminya ingin menikah lagi, dan akupun mempropokasinya sehingga ia memberontak kepada suaminya.

ومرت الأيام وأنا أنتظر فارس أحلامي، انتظرت لكنه تأخر وانتظرت وقارب عمري الثلاثين.

Hari-hari pun berlalu, sedengankan aku menunggu dan menunggu arjuna (udo –minang) impianku, namun tak kunjung datang, aku selalu menunggu sementara umurku sudah mendekati 30 tahun.

يا إلهى ماذا أفعل؟ هل أخرج وأبحث عن عريس؟ لا أستطيع، سيقولون هذه لا تستحي، إذاً ماذا أفعل؟ ليس لي إلا الانتظار، وفي يوم من الأيام كنت جالسة وسمعت إحداهن تقول: (فلانة عنست)، قلت في نفسي مسكينة فلانة لقد عنست .. ولكن … فلانة إنه اسمي!!

Ya Allah, apa yang aku lakukan? Apakah aku keluar dan mencari marapulai (penganten laki-laki minang), aku tidak bisa, mereka akan mengatakan, tidakkah pertua (perawan tua) itu malu? Lalu apa yang aku lakukan? Tiada lain bagiku kecuali penantian. Pada suatu hari, aku duduk, dan aku mendengar selah seorang wanita mengatakan: si fulanah sudah menjadi perawan tua, akupun mengatakan dalam hati ku, wah… sangat kasihan si fulanah itu dia telah menjadi pertua, namun… si fulanah itu taunya namaku

يا إلهي إنه اسمي أنا أصبحت عانسة، صدمة قوية جداً مهما وصفتها فلن تحسوا بها، وأصبحت أمام الأمر الواقع أنا عانس.

Ya Allah, tahunya namaku, aku sudah menjadi perawan tua? Shok / trauma yang kuat sekali, bagaimanapun aku mengambarkannya kalian tidak akan bisa merasakannya, aku sudah berada di depan realita, aku adalah perawan tua.

وبدأت أراجع حساباتي ماذا أفعل؟ الوقت يمضي والأيام تمر أريد أن أصرخ، أريد زوجاً أريد رجلاً أقف بظله يعينني ويقضي أموري، أريد أن أعيش أريد أن أنجب أريد أن أتمتع بحياتي.

Akupun mulai menghitung-hitung , apa yang akan aku lakukan, sementara waktu terus berjalan, hari-hari terus berlalu, aku ingin berteriak, aku ingin seorang suami, aku ingin seorang laki-laki, yang mana aku berdiri di naungannya, yang akan membantuku dan memenuhi kebutuhanku, aku ingin hidup, aku ingin punya anak, aku ingin menikmati hidupku.

جاءني أخي الأكبر ذات مرة وقال لي: لقد جاءك اليوم عريس فرددته، ومن غير شعور مني قلت له لماذا؟ حرام عليك ، قال لي لأنه يريدك زوجة ثانية على زوجته وأنا أعرف أنك تحاربين التعدد.
وكدت أصرخ في وجهه: ولماذا لم توافق؟! أنا راضية أن أكون زوجة ثانية أو ثالثة أو رابعة!

Suatu kali, abangku mendatangiku dan berkata: “hari ini telah datang seorang marapulai untukmu, tapi aku telah menolaknya” dengan spontanitas aku berkata: kenapa? Tidak boleh?, abangku mengatakan kepadaku: “karena ia ingin menjadikanmu istri kedua dan aku tahu kamu memerangi poligami”. Hamper aku berteriak di hadapan wajahnya: “ kenapa abang tidak menyetujuinya? Aku rela untuk menjadi istri kedua, atau ke tiga, atau keempat.

الآن أدركت حكمة الله في التعدد وهذه حكمة واحدة جعلتني أقبل فكيف بحكمه الأخرى؟ اللهم اغفر لي ذنبي فقد كنت جاهلة.

Sekarang aku mengatahui hikmah Allah dalam berpoligami, ini adalah satu hikmah yang telah membuatku menerimanya, bagaimana dengan hikmah yang lain???? Ya Allah, ampunilah dosaku, sungguh aku tidak mengetahui.”

وهذه كلمة أوجهها إلى الرجال أقول لكم: عددوا، تزوجوا واحدة وثانية وثالثة ورابعة بشرط (القدرة والعدل)، أنقذونا من نار العنوسة فنحن بشر مثلكم نحس ونتألم، استرونا ارحمونا.

Ini seruan aku berikan kepada kaum laki-laki, aku katakan kepada kalian: berpoligamilah, menikahlah satu, dua, tiga dan empat, dengan syarat ( ada kemampuan dan bersikap adil), selamatkanlah kami dari neraka pertua, kami adalah manusia, kami merasakan, kami pilu, lindungilah kami, sayangilah kami.

وهذه كلمة أوجهها إلى أختي المسلمة المتزوجة…

Ini seruan aku berikan kepada saudariku muslimah yang telah menikah…

احمدي الله على هذه النعمة لأنك لم تجربي نار العنوسة وأرجو ألا تغضبي إذا أراد زوجك الزواج من أخرى، لا تمنعيه بل شجعيه..

Sanjunglah Allah atas nikmat ini, karena ukhti belum pernah merasakan neraka pertua, aku berharap janganlah ukhti marah jika suami ukhti ingin menikah lagi dengan wanita lain, janganlah anda halangi dia, akan tetapi doronglah ia.

أنا أعرف أن هذا صعب عليك ولكن احتسبي الأجر عند الله، انظري إلى حال أختك العانس والمطلقة والأرملة، من لهم؟ اعتبريها أختك وسوف تنالين الأجر العظيم بصبرك ..

Aku tahu, bahwa ini sulit bagimu, akan tetapi, harapkanlah pahala di sisi Allah, lihatlah kondisi saudarimu yang pertua, janda cerai, janda kematian suami, siapakah yang mendampingi mereka? Anggaplah dia saudarimu, anda akan meraih anugerah yang besar disebabkan kesabaranmu..

تقولين لي يأتي أعزب ويتزوجها أقول لك انظري إلى إحصائيات السكان، إن عدد النساء أكثر من الرجال بكثير ولو تزوج كل رجل بواحدة لأصبح معظم نسائنا عوانس، لا تفكري في نفسك فقط بل فكري فينا

Mungkin ukhti mengatakan kepadaku, seorang pemuda akan datang, dan akan menikahinya. Maka aku mengatakan kepada ukhti: “lihatlah kepada sensus penduduk, sesungguhnya jumlah wanita jauh lebih banyak daripada laki-laki, jika setiap laki-laki menikahi seorang wanita saja, pastilah kebanyakan wanita akan menjadi perawan tua, janganlah ukhti memikirkan diri sendiri saja, akan tetapi pikirkanlah kami.

أموت حرقة عندما أرى زوجا ممسك بيد زوجته ، وتهيج مشاعري ، ولكن بلا فائدة ؟؟؟؟

Aku mati kebakaran ketika melihat seorang suami yang menggenggam tangan istrinya, perasaanku bergejolak, tapi tanpa manfaat???

أختكم / العانس

Saudari kalian / Perawan tua

فوائد تعدد الزوجات
لا يخفى على الجميع فوائد تعدد الزوجات فهو من أقوى دعائم المحافظة على العفة ،،،،،،
ووسيلة من أعظم وســائل جلب الخيـر والبركة وكثرة الرزق
وهذا لا يخفى على أهل الإيمان والمعرفة ..
إذا كان ليس لديك الشجاعة للتعدد في الزوجات .. فارسلها لمن ترى!

Manfaat poligami:
Semua orang tahu bahwa manfaat poligami adalah factor terkuat untuk menjaga dari dosa zina.
Merupakan salah satu sarana terbesar mendapatkan kebaikan, berkah, dan rezki yang banyak.
Hal ini sudah diketahui oleh orang yang beriman dan berpengetahuan.
Jika kamu tidak memiliki keberanian untuk berpoligami, maka arahkanlah ia kepada siapa yang anda anggap mampu

Sayyidi Abu Hasan As Syazuli Al Idrisi


oleh: ustaz sayyid faiz al idrus

Makam Sayyidi Abul Hasan As Syazuli

Pengalaman Al-Faqir di sana sedikit sebanyak di kongsi di dalam Video dibawah ini :

Sayyidina Syeikh Abul Hasan Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar Asy Syadzili Al Maghribi Al-Hasani Al Idrisi lahir di Ghamarah, desa dekat Sabtah, Maroko, Afrika Utara pada tahun 591 H / 1195 M.Berikut ini nasab Abu Hasan Asy-Syadzili: Abul Hasan, bin Abdullah Abdul Jabbar, bin Tamim, bin Hurmuz, bin Hatim, bin Qushay, bin Yusuf, bin Yusya’, bin Ward, bin Baththal, bin Ahmad, bin Muhammad, bin Isa, bin Muhammad, bin Hasan, bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah binti Rasulullah SAW. Di Zaman beliau Nuqoba’ Asyraf di mesir tidak meyakini dan meragui tentang nasab beliau, sehingga pelbagai fitnah yang menimpa terhadap beliau,kerana ramai yang tidak berpuas hati dengan beliau . Bila di tanyakan kepada beliau oleh murid beliau Sayyidi Abul Abas Mursi, Al-Syaikh Abul Hasan al-Syadzili menjawab :
كفي باءقرار سيدنا انبي
لاَ يَكْمُلُ عَالِمٌ فِي مَقَامِ الْعِلْمِ حَتَّى يُبْلَى بِأَرْبَعٍ : شَمَاتَةِ اْلأَعْدَاءِ ، وَمَلاَمَةِ اْلأَصْدِقَاءِ ، وَطَعْنِ الْجُهَّالِ ، وَحَسَدِ الْعُلَمَاءِ ، فَإِنْ صَبَرَ جَعَلَهُ اللهُ إِمَامًا يُقْتَدَى بِهِ. ” Manusia tidak mengakui, itu tidak mengapa, asal sahaja Sayyiduna Muhammad S.A.W yang mengakuinya, Memadai dengan pengakuan Baginda S.A.W.Seorang ‘alim tidak akan sempurna keilmuannya sehingga dia diuji dengan empat hal; 1) dimaki oleh musuh-musuhnya, 2) dicela oleh teman-temannya, 3) dicacat oleh orang-orang bodoh, 4) diiri oleh orang-orang pandai. Maka barangsiapa yang sabar menghadapi ujian-ujian ini, niscaya Allah akan menjadikannya sebagai imam(pemimpin) yang diikuti. ” Takdir Allah Ta’ala, seorang sayyid bermimpi berjumpa Baginda S.A.W. Lalu si sayyid itu bertanya ” يا رسول الله, هل شاذلي من ذريتك؟؟ Ya RosuluLLAH, Adakah Abul Hasan Syazuli itu zuriyyat mu??” Sabda Sayyiduna Muhammad S.A.W ” نعم, ومن تعلق بالجزء فقد تعلق بالكل” “Ya beliau zuriyyatku, dan siapa berpegang dengannya maka sungguhnya berpegang ia akan aku”.Keistimewaan nasab ini tampak dalam budi pekerti beliau yang indah lagi terpuji dan mengagumkan banyak orang, sehingga mereka banyak mengambil pelajaran dan hikmah dari beliau.

Intaha
درة الاسرار وتحفة الابرار في مناقب سيدي ابي الحسن الشاذلي
ابن الصباغ، محمد بن أبي القاسم الحميري

Perjalanan Sufi Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a.

Suatu ketika saat berkelana beliau berkata dalam hati, “Ya Allah, Bilakah aku bisa menjadi hamba-Mu yang bersyukur?” Kemudian terdengarlah suara, “Kalau kamu sudah mengerti dan merasa bahwa yang diberi nikmat hanya kamu saja” Beliau berkata lagi, “Bagaimana saya bisa begitu, padahal Engkau sudah memberi nikmat kepada para Nabi, Ulama dan Raja?” Kemudian terdengar suara lagi, “Jika tidak ada Nabi, kamu tidak akan mendapat petunjuk, jika tidak ada Ulama kamu tidak akan bisa ikut bagaimana caranya beribadah, jika tidak ada Raja kamu tidak akan merasa aman. Itu semua adalah nikmat dari-Ku yang kuberikan hanya untukmu”.
Asy-Syadzili berkulit sawo matang, berbadan kurus, perawakannya tinggi, pipinya tipis, jari-jari kedua tangannya panjang, dan lidahnya fasih serta perkataannya baik. Dia tidak terlalu membatasi diri dalam makan dan minum. Dia selalu mengenakan pakaian yang indah setiap kali memasuki masjid. Dia tidak pernah terlihat memakai baju-baju bertambalan sebagaimana yang dipakai oleh sebagian sufi, bahkan selalu mengenakan pakaian bagus. Dia menyukai kuda, memelihara, dan menungganginya
Syadziliyah adalah nama suatu desa di benua Afrika yang merupakan nisbat nama Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. Beliau pernah bermukim di Iskandar sekitar tahun 656 H. Beliau wafat dalam perjalanan haji dan dimakamkan di padang Idzaab Mesir. Sebuah padang pasir yang tadinya airnya asin menjadi tawar sebab keramat Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. Beliau belajar ilmu thariqah dan hakikat setelah matang dalam ilmu fiqihnya. Bahkan beliau tak pernah terkalahkan setiap berdebat dengan ulama-ulama ahli fiqih pada masa itu. Dalam mempelajari ilmu hakikat, beliau berguru kepada wali quthub yang agung dan masyhur yaitu Syekh Abdus Salam Ibnu Masyisy, dan akhirnya beliau yang meneruskan quthbiyahnya dan menjadi Imam Al-Auliya’. Peninggalan ampuh sampai sekarang yang sering diamalkan oleh umat Islam adalah Hizb Nashr dan Hizb Bahr, di samping Thariqah Syadziliyah yang banyak sekali pengikutnya. Hizb Bahr merupakan Hizb yang diterima langsung dari Rasulullah saw. yang dibacakan langsung satu persatu hurufnya oleh beliau saw. Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. pernah ber-riadhah selama 80 hari tidak makan, dengan disertai dzikir dan membaca shalawat yang tidak pernah berhenti. Pada saat itu beliau merasa tujuannya untuk wushul (sampai) kepada Allah swt. telah tercapai. Kemudian datanglah seorang perempuan yang keluar dari gua dengan wajah yang sangat menawan dan bercahaya. Dia menghampiri beliau dan berkata, ”Sunguh sangat sial, lapar selama 80 hari saja sudah merasa berhasil, sedangkan aku sudah enam bulan lamanya belum pernah merasakan makanan sedikitpun”. Suatu ketika saat berkelana, beliau berkata dalam hati, “Ya Allah, kapankah aku bisa menjadi hamba-Mu yang bersyukur?”. Kemudian terdengarlah suara, “Kalau kamu sudah mengerti dan merasa bahwa yang diberi nikmat hanya kamu saja”. Beliau berkata lagi, “Bagaimana saya bisa begitu, padahal Engkau sudah memberi nikmat kepada para Nabi, Ulama dan Raja?”. Kemudian terdengarlah suara lagi, “Jika tidak ada Nabi, kamu tidak akan mendapat petunjuk, jika tidak ada Ulama kamu tidak akan bisa ikut bagaimana caranya beribadah, jika tidak ada Raja kamu tidak akan merasa aman. Itu semua adalah nikmat dari-Ku yang kuberikan hanya untukmu”. Beliau pernah khalwat (menyendiri) dalam sebuah gua agar bisa wushul (sampai) kepada Allah swt. Lalu beliau berkata dalam hatinya, bahwa besok hatinya akan terbuka. Kemudian seorang waliyullah mendatangi beliau dan berkata, “Bagaimana mungkin orang yang berkata besok hatinya akan terbuka bisa menjadi wali. Aduh hai badan, kenapa kamu beribadah bukan karena Allah (hanya ingin menuruti nafsu menjadi wali)”. Setelah itu beliau sadar dan faham dari mana datangnya orang tadi. Segera saja beliau bertaubat dan minta ampun kepada Allah swt. Tidak lama kemudian hati Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. sudah di buka oleh Allah swt. Demikian di antara bidayah (permulaaan) Syekh Abul Hasan As-Syadzili. Beliau pernah dimintai penjelasan tentang siapa saja yang menjadi gurunya? Sabdanya, “Guruku adalah Syekh Abdus Salam Ibnu Masyisy, akan tetapi sekarang aku sudah menyelami dan minum sepuluh lautan ilmu. Lima dari bumi yaitu dari Rasululah saw, Abu Bakar r.a, Umar bin Khattab r.a, Ustman bin ‘Affan r.a dan Ali bin Abi Thalib r.a, dan lima dari langit yaitu dari malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il dan ruh yang agung. Beliau pernah berkata, “Aku diberi tahu catatan muridku dan muridnya muridku, semua sampai hari kiamat, yang lebarnya sejauh mata memandang, semua itu mereka bebas dari neraka. Jikalau lisanku tak terkendalikan oleh syariat, aku pasti bisa memberi tahu tentang kejadian apa saja yang akan terjadi besok sampai hari kiamat”. Syekh Abu Abdillah Asy-Syathibi berkata, “Aku setiap malam banyak membaca Radiya Allahu ‘An Asy-Syekh Abil Hasan dan dengan ini aku berwasilah meminta kepada Allah swt apa yang menjadi hajatku, maka terkabulkanlah apa saja permintaanku”. Lalu aku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw. dan aku bertanya, “Ya Rasulallah, kalau seusai shalat lalu berwasilah membaca Radiya Allahu ‘An Asy-Syekh Abil Hasan dan aku meminta apa saja kepada Allah swty. apa yang menjadi kebutuhanku lalu dikabulkan, seperti hal tersebut apakah diperbolehkan atau tidak?”. Lalu Nabi saw. Menjawab, “Abul Hasan itu anakku lahir batin, anak itu bagian yang tak terpisahkan dari orang tuanya, maka barang siapa bertawashul kepada Abul Hasan, maka berarti dia sama saja bertawashul kepadaku”. Pada suatu hari dalam sebuah pengajian Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. menerangkan tentang zuhud, dan di dalam majelis terdapat seorang faqir yang berpakaian seadanya, sedang waktu itu Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili berpakaian serba bagus. Lalu dalam hati orang faqir tadi berkata, “Bagaimana mungkin Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. berbicara tentang zuhud sedang beliau sendiri pakaiannya bagus-bagus. Yang bisa dikatakan lebih zuhud adalah aku karena pakaianku jelek-jelek”. Kemudian Syekh Abul Hasan menoleh kepada orang itu dan berkata, “Pakaianmu yang seperti itu adalah pakaian yang mengundang senang dunia karena dengan pakaian itu kamu merasa dipandang orang sebagai orang zuhud. Kalau pakaianku ini mengundang orang menamakanku orang kaya dan orang tidak menganggap aku sebagai orang zuhud, karena zuhud itu adalah makam dan kedudukan yang tinggi”. Orang fakir tadi lalu berdiri dan berkata, “Demi Allah, memang hatiku berkata aku adalah orang yang zuhud. Aku sekarang minta ampun kepada Allah dan bertaubat”.

Di antara Ungkapan Mutiara Syekh Abul Hasan Asy-Syadili:

1. Tidak ada dosa yang lebih besar dari dua perkara ini : pertama, senang dunia dan memilih dunia mengalahkan akherat. Kedua, ridha menetapi kebodohan tidak mau meningkatkan ilmunya.

2. Sebab-sebab sempit dan susah fikiran itu ada tiga : pertama, karena berbuat dosa dan untuk mengatasinya dengan bertaubat dan beristiqhfar. Kedua, karena kehilangan dunia, maka kembalikanlah kepada Allah swt. sadarlah bahwa itu bukan kepunyaanmu dan hanya titipan dan akan ditarik kembali oleh Allah swt. Ketiga, disakiti orang lain, kalau karena dianiaya oleh orang lain maka bersabarlah dan sadarlah bahwa semua itu yang membikin Allah swt. untuk mengujimu.

Kalau Allah swt. belum memberi tahu apa sebabnya sempit atau susah, maka tenanglah mengikuti jalannya taqdir ilahi. Memang masih berada di bawah awan yang sedang melintas berjalan (awan itu berguna dan lama-lama akan hilang dengan sendirinya). Ada satu perkara yang barang siapa bisa menjalankan akan bisa menjadi pemimpin yaitu berpaling dari dunia dan bertahan diri dari perbuatan dhalimnya ahli dunia. Setiap keramat (kemuliaan) yang tidak bersamaan dengan ridha Allah swt. dan tidak bersamaan dengan senang kepada Allah dan senangnya Allah, maka orang tersebut terbujuk syetan dan menjadi orang yang rusak. Keramat itu tidak diberikan kepada orang yang mencarinya dan menuruti keinginan nafsunya dan tidak pula diberikan kepada orang yang badannya digunakan untuk mencari keramat. Yang diberi keramat hanya orang yang tidak merasa diri dan amalnya, akan tetapi dia selalu tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang disenangi Allah dan merasa mendapat anugerah (fadhal) dari Allah semata, tidak menaruh harapan dari kebiasaan diri dan amalnya.

Di antara keramatnya para Shidiqin ialah :

1. Selalu taat dan ingat pada Allah swt. secara istiqamah (kontineu).

2. Zuhud (meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi).

3. Bisa menjalankan perkara yang luar bisa, seperti melipat bumi, berjalan di atas air dan sebagainya.

Diantara keramatnya Wali Qutub ialah :

1. Mampu memberi bantuan berupa rahmat dan pemeliharaan yang khusus dari Allah swt.

2. Mampu menggantikan Wali Qutub yang lain.

3. Mampu membantu malaikat memikul Arsy.

4. Hatinya terbuka dari haqiqat dzatnya Allah swt. dengan disertai sifat-sifat-Nya.

Kamu jangan menunda ta’at di satu waktu, pada waktu yang lain, agar kamu tidak tersiksa dengan habisnya waktu untuk berta’at (tidak bisa menjalankan) sebagai balasan yang kamu sia-siakan. Karena setiap waktu itu ada jatah ta’at pengabdian tersendiri. Kamu jangan menyebarkan ilmu yang bertujuan agar manusia membetulkanmu dan menganggap baik kepadamu, akan tetapi sebarkanlah ilmu dengan tujuan agar Allah swt. membenarkanmu. Radiya allahu ‘anhu wa ‘aada ‘alaina min barakatihi wa anwarihi wa asrorihi wa ‘uluumihi wa ahlakihi, Allahumma Amiin. (Al-Mihrab). Syeikh Syadzili Wafat

Syekh Abu al-Abbas al-Mursy, murid kesayangan dan penerus thariqah Syadziliyah mengatakan bahwa gurunya setiap tahun menunaikan ibdah haji, kemudian tinggal di kota suci mulai bulan Rajab sampai masa haji habis. Seusai ibadah haji beliau pergi berziarah ke makam Nabi SAW di Madinah. Pada musim haji yang terakhir yaitu tahun 656H, sepulang dari haji beliau memerintahkan muridnya untuk membawa kapak minyak wangi dan perangkat merawat jenazah lainnnya. Ketika muridnya bertanya untuk apa kesemuanya ini, beliau menjawab, “Di Jurang Humaistara (di samping Bahr al-Ahmar) akan terjadi kejadian yang pasti. maka di sanalah beliau meninggal.

Antara amalan-amalan yang di nisbahkan kepada Al-Habib:

HIZIB BAHR
( Yg disusun oleh Al-Imam Al-Qutub Abu Hasan Asy-Syadzili R.A )
Hizb Bahr merupakan Hizb yg di susun oleh Al-‘Alamah Al-Kabir Al-Imam Al-Qutub Abu Hasan Asy-Saydzili yg juga menyusun Hizb Nasr & Kitab Sirrul Jalil.
Kegunaan Hizb Bahr adalah tergantung niat si pembaca dan tergantung apa yg di inginkannya dari menarik segala sesuatu yg baik seperti Mahabbah ( Asihan ), Jalbur Rizqi ( Menarik Rizqi ) baik yang Dzohir atau yg Min Ghoibillahi ( Rizqi dari Alam Ghaibnya Alloh S.W.T ), Menyatukan Hati, Penglaris, Pemimpin, Kewibawaan, Karir, Menundukkan hati semua mahluk, di ta’ati ucapannya dll Atau Mencegah dari sesuatu yg buruk dan jahat seperti Menolak Ilmu Sihir, Ilmu Hitam dan sejenisnya, Benteng/ Penjagaan dari orang2 yg Hasud, Dzolim, Iri dengki, Mencegah mara bahaya dan Bala’ Bencana, Keselamatan, Anti Sajam, tahan pukul dll.
Telah berkata Syeikh Abdurrohman Al-Busthamy R.A “ Hizib Bahr merupakan Mutiara2 indah yg akan menghiasi pembacanya dengan berbentuk kilauan2 cahaya beraneka warna yg senantiasa menjaga pembaca nya dari segala macam mara bahaya”, Dan telah berkata sebagian Ulama’ ahli hikmah “ Didalam Hizib Bahr terkandung Asmaul ‘Adzom dan Rahasia Isim Jami’ Kabir ( isim keseluruhan yg maha Agung )
Telah berkata penyusun Hizb Bahr ini yaitu Syeikh Al-Imam Al-Qutub Abu Hasan Asy-Syadzili R.A “ Hizb Bahr terkandung di dalamnya rahasia2 untuk melapangkan segala macam kesusahan dengan Lathoif al-Ghuyub ( Kelembutan2 Alam Ghaib ), Tidaklah Hizb ini dibaca di suatu tempat kecuali tempat tsb akan selamat dari berbagai macam penyakit, dan terjaga dari kejadian2 yg tidak menyenangkan, Untuk pembacanya akan masuk pada dirinya rahasia2 Syafiyyah ( kesembuhan / obat ) dan akan masuk pada pembacanya Anwar As-Shofiyyah ( cahaya2 yg jernih serta terang benderang ), Barang siapa yang senantiasa membacanya setiap hari 1 x, ketika terbit matahari, Niscaya Alloh S.W.T akan senantiasa melaksanakan semua permohonannya ( Do’a nya ), dilapangkan dari segala kesusahannya, di angkat derajatnya, Dipenuhi hatinya dengan Ilmu Tauhid, Dimudahkan segala urusannya, dimudahkan setiap kesukarannya, Senantiasa dijaga dari kejahatan Manusia dan Jin, Di amankan dari segala kejahatan malam dan siang, dan tidaklah seseorang yg melihat kepadanya kecuali dia akan dicintai oleh orang yg melihatnya, Dan apabila Hizb Bahr ini dibaca rutin setelah selesai Sholat fardhu 1 x, Maka Alloh S.W.T akan membuatnya Kaya Raya, Dimudahkan kepadanya sebab2 kebahagiaan pada semua gerakannya dan diamnya, Dan barang siapa yg membacanya pada hari Jum’at maka Alloh S.W.T akan meletakkan kecintaannya di setiap hati manusia”
Tata cara mengamalkan Hizib Bahr
1. Berpuasa 7 hari yg dimulai hari Minggu
2. Berbuka dengan tidak memakan makanan yg bernyawa
3. Membaca Hizib Bahr tiap selesai Sholat Fardhu 3 x
4. Tiap malam membaca Hizib Bahr 11 x
5. Dibaca secara Istiqomah selesai puasa tiap hari 1 x
Untuk dilaksanakan semua hajat hajat apasaja Hizib Bahr cukup dibaca 3 x, dengan Niat yg di khususkan ( Niatnya apa saja tergantung keinginan anda )
Sebelum membaca Hizib Bahr terlebih dahulu memberikan Hadiah Surat Alfatihah kepada :
1. Syeikh Al-Imam Al-Qutub Abu Hasan Asy-Syadzili
2. Syeikh Ahmad bin Muhammad Bin ‘Iyadz Asy-Syafi’i
3. Syeikh Al—‘Arif Billah Syihabuddin Ahmad Al-Qorsyi
4. Syeikh Abu Abdillah Muhammad Basyis
5. Syeikh Abu Muhammadin Sholih Ad-Dakaaly Al-Maliky
6. Syeikh Abu Madyan Al-Andalusy Asy-Syibli
7. Syeikh Abi Syuaib As-Sonhaji
8. Syeikh Kabir Al-Walii Abi Muhammad Tanuri
9. Syeikh Sirri As-Saqoti
10. Syeikh Al-Imam Ma’ruf Al-Karkhi
11. Syeikh Dawud At-Tho-i
12. Al-Imam Habibul ‘Azami
Masing 2 nama hadiahkan surat Al-Fatihah 1 x
Inilah Hizb Bahr Yg dimaksud :
Menurut Riwayat Sayyidina ‘Abbas dan sebagian Ulama’ Salafus Sholih ditambah dengan bacaan2 ( Aslinya Hizb Bahr ) di bawah ini :
Membaca Surat Al-Ikhlas
الرَّحِيمِ الرَّحْمنِ اللهِ بِسْمِ
أَحَدٌ كُفُواً لَّهُ يَكُن وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَلِدْ لَمْ اللَّهُ الصَّمَدُ أَحَدٌ اللَّهُ هُوَ قُلْ
Membaca surat Al-Falaq
وَقَبَ إِذَا غَاسِقٍ شَرِّ وَمِن خَلَقَ مَا شَرِّ مِن الْفَلَقِ بِرَبِّ أَعُوذُ قُلْ
حَسَدَ إِذَا حَاسِدٍ شَرِّ وَمِن الْعُقَدِ فِي النَّفَّاثَاتِ شَرِّ وَمِن
Membaca surat An-Nass
الْخَنَّاسِ الْوَسْوَاسِ شَرِّ مِن النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ بِرَبِّ أَعُوذُ قُلْ
النَّاسِ وَ الْجِنَّةِ مِنَ النَّاسِ صُدُورِ فِي يُوَسْوِسُ الَّذِي
مَالِكِ الرَّحِيمِ الرَّحْمـنِ الْعَالَمِينَ رَبِّ للّهِ الْحَمْدُ الرَّحِيمِ الرَّحْمنِ اللهِ بِسْمِ
صِرَاطَ المُستَقِيمَ الصِّرَاطَ اهدِنَــــا نَسْتَعِينُ وإِيَّاكَ نَعْبُدُ إِيَّاكَ الدِّينِ يَوْمِ
الضَّالِّينَ وَلاَ عَلَيهِمْ المَغضُوبِ غَيرِ عَلَيهِمْ أَنعَمتَ الَّذِينَ
Kemudian membaca surat Al-Baqoroh ayat 1 sampai ayat 5
الَّذِينَ لِّلْمُتَّقِينَ هُدًى فِيهِ رَيْبَ لاَ الْكِتَابُ ذَلِكَ ملا الرَّحِيمِ الرَّحْمنِ اللهِ بِسْمِ
يُؤْمِنُونَ والَّذِينَ يُنفِقُونَ رَزَقْنَاهُمْ وَمِمَّا الصَّلاةَ وَيُقِيمُونَ بِالْغَيْبِ يُؤْمِنُونَ
هُدًى عَلَى أُوْلَـئِكَ يُوقِنُونَ هُمْ وَبِالآخِرَةِ قَبْلِكَ مِن أُنزِلَ وَمَا إِلَيْكَ أُنزِلَ بِمَا
الْمُفْلِحُونَ هُمُ وَأُوْلَـئِكَ رَّبِّهِمْ مِّن
Kemudian membaca surat Al-Baqoroh ayat 163
الرَّحِيمُ الرَّحْمَنُ هُوَ إِلاَّ إِلَهَ لاَّ وَاحِدٌ إِلَهٌ وَإِلَـهُكُمْ
Kemudian membaca Surat Al-Baqoroh ayat 255 sampai ayat 257
وَمَا السَّمَاوَاتِ فِي مَا لَّهُ نَوْمٌ وَلاَ سِنَةٌ تَأْخُذُهُ لاَ الْقَيُّومُ الْحَيُّ هُوَ إِلاَّ إِلَـهَ لاَ اللّهُ وَلاَ خَلْفَهُمْ وَمَا أَيْدِيهِمْ بَيْنَ مَا يَعْلَمُ بِإِذْنِهِ إِلاَّ عِنْدَهُ يَشْفَعُ الَّذِي ذَا مَن الأَرْضِ فِي وَلاَ وَالأَرْضَ السَّمَاوَاتِ كُرْسِيُّهُ وَسِعَ شَاء بِمَا إِلاَّ عِلْمِهِ مِّنْ بِشَيْءٍ يُحِيطُونَ الْعَظِيمُ الْعَلِيُّ وَهُوَ حِفْظُهُمَا يَؤُودُهُ
بِاللّهِ وَيُؤْمِن بِالطَّاغُوتِ يَكْفُرْ فَمَنْ الْغَيِّ مِنَ الرُّشْد تَّبَيَّنَ قَد الدِّينِ فِي إِكْرَاهَ لاَ عَلِيمٌ سَمِيعٌ وَاللّهُ لَهَا انفِصَامَ لاَ الْوُثْقَىَ بِالْعُرْوَةِ اسْتَمْسَكَ فَقَدِ
أَوْلِيَآؤُهُمُ كَفَرُواْ وَالَّذِينَ النُّوُرِ إِلَى الظُّلُمَاتِ مِّنَ يُخْرِجُهُم آمَنُواْ الَّذِينَ وَلِيُّ اللّهُ
فِيهَا هُمْ النَّارِ أَصْحَابُ أُوْلَـئِكَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ مِّنَ يُخْرِجُونَهُم الطَّاغُوتُ خَالِدُونَ
Kemudian membaca surat l-Baqoroh ayat 284 sampai ayat 286
تُخْفُوهُ أَوْ أَنفُسِكُمْ فِي مَا تُبْدُواْ وَإِن الأَرْضِ فِي وَمَا السَّمَاواتِ فِي مَا لِّلَّهِ
قَدِيرٌ شَيْءٍ كُلِّ عَلَى وَاللّهُ يَشَاءُ مَن وَيُعَذِّبُ يَشَاءُ لِمَن فَيَغْفِرُ اللّهُ بِهِ يُحَاسِبْكُم
وَكُتُبِهِ وَمَلآئِكَتِهِ بِاللّهِ آمَنَ كُلٌّ وَالْمُؤْمِنُونَ رَّبِّهِ مِن إِلَيْهِ أُنزِلَ بِمَا الرَّسُولُ آمَنَ
وَإِلَيْكَ رَبَّنَا غُفْرَانَكَ وَأَطَعْنَا سَمِعْنَا وَقَالُواْ رُّسُلِهِ مِّن أَحَدٍ بَيْنَ نُفَرِّقُ لاَ وَرُسُلِهِ الْمَصِيرُ
تُؤَاخِذْنَا لاَ رَبَّنَا اكْتَسَبَتْ مَا وَعَلَيْهَا كَسَبَتْ مَا لَهَا وُسْعَهَا إِلاَّ نَفْساً اللّهُ يُكَلِّفُ لاَ
قَبْلِنَا مِن الَّذِينَ عَلَى حَمَلْتَهُ كَمَا إِصْراً عَلَيْنَا تَحْمِلْ وَلاَ رَبَّنَا أَخْطَأْنَا أَوْ نَّسِينَا إِن مَوْلاَنَا أَنتَ وَارْحَمْنَا لَنَا وَاغْفِرْ عَنَّا وَاعْفُ بِهِ لَنَا طَاقَةَ لاَ مَا تُحَمِّلْنَا وَلاَ رَبَّنَا
الْكَافِرِينَ الْقَوْمِ عَلَى فَانصُرْنَا
Kemudian membaca Surat Ali Imran Ayat 1 sampai ayat 4 sampai kalimat furqon( pertengahan ayat 4 )
الْقَيُّومُ الْحَيُّ هُوَ إِلاَّ إِلَـهَ لاَ اللّهُ م لا
وَالإِنجِيلَ التَّوْرَاةَ وَأَنزَلَ يَدَيْهِ بَيْنَ لِّمَا مُصَدِّقاً بِالْحَقِّ الْكِتَابَ عَلَيْكَ نَزَّلَ
الْفُرْقَانَ وَأَنزَلَ لِّلنَّاسِ هُدًى قَبْلُ مِن
Kemudian Membaca Surat Al-Mudatsir ayat 1 sampai ayat 7
فَاهْجُرْ وَالرُّجْزَ فَطَهِّرْ وَثِيَابَكَ فَكَبِّرْ وَرَبَّكَ فَأَنذِرْ قُمْ الْمُدَّثِّرُ أَيُّهَا يَا
فَاصْبِرْ وَلِرَبِّكَ تَسْتَكْثِرُ تَمْنُن وَلَا
Kemudian membaca Surat Al-‘Alaq Ayat 1 sampai ayat 5
الْأَكْرَمُ وَرَبُّكَ اقْرَأْ عَلَقٍ مِنْ الْإِنسَانَ خَلَقَ خَلَقَ الَّذِي رَبِّكَ بِاسْمِ اقْرَأْ
يَعْلَمْ لَمْ مَا الْإِنسَانَ عَلَّمَ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
Kemudian membaca Surat Ar-Rahman Ayat 1 sampai ayat 27
بِحُسْبَانٍ وَالْقَمَرُ الشَّمْسُ الْبَيَانَ عَلَّمَهُ الْإِنسَانَ خَلَقَ الْقُرْآنَ عَلَّمَ الرَّحْمَنُ
تَطْغَوْا أَلَّا الْمِيزَانَ وَوَضَعَ رَفَعَهَا وَالسَّمَاء يَسْجُدَانِ وَالشَّجَرُ وَالنَّجْمُ
وَضَعَهَا وَالْأَرْضَ الْمِيزَانَ تُخْسِرُوا وَلَا بِالْقِسْطِ الْوَزْنَ وَأَقِيمُوا الْمِيزَانِ فِي
وَالرَّيْحَانُ الْعَصْفِ ذُو وَالْحَبُّ الْأَكْمَامِ ذَاتُ وَالنَّخْلُ فَاكِهَةٌ فِيهَا لِلْأَنَامِ
الْجَانَّ وَخَلَقَ كَالْفَخَّارِ صَلْصَالٍ الْإِنسَانَ خَلَقَ مِن تُكَذِّبَانِ رَبِّكُمَا آلَاء فَبِأَيِّ
الْمَغْرِبَيْنِ وَرَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ رَبُّ تُكَذِّبَانِ رَبِّكُمَا آلَاء فَبِأَيِّ نَّارٍ مَّارِجٍ مِن مِّن
يَبْغِيَانِ لَّا بَرْزَخٌ بَيْنَهُمَا يَلْتَقِيَانِ الْبَحْرَيْنِ مَرَجَ تُكَذِّبَانِ رَبِّكُمَا آلَاء فَبِأَيِّ
تُكَذِّبَانِ رَبِّكُمَا آلَاء فَبِأَيِّ وَالْمَرْجَانُ اللُّؤْلُؤُ مِنْهُمَا يَخْرُجُ تُكَذِّبَانِ رَبِّكُمَا آلَاء فَبِأَيِّ
تُكَذِّبَانِ رَبِّكُمَا آلَاء فَبِأَيِّ كَالْأَعْلَامِ لْبَحْرِ افِي الْمُنشَآتُ الْجَوَارِ وَلَهُ
وَالْإِكْرَامِ الْجَلَالِ ذُو رَبِّكَ وَجْهُ وَيَبْقَى فَانٍ عَلَيْهَا مَنْ كُلُّ
Membaca Tasbih 3 x ( Subhana Robiyal ‘Adzimi 3x ), kemudian membaca :
Surat Al-Hadid ayat 1 sampai ayat 6
الْحَكِيمُ الْعَزِيزُ وَهُوَ الْأَرْضِ فِي وَمَا السَّمَاوَاتِ فِي مَا لِلَّهِ سَبَّحَ
قَدِيرٌ شَيْءٍ كُلِّ عَلَى وَهُوَ وَيُمِيتُ يُحْيِي وَالْأَرْضِ السَّمَاوَاتِ مُلْكُ لَهُ
عَلِيمٌ شَيْءٍ بِكُلِّ وَهُوَ وَالْبَاطِنُ وَالظَّاهِرُ وَالْآخِرُ الْأَوَّلُ هُوَ
مَا يَعْلَمُ الْعَرْشِ عَلَى اسْتَوَى ثُمَّ أَيَّامٍ سِتَّةِ فِي وَالْأَرْضَ السَّمَاوَاتِ خَلَقَ الَّذِي هُوَ وَهُوَ فِيهَا يَعْرُجُ وَمَا السَّمَاء مِنَ يَنزِلُ وَمَا مِنْهَا يَخْرُجُ وَمَا الْأَرْضِ فِي يَلِجُ
بَصِيرٌ تَعْمَلُونَ بِمَا وَاللَّهُ كُنتُمْ مَا أَيْنَ مَعَكُمْ
لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الأمُورُ
يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَهُوَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Kemudian membaca Surat Al- Hasyr ayat 22 sampai ayat 24
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُصَوِّرُ الْبَارِئُ الْخَالِقُ اللَّهُ هُوَ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
الْحَكِيمُ الْعَزِيزُ وَهُوَ وَالْأَرْضِ السَّمَاوَاتِ فِي مَا لَهُ يُسَبِّحُ الْحُسْنَى الْأَسْمَاء لَهُ
Kemudian membaca Do’a dibawah ini :
Kemudian membaca surat Al-Fath ayat 29
رُكَّعاً تَرَاهُمْ بَيْنَهُمْ رُحَمَاء الْكُفَّارِ عَلَى أَشِدَّاء مَعَهُ وَالَّذِينَ اللَّهِ رَّسُولُ مُّحَمَّدٌ
السُّجُودِ أَثَرِ مِّنْ وُجُوهِهِم فِي سِيمَاهُمْ وَرِضْوَاناً اللَّهِ مِّنَ فَضْلاً يَبْتَغُونَ سُجَّداً فَاسْتَغْلَظَ أَخْرَجَ فَآزَرَهُ شَطْأَهُ كَزَرْعٍ الْإِنجِيلِ فِي مَثَلُهُمْوَ التَّوْرَاةِ فِي مَثَلُهُمْ ذَلِكَ آمَنُوا الَّذِينَ اللَّهُ وَعَدَ الْكُفَّارَ بِهِمُ لِيَغِيظَ الزُّرَّاعَ يُعْجِبُ سُوقِهِ عَلَى فَاسْتَوَى مِنْهُم عَظِيماً وَأَجْراً مَّغْفِرَةً الصَّالِحَاتِ وَعَمِلُوا
Kemudian membaca Rajanya Asmaul’ Adzom
AHUUNUN QOOFUN ADUMMA HAMMA HAA-IN AMIININ حزب اللطف
لسيدي أبو الحسن الشاذلي رضي الله عنه وقدس روحه
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ.

{الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّين إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ} آمين.

اللَّهُمَّ أجْعَل أفْضَلَ الصَّلوَات وأنْمَى البَرَكَات فِي كُلِ الأوقَات عَلى سَيِدْنَا مُّحَمَّدٍ أكْمَل أهْلَ الأرْضِ والسمواتِ، وسلِم عَليهِ يَارَبَّنَا أزكي التَحِيَات في جَميعِ الحَضَرات.

اللَّهُمَّ يَا مَن لُطْفِهِ بخَلْقِهِ شَاملٌ وَخَيِرهِ لعبَادهِ وأصلٌلاتُخْرجني عَن دائرةِ الألطَّاف وآمْنِي مِن كُلِ مَا أخَاف، وكُنْ لِي بلطفِكَ الخَفي الظَاهر يَابَاطِن يَاظاهر.

يا لطِيفُ أسألَكَ وقَايةََ اللطفِ في القَضَا والتَسلِيم مَعَ السلاَمةِ عِندَ نزُولهِ والرِضَا.

اللَّهُمَّ إنَكَ أنْتَ العَلِيمُ بمَا سَبَقَ في الأزْلِ فَحُفَني بلطفِكَ فِيمَا لَمْ يَنزلْ وَفِيمَا نَزَلِ يَا لَطِيفَاً لَمْ يَزلْ. واجعَلني في حِصنِ التَحصِين بِكَ يَا أََّّْوْلُ، يَا مَن إليِه المُلتَجأُ وعَليِهِ المُعَولُ.

اللَّهُمَّ يَا مَن ألقَى خَلقهِ في بَحرِ قضَائهِ وحَكَمَ عَليهِم بحكمِ قهرهِ وابتلائِهِ اجْعَلنِي مِمَن حُمِلَ في سَفِينةِ النجاةِ وقنِي مِن جَميعِ الآفاتِ.

اللَّهُمَّ مَن رَعَتْهُ عَيِنُ عنَايَتَكَ كَانَ مَلطُوفَاً بِهِ في التَقدِير مَحفُوظَاً مَلحُوظَاً بعَيِنِ رعَايِتِكَ يَا قََدِيريَا سَمِيعُ يَا قَرِيبُ يَا مُجِيبُ الدُعَاَ إرْعِنَي بعَينِ رعَايتَكَ يَاخَيرَ مَن رَعَى.

اللَّهُمَّ لُطْفُكَ الخَفِي ألطَفَ مِن أن يُرى وأنْتَ اللَطّيِفُ الذي لَطّفتَ بجَميعِ الوَريَ حَجَبتَ سَرَيَان سِركَ فِي الأكوَان فلاَ يَشْهدَهُ إلاَ أهْلَ المَعْرفَةِ والعَيِان، فَلَمَّا شَهِدُوا سِرَ لُطفِكَ بكُلِ شيءٍ أمِنْوُا مِن سُوءِ كُلِ شَيءٍ فَأشْهَدنِي سِرَ هَذا اللُطفُ الوَاقِي مَا دَاَمَ لُطْفُكَ الدَّاَئِمُ بَاَقِي.

اللَّهُمَّ حُكْمُ مَشِيئَتِكَ فِي العَبِيد لاَ ترَاهُ همَّةَ عَارِفٌ وَلاَ مٌرِيدٌ، لَكِنَّكَ فَتَحتَ لي أبْوُابَ الألطَافَ الخَفِية المَانِعَةُ حصُونِها مِن كُلِ بَليِة، فأدْخِلنِي بلُطْفِكَ تِلكِ الحُصُونُ يَا مَن يَقُولُ للشَيءِ كُنْ فَيَكُونُ.

اللَّهُمَّ أنْتَ اللَطِيفُ بعبَادِكَ لاَسِيَمَّا بأهْلِ مَحَبَتِكَ وَوِدَادِكَ، فبأهْلِ المَحَبَةِ وَالوُدَادِ خُصَّنِي بلطَائِفِ اللُطْفَ يَاجَوَاد.

اللَّهُمَّ اللُطْفُ صِفَتِكَ وَالألْطَافُ خَلقِكَ وَتَنْفِيذُ حُكْمِكَ فِي خَلقِكَ حَقِكَ، ورَأفةَ لُطْفِكَ بالمَخلُوقِينَ تَمنَعَ إسْتقصَاءَ حَقَكَ فِي العَالَمِينَ، وَقَدْ لَطَفْتَ بِى قَبلَ كَوُنِي وأنا للُطْفِ غَيرَ مُحتَاجٌ، أفَتَمْنَعَنِى مِنهُ مَعَ الحَاجَةِ لهُ وأْنْتَ أرْحَمَ الرَاحْمِينَ حَاشَا لُطْفِكَ الكَافِي وَجُودِكَ الوَافِي.

اللَّهُمَّ لُطْفِكَ هُوَ حِفْظَكَ إذَّا رَعِيتَ وَحِفْظَكَ هُوَ لُطْفِكَ إذَّا وَقِيتَ، فأدخْلنِي سُرَادِقَاتِ لُطْفِكَ واضْرب عليّّ أسوَارَ حِفظِكَ.

يَا لَطْيِفٌ أسأَلَكَ اللُطفَ ابَدا، يَا حَفِيظٌ قِني السِوىَ وَشَرَ العِدا يَا لَطْيِفٌ مَن لعَبدِكَ العَاجزُ الخَائفُ الضَّعِيفُ. ثلاثا.

اللَّهُمَّ كَما لَطَفَْتَ بِي قَبلَ سُؤَالي وَكَوْنِي، كُن لِي لاَعَليَّّ يَا أمنِي وَعَوْنِى ثلاثا.

{اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ العَزِيز} آنِسَنِي بِلُطفِكَ يَا لَطِيف أُنْس الْخَائِف فِي حَالِهِ الْمُخِيف، تَأَنَستُ بِلُطفِكَ يَالَطِيف، وَوْقِيتُ بِلُطفِكَ الْرَديَ وَتَحَجَبتُ بِلُطفِكَ مِن الْعِدا يَالَطِيفُ يَاحَفيظُ {بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَّجِيدٌ فِي لَوْحٍ مَّحْفُوظٍ} نََجَوْتُ مِن كُلِّ خَطبٍ جَسيمُ بِقَوْلِ رَبِّيَ {وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ} سَلَِمتُ مِنْ كُلِّ شَّيْطَانٍ وَحَاسِدٍ بِقَولِ رَبِّي {وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ} كُفِيتُ كُلَّ هَمٍ فِي كُلِّ سَبيلٍ بِقَولي حَسْبيَ اللهُ وَنَعْمَ الْوَكِيلُ {اللّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ} {لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ} {اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ} {لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ} {لإيلافِ قُرَيْشٍ إِيلافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاء وَالصَّيْفِ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ} وَاكْتَفَيتُ ب كهيعص وَاحْتَمَيتُ ب حم عسق وَقَولُهُ الْحَق وَلَهُ الْمُلكُ، سَلامٌ قَوْلاً مِن رَّبٍّ رَّحِيمٍ.

Hizb Nasr

حِزْبُ النـَّصـْرِ المُبـَارَكِ
لِسـَيـِّدي أبـِي الحـَسـَنِ الشـَّاذلـِي
بـِـسْـمِ اللهِ الرَّحمـنِ الرَّحـيمِ
اللهـُمَّ بـِسَطـْوَةِ جَبـَروتِ قـَهـْرِكَ وبـِسُرْعـَةِ إغـَاثـَةِ نـَصـْرِكَ وَبـِغِـيرَتـِكَ لإنـْـتـِهـَاكِ حُرُمَـاتِكَ وَبـِحـِمَايَتِكَ لِـمَن إحـْـتـَمـَى بـِآياتِكَ أسألـُكَ يا اللهُ يَا سَميعُ يَا قـَريبُ يَا مُجـِيبُ يَا سَريعُ يَا مُنـْتـَـقِمُ يَا شـَديدَ البَـطـْشِ يَا جَبََّارُ يَا قـَهـَّارُ يَا مَنْ لا يُعْـجـِزُهُ قـَهـْرُ الجَبـَابـِرَةِ ولا يَعْظـُمُ عـَلـَيْهِ هَلاكُ المُتـَمَرِّدَةِ مِنَ المُلوكِ والأكـَاسِرَةِ أن تـَجْـعَلَ كـَيـْدَ مَنْ كـَادَنِي في نـَحْرِهِ وَمَكـْرَ مَنْ مَكـَرَ بي عَـائِداً عَليهِ وَحُـفـْرَة مَنْ حَفـَرَ لي وَاقِعاً فيها وَمَنْ نـَصَبَ لي شـَبـَكـَة الخَدَاعِ إجْعَلـْهُ يا سَيِّدي مُسَاقاً إليها وَمُصَـاداً فيها وَأسِيراً لـَدَيْهـَا اللهُمَّ بـِحَقِّ كـهيعص إكـْـفِـنـَا هَمَّ العِدا وَلـَقـِّهـِمْ الرَّدَى وَإجْعـَلهُمْ لِكـُلِّ حَبيبٍ فِداً وَسَلـِّط عَلـَيـْهـِمْ عَاجـِلَ النـِّقـْمـَةِ في اليَوْمِ والغـَدِ. اللهُمَّ بَدِّدْ شـَمْلـَهـُمْ، اللهُمَّ فـَرِّق جَمْـعَـهـُم اللهُمَّ أقـْلِلْ عَدَدَهـُمْ، اللهُمَّ فـُلَّ حَدَّهُمْ، اللهُمَّ إجْعَلْ الدَّائِرَة عَلـَيـْهـِمْ اللهُمَّ أرْسِلْ العَذابَ إليهـِمْ، اللهُمَّ أخـْرِجْـهـُمْ عَنْ دَائِرَةِ الحِلـْمِ وَإسْـلـُبـْهـُمْ مَدَدَ الإمْـهـَالِ وغـُلَّ أيْديَهـُمْ وإرْبـِط عَلـَى قـُلوبـِهـِمْ ولا تـُبـَلـِّغـْهـُمْ الآمال، اللهُمَّ مَزِّقـْهـُمْ كـُلَّ مُمَزَّقٍ مَزَّقـْـتـَهُ لأعْدَائِكَ إنـْـتِصـَاراً لأنـْبـِيائِكَ وَرُسُـلِكَ وَأولِيائِـكَ اللهُمَّ إنـْـتـَصِرْ لنا إنـْـتـِصَـارَكَ لأحْبـَابـِكَ على أعْدَائِكَ، اللهُمَّ لا تـُمَكـِّنْ الأعْداءَ فينا ولا تـُسـَلـِطـَهـُمْ عَـلـَيْـنـَا بـِذنوبـِنـَا حم حم حم حـــم حم حم حم حُـمَّ الأمْرُ وَجَاءَ النـَصـْرُ فـَعـَلينـْا لا يـُنـْصـَرون حمعسق حِمَايَتـُنـَا مِمَّا نـَخـَافُ، اللهُمَّ قـِنـَا شـَرَّ الأسْواءِ ولا تـَجْعـَلنـَا مَحـَلاً للبـَلـْواءِ، اللهُمَّ أعْطِنـَا أمَلَ الرَّجَاءِ وَفـَوْقَ الأمَلِ يَا هُوَ يَا هُوَ يَا هُوَ يَا مَنْ بـِفـَضْـلِهِ لِفـَضْلِهِ نـَسْألْ – نـَسْألـُكَ العَجـَلَ العَجَلَ إلهي الإجَابَة الإجَابَة يَا مَنْ أجَابَ نـُوحاً في قـَوْمِهِ يَا مَنْ نـَصَرَ إبْراهِيمَ عَلى أعْدائِهِ يَا مَنْ رَدَّ يُوسُفَ على يَعْـقوب يَا مَنْ كـَشـَفَ ضـُرَّ أيُّوبَ يَا مَنْ أجَابَ دَعْوَةَ زكـَرِيَّا يَا مَنْ قـَبـِلَ تـَسـْبيحَ يُونـُسَ بـِنْ مَتـَّى نـَسْـألـُكَ بـِأسْرارِ أصْحـَابِ هَذِهِ الدَّعَوَاتِ أنْ تـَقـْبـَلَ مَا بـِهِ دَعَوْنـَاكَ وأنْ تـُعْطِينـَا مَا سَألناكَ أنـْجـِزْ لنـَا وَعْدَكَ الذي وَعَدْتـَهُ لِعِـبَادِكَ المُؤمِنين لا إلهَ الا أنـْتَ سُبْحَانـَكَ إني كـُنـْتُ مِنَ الظـَّالِمِينَ إنـْـقـَطـَعـَتْ آمَالـُنـَا وَعِزَّتِكَ الا مِنـْكَ وَخـَابَ رَجَاؤُنـَا وَحَـقِـكَ الا فيكَ.
إنْ أبْطـَأتْ غـَارَةُ الأرْحَامِ وإبْـتـَعـَدَتْ فـَأقـْرَبُ السَّيْرِ مِنـَّا غـَارَةُ اللهِ
يا غـَارَةَ اللهِ جـِدِي السـَّيـْرَ مُسْرِعَة في حَلِّ عُـقـْدَتـِنـَا يَا غـَارَةَ اللهِ
عَدَتْ العَادونَ وَجَارُوا وَرَجَوْنـَا اللهَ مُجـيراً
وَكـَفـَى باللهِ وَلـِيـَّا وَكـَفـَى باللهِ نـَصِيراً
حَسْبـُنـَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيلُ – ثلاثا
ولا حَوْلَ ولا قـُوَةَ الا باللهِ العَليِّ العَظِيمِ إسْـتـَجـِبْ لـَنـَا آمين – ثلاثا
فـَقـُطِعَ دَابـِرُ القـَوْمِ الذينَ ظـَلـَمُوا والحَمْدُ لِلهِ رَبَّ العَالـَمينَ ولا حَوْلَ ولا قـُوَّةَ الا باللهِ العَلِيّ العَظِيمِ
وَصَـلـَّى اللهُ عَـلـَى سَيـِّدِنـَا مُحَمَّدٍ النـَّبـِيّ الأمِيِّ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبـِهِ وَسَـلـَّمَ

Shalawat Asy-Syadzily
Shalawat ini bersumber dari Sayyid Abû Al-Hasan Asy-Syadzili Beliau membuka hizb-nya, Al-Luthf dengan sha-lawat ini.

Artinya: “Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Zat Muhammad yang halus dan tunggal; matahari, langit, rahasia tempat pemunculan cahaya; pusat peredaran kebesaran; dan kutub falak keindahan.
Ya Allah dengan rahasianya di sisi-Mu dan dengan perjalanannya kepada-Mu amankanlah rasa takutku; kurangilah kesalahanku; lenyapkanlah kesedihan dan ke-tamakanku; dan jadilah penolongku. Bawalah aku kepada-Mu, karunialah aku fana terhadapku, dan janganlah Engkau jadikan diriku mendapat cobaan dari nafsuku. Singkapkanlah bagiku semua rahasia yang tersembunyi, duhai Tuhan Yang Maha hidup dan Maha mandiri.”

Shalawat Nur Dzati

اللهم صل وسلم و بارك علي سيدنا معمد النور الذات و السر الساري في سائر الاسماء و الصفات و علي اله وصعبه و سلم

” ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM WA BAARIK ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN NUURIDZAATI WASSIRRIS SAARIY FII SAA’IRIL ASMAA’I WASH-SHIFAATI WAA’ALA ALIHII WASHOHBIHI WASALLIM.”

Sebelum membaca Shalawat terlebih dahulu di buka dengan membaca :

“Allahamdulillaahilladzii Arsala Ilaina Faatihut Dauratil Kulliyyatir Rabba Niyyatil Qudziyyati”

Dan ditutup dengan kalimat :“Al Anbariyyatin Nadiyyatil Maskayatil Khaash-shatil Muhammadiyyatil Kaamlati Makmalati Ahadyyati”

Abdul Wahab As Sya’rani berkata : Syeikh Abul Hasan Asy Syadzili adalah termasuk diantara mereka (para wali) Beliau banyak menerima dan menyimpan petuah-petuah yang disampaikan oleh Abul Wafa’.

Diantara karyanya adalah kitab “Af Faiqah Liddiniyah”. Kitab ini berisi tatacara untuk memperoleh bermacam-macam ilmu. Kitab ini amat gamblang (jelas) isinya, bahkan karena kehebatannya, tidak ada karya satupun yang dapat menandinginya.

Dijelaskan, Abul Hasan Asy-syadzili termasuk orang yang paling sering berjumpa dengan Rasulullah s.a.w.

pada suatu ketika beliau bertemu dengan Rasulullah s.w.a. beliau mengatakan kepada Rasulullah s.a.w. sesusungguhnya banyak orang mendustakan aku, jika aku menjelaskan kebenaran pertemuanku denganMu. Jawab Rasulullah : demi kemuliaan Allah dan keagungan-Nya, orang yang tidak mempercayaimu, atau mendustakanmu, ia tidak akan mati kecuali dengan cara Yahudi atau nasrani atau majusi.

Lalu beliau berkata : Wahai Rasulullah, allah melipat gandakan 10 shalawat bagi orang yang membaca shalawat atasmu hanya sekali, apakah hal itu terbatas terhadap orang yang menghadirkan hatinya saja?.

Jawab Rasulullah : Bahkan hal itu juga diperuntukkan juga bagi orang yang membaca shalawat atasku meskipun ia melupakan aku, dan Allah memberikan semaksimal gunung, dan para Malaikat ikut mendoakannya dan memohonkan ampunan baginya. Adapun yang menghadirkan hatinya, maka balasannya tidak diketahui kecuali Allah sendiri.
Beliau berkata, Suatu ketika aku membaca : “Muhammadun Basyarun Laa Kalbasyari, Bal Huwa Yaquut Bainal Hajari”

” Muhammad Adalah Manusia tetapi tidak seperti manusia, tetapi dia adalah permata diantara kedua batu”

Malamnya aku bertemu Rasulullah dan berkata padaku ” sesungguhnya Allah telah mengampuni kamu beserta orang yang mengucapkan kalimat ini bersamamu”. Maka beliau dalam suatu majelis membaca kalimat itu, dan ini terjadi sampai beliau wafat.

Beliau berkata : ” akan sampai kepada kita seseorang yang bernama Muhammad pada hari kiamat. Maka Allah berkata padanya : ‘ mengapa kamu tidak malu jika bermaksiat kepada-Ku, sedang namamu menggunakan nama kekasihku (Muhammad), tetapi (meskipun begitu) Aku malu menyiksamau karena namamu menggunakan nama kekasih-ku. Pergilah, masuklah ke surga”.

اللَّهُمَّ بِحَقِ هَذِهِ الأسْرَار قِني الشَرَ وَالأشْرَار وَكُلَّ مَا أنتَ خَالِقَهُ مِن الأكدَار، يَا مَن يَكْلَؤُكُنا بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِبِحَقِ كِلاَءَةِ رَحْمَّانِيتَكَ إكْلأنِيَ وَلاَتَكِلني إلِى غَيرِ إحَاطَتِكَ رَبِّى هَذا ذُلَ سْؤَالي بِبَابِكَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَبِكَ

Misi Nabi Isa As Di Akhir Zaman


Masih banyak muslim yang tidak tahu bahwa salah satu ajaran Islam ialah meyakini bakal turunnya kembali Isa ‘alaihis-salam menjelang datangnya Hari Kiamat di Akhir Zaman. Bahkan ada yang mengingkarinya dengan alasan bahwa ini merupakan ajaran kaum Nasrani yang telah disusupkan ke dalam ajaran Islam. Padahal terdapat cukup banyak hadits shahih dari Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم yang membenarkan bakal turunnya kembali Isa ‘alaihis-salam. Lalu apa yang akan beliau kerjakan ketika beliau kembali ke dunia turun dari langit? Apa sajakah misi beliau kelak di Akhir Zaman tersebut?

Suatu hal yang pasti, kedatangan kembali Isa ‘alaihis-salam kelak bukanlah untuk membawa ajaran baru, apalagi membenarkan ajaran Nasrani alias Kristen. Justeru kehadiran beliau kelak adalah untuk membenarkan dan mengokohkan ajaran yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم yaitu ajaran dienullah Al-Islam. Isa ‘alaihis-salam bahkan akan mengajak kaum Yahudi dan Nasrani (baca: Ahli Kitab) untuk masuk Islam. Dan ajakan beliau ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Ahli Kitab untuk bertaubat. Bila mereka menyambut baik ajakan beliau, maka mereka bakal diperlakukan sebagai saudara seiman Isa ‘alaihis-salam dan segenap kaum muslimin. Namun bila mereka menolak, maka Isa ‘alaihis-salam berhak untuk membunuh mereka.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ

النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

لَيْسَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ يَعْنِي عِيسَى

وَإِنَّهُ نَازِلٌفَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ

رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ

وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ

كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ

فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الْإِسْلَامِ

فَيَدُقُّ الصَّلِيبَوَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ

وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ

الْمِلَلَ كُلَّهَاإِلَّا الْإِسْلَامَ

وَيُهْلِكُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ

فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ

أَرْبَعِينَ سَنَةً ثُمَّ يُتَوَفَّى

فَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada Nabi antara aku dan dia -maksudnya Isa-. Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah. Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi ataupun pendek), berkulit merah keputih-putihan, mengenakan kain berwarna kekuningan. Seakan rambut kepala menetes meski tidak basah. Ia akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, ia memecahkan salib, membunuh babi dan membebaskan jizyah (pajak). Pada masanya Allah akan membinasakan semua agama selain Islam, Isa akan membunuh Dajjal, dan akan tinggal di dunia selama empat puluh tahun. Setelah itu ia meninggal dan kaum muslimin menshalatinya.” (ABUDAUD – 3766)

Di samping itu, Isa ‘alaihis-salam juga ditugaskan untuk membantu Al-Mahdi (pemimpin ummat Islam di Akhir Zaman) untuk memerangi puncak fitnah (ujian), yaitu Fitnah Ad-Dajjal. Malah berdasarkan hadits shahih di atas Isa ‘alaihis salam bakal memerangi segenap manusia demi tegaknya ajaran Al-Islam. Sehingga dengan izin Allah سبحانه و تعالى segenap manusia bakal memeluk agama Islam sampai dihapuskannya kewajiban membayar jizyah (pajak yang dikenakan khusus kepada kaum non-muslim yang hidup di bawah pemerintahan Islam).

Selain itu Isa ‘alaihis-salam juga bertugas memecahkan salib. Mengapa? Karena salib telah menjadi fitnah bagi kaum Nasrani yang meyakini bahwa Isa telah mati disalib, padahal sejak limabelas abad yang lalu Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa Isa ‘alaihis-salam tidaklah mati di tiang salib. Tetapi ada seorang lelaki yang diserupakan wajahnya dengan beliau yang telah mati di tiang salib tersebut. Allah سبحانه و تعالى berfirman:

وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ

وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ

وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ

لَفِي شَكٍّ مِنْهُ

مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ

إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

“…padahal mereka tidak membunuhnya (Isa ‘alahis-salam) dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (QS An-Nisa 157)

Lalu kemana perginya Nabiyullah Isa ‘alaihi-salam pada saat kejadian itu? Kembali Al-Qur’an menjelaskan dengan gamblang:

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS An-Nisa 158)

Jadi, apa yang telah dialami Nabiyullah Isa ‘alahis-salam mirip dengan apa yang telah dialami Nabiyullah Muhammad صلى الله عليه و سلم pada saat malam Isra wal-Mi’raj. Perbedaannya hanyalah bahwa pada malam itu Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم di-Mi’raj-kan oleh Allah سبحانه و تعالى hanya satu malam, berangkat lepas Isya dan kembali menjelang Fajar. Sedangkan Nabi Isa ‘alahis-salam di-Mi’rajkan oleh Allah سبحانه و تعالى dua-ribuan tahun yang lalu dan hingga sekarang belum diturunkan kembali ke bumi ini. Beliau baru akan turun ketika Allah سبحانه و تعالى taqdirkan beliau turun, yaitu pada saat terjadinya Huru-Hara Akhir Zaman ketika sudah diutusnya Al-Mahdi (pemimpin ummat Islam) ke tengah-tengah ummat manusia dan keluarnya Ad-Dajjal (puncak fitnah Sang Penebar kekacauan, kesesatan dan kerusakan). Apakah hal seperti ini mustahil dilakukan oleh Allah سبحانه و تعالى ? Sudah barang tentu tidak. Allah سبحانه و تعالى Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Selain itu Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم juga mengatakan bahwa Isa ‘alaihis-salam bakal turun kelak untuk membunuh babi. Mengapa demikian? Karena babi telah menjadi fitnah bagi kaum Nasrani yang meyakni bahwa babi merupakan hewan yang halal dimakan, padahal Islam telah mengharamkannya bahkan memandangnya sebagai hewan menjijikkan yang mengandung najis berat. Namun di bawah peradaban modern -yang dikomandani oleh peradaban barat yang didominasi oleh nilai-nilai masyarakat Kristen- maka dewasa ini babi tidak saja dipandang halal, tetapi ia telah dianggap sebagai hewan yang lucu dan oleh karenanya manusia pantas berakrab-akrab dengannya. Coba saja lihat berbagai filem kartun barat bagaimana mereka menjadikan babi sebagai sosok yang cute, friendly and kind (imut-imut, bersahabat dan baik hati). Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

قُلْ لا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ

مُحَرَّمًاعَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ

إِلا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ

دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ

لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ

“Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor.” (AL-An’aam 145)

Sesudah memenuhi segenap tugasnya, maka damailah dunia dengan tegaknya keadilan berdasarkan dienullah Al-Islam dan kesejahteraan dinikmati segenap manusia hingga tidak ada lagi yang bisa bersedekah karena tidak ada orang yang perlu dengan sedekah. Semua orang telah mencapai kekayaan hatinya.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ

لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ

حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ

وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَوَيَضَعَ الْجِزْيَةَ

وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ

Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Demi Dzat yang jiwaku dalam genggamanNya, sungguh tiada lama lagi akan segera turun Ibnu Maryam (Isa Alaihissalam) yang akan menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan jizyah dan harta benda melimpa ruah sehingga tidak ada seorangpun yang mau menerimanya”.(BUKHARI – 2070)

تَصَدَّقُوا فَإِنَّهُ يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ

يَمْشِي الرَّجُلُ بِصَدَقَتِهِ

فَلَا يَجِدُ مَنْ يَقْبَلُهَا يَقُولُ الرَّجُلُ

لَوْ جِئْتَ بِهَا بِالْأَمْسِ

لَقَبِلْتُهَا فَأَمَّا الْيَوْمَ

فَلَا حَاجَةَ لِي بِهَا

“Bersedakhlah kalian, karena akan datang masa di mana seorang membawa sedekahnya namun tidak menemukan orang yang mau menerimanya. Orang yang akan diberikan berkata: ”Seandainya kamu datang kemarin, niscaya aku mau menerimanya, sekarang aku sudah tidak butuh lagi.” (HR Bukhary)

Kemudian Isa ‘alahis-salam akan tinggal di dunia sehingga tibalah saat ajalnya dimana beliau kemudian disholatkan oleh kaum muslimin.

Ya Allah, limpahkanlah salawat dan salam-Mu kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم dan segenap Nabi-Nabi-Mu yang lainnya, khususnya Nabiyullah Isa ‘alaihis-salam. Dan kumpulkanlah kami kelak bersama mereka di akhirat di dalam jannah-Mu. Amiin ya Rabbal ‘aalamiin.

Tahniah Tuanku…


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Tahniah dari kami hamba rakyat diatas giliran Tuanku berdua sebagai DYMM YDP Agong Malaysia dan DYMM TYDP Agong Malaysia penggal berikutnya…..tahniah juga buat rakyat Kedah Darul Aman dan rakyat Kelantan Darul Naim atas giliran Sultan dan yang Di Pertuan Negeri masing masing. Daulat Tuanku, Allahu Akbar…

PERJANJIAN 1909 ANTARA INGGERIS DENGAN SIAM SERTA LATAR BELAKANGNYA


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


PERJANJIAN 1909 ANTARA INGGERIS DENGAN SIAM SERTA LATAR BELAKANGNYA
Oleh: J Chandran. UKM

Satu peristiwa yang merupakan tanda yang panting dalam perkembangan sejarah moden Malaysia adalah Perjanjian 1909 antara Siam dengan Inggeris yang memisahkan empat buah negeri Melayu di Utara Semenanjung daripada naungan Siam dan mengikatkan mereka dengan jajahan British, Mulai 1909 sempadan di antara Siam dengan Malaysia telah ditentukan dengan cara kebetulan sahaja dan sehingga ini sempadan itu merupakan suatu soal yang besar maknanya dalam sejarah moden Malaysia. Kajian ini tidak bertujuan untuk meneliti samada sempadan itu munasabah atau tidak. Sebaliknya perkara yang akan lebih dititik-beratkan adalah kedudukan dan kesan Perjanjian 1909 itu didalam konteks dasar imperialis British dirantau ini sebelum Perang Dunia Pertama.
Kebanyakan buku-buku sejarah yang menyebut tentang Perjanjian 1909 itu memperlihatkan perkembangan dasar penjajahan Inggeris di Semenanjung Melayu sebagai satu proses yang bersambungan mulai daripada 1874. Malah mengikut pentafsiran beberapa ahli-ahli sejarah perluasan jajahan Inggeris yang berlaku pada 1909 hanya merupakan puncak dari usaha-usaha Kerajaan Penjajahan di Tanah Melayu sejak 1874 untuk dapat menarnpung seberapa banyak negeri Melayu di dalam satu kawasan jajahan yang luas serta bersatu. Pentafsiran-pentafsiran yang demikian biasanya mengambil perhatian tentang betapa pentingnya peranan Siam di dalam hal ini semata-mata kerana pada masa itu setiap negeri Melayu yang terletak kesebelah Utara Negeri Melayu Bersatu itu adalah terkandung didalam kawasan-kawasan Siam. Seringkali terdapat juga di dalam perbincangan mengenai perkara tersebut sedikit-sebanyak yang menyentuh tentang hubungan diantara Inggeris dengan Perancis sebelum 1909 yang dikatakan memudahkan Perjanjian 1909 diantara Inggeris dengan Siam itu. Maka, memandang dari sudut keadaan antarabangsa, khasnya dari segi kedudukan hubungan diantara Inggeris dengan Perancis menjelang 1909, kesempatan untuk Inggeris mencapai matlamatnya di Utara Semenanjung Melayu adalah sangat baik. Namun demikian kajian ini akan menggambarkan bagaimana tujuan-tujuan dasar British di kawasan Negeri-negeri Melayu Utara itu telah pun diawasi serta dipelihara lebih awal lagi. Selain daripada itu kertas ini akan menegaskan bahawa sebenarnya Persetujuan di antara Inggeris dengan Perancis pada 1904 tidak merupakan punca bagi Perjanjian 1909 yang berikutan, malah kedua-dua kuasa imperialis itu memang telah bersetuju akan kepentingan masing-masing dikawasan-kawasan yang tertentu sejak 1896.
Sejak Inggeris menakluki Hulu Burma pada 1886 dan meluasnya jajahan Perancis di Annam dan Tongking, satu persaingan yang hebat diantara kedua-dua kuasa imperialis itu telah berlaku. Pertandingan peluasan pengaruh masing-masing mula tiba kepuncaknya pada 1893 manakala Perancis dapat mencapai matlamat-matlamatnya di Laos dan kawasan-kawasan sebelah timur Sungai Mekong dengan cara menggunakan kekerasan atas Kerajaan Siam, Pada masa itu kepentingan Inggeris dirantau Asia Tenggara, terutama sekali di T’anah Besarnya, tertumpu kepada dua kawasan: di sebelah timur laut Burma dan di Selatan China, khasnya diwilayah Yunnan; dan yang kedua, di Negeri Melayu Utara sehingga Genting Kra. Di kedua kawasan tersebut Kerajaan British mempunyai beberapa kepentingan seperti perdagangan dan stratejik. Sementara itu dasar jajahan Inggeris juga telah berubah akibat peluasan Empayarnya yang agak berselerak. Kerajaan British pada tahun 1890an enggan memperluaskan Empayar British kerana adanya banyak masalah yang berkaitan dengan peluasan itu, Maka seorang negarawan British pada masa itu, Lord Salisbury yang juga menjadi Perdana Menteri merangkap Setiausaha Luar Negeri, memegang kuat pada dasar liberal supaya dapat rnengatasi masalah diplomatik dengan mengadakan persetujuan dengan negeri-negeri asing, Berbanding dengan dasar Salisbury yang tidak agresif, Perancis masih lagi terlibat dalarn perjuangan jajahan dan hanya menunggu kesempatannya untuk menakluki lebih banyak lagi kawasan buru terutama sekali di Tanah Besar Asia Tenggara Matlamat pertama Perancis adalah penaklukan Kerajaan Siam supaya tanah jajahan Indochina Perancis dapat diperluaskaa. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan itu Inggeris mula menjalankan rundingan dehgan Perancis pada 1895 untuk mengatasi masalah Siam itu tanpa sebarang pergolakan, Tujuan Inggeris di dalam rundingan tersebut semata-mata untuk menghindari Perancis daripada memansuhkan kebebasan dan kedaulatan Kerajaan Siam, akan tetapi kedua kuasa imperialis itu memang sedar akan kepentingan masing-masing dikawasan Siam yang berhampiran dengan jajahan mereka. Maka dalam Pengisytiharan Inggeris-Perancis pada 15hb Januari, 1896 mereka dapat memelihara kepentingan masing-masing serta mengelakkan penghapusan Kerajaan Siam. Dalam Pengisytiharan 1896 itu dirakamkan beberapa fasal yang ayatnya tidak begitu jelas menerangkan perkaitannya dengan sejarah Negeri Melayu Utara.
Penyelidikan baru-baru ini yang berasaskan surnber Pejabat Luar Negeri Inggeris (Foreign Office), sumber persendirian beberapa orang menteri Inggeris, sumber Pejabat Jajahan India (India Office) dan arkib Kementerian Luar Negeri Perancis (Service des Archives, Ministere des Affaires Etrangeres, Quai d’Orsay, Paris) jelas membuktikan bahawa dua kuasa yang telah menandatangani Pengisytiharan 1896 itu memang memaksudkan persetujuan antara mereka itu supaya meliputi kepentingan masing-masing di Siam Timur dan Siam Selatan jua, Pada surat resminya Pengisytiharan itu hanya menggariskan sempadan kawasan negeri Siam yang akan dianggap sebagai bebas dan berdaulat dan yang tidak akan diresapi oleh kedua kuasa asing itu, Fasal yang lain tidak bersangkut paut dengan soal masadepan atau kebebasan Siam walaupun menyentuh beberapa perkara yang lain yang selama itu telah menjadi punca persaingan diantara Inggeris dengan Perancis, umpamanya, masalah Hulu Sungai Mekong, memang disentuh. Sebetulnya Salisbury bercita supaya perjanjian dengan Perancis itu mengekalkan kebebasan dan kedaulatan Kerajaan Siam keatas seluruh kawasan dan wilayahnya termasuk juga Negeri Melayu Utara. Malahan kerajaan Perancis yang sentiasa dipengaruhi oleh unsur-unsur kolonialnya tidak sanggup rnenyetujui chadangan Salisbury kerana mereka mengharap-harap akan kedudukan Perancis di Indochina meresapi kawasan Timur Siam pada satu masa kelak. Maka Pengisytiharan 1896, walau pun menetapkan kebebesan Kerajaan Siam di dalam kawasan Lembah Sungai Chao Phya, tidak menyentuh sama sekali kedudukan kawasan yang diluarnya. Hingga kini ahli-ahli sejarah tidak dapat menerangkan apakah sebenamya maksud kedua kuasa imperialis itu mengecualikan Siam Timur dan Siam Selatan dalam Pengisytiharan tersebut. Hanya setelah meneliti sumber-sumber baharu yang telah disebutkan tadi sahaja dapat dipastikan bahawa Inggeris dan Perancis “telah bersetuju bahawa kawasan yang tertentu itu dikecualikan daripada jaminan am yang telah pun mereka berikan keatas kebebasan Siam di Lembah Chao Phya Sebetulnya mulai 1896 Inggeris dan Perancis telah mernpraktikan teori baharu bagi kepentingan masing-masing yang bermakna bahawa dikawasan Timur Siam yang berhampiran dengan Indochina, Perancis akan memainkan peranan. sebagai kuasa utama sementara Inggeris pula akan menuntut hak keutamaannya diwilayah Siam Selatan. Oleh yang demikian tidak benar pula jikalau dikatakan hanya pada 1909 sahaja Inggeris dapat mempertahankan kepentingan mereka di Negeri Melayu Utara secara berkesan. Setelah 1896 asalkan Perancis diberi kebebasan pada dasarnya di Siam Timur, Inggeris dapat membuat apa sahaja di Siam Selatan.
Namun bagitu Salisbury yang telah menandatangani Pengisytiharan itu tidak merasa senang hati kerana beliau sangat memikirkan tentang betapa mudahnya sebuah kuasa asing selain daripada Perancis boleh campur tangan dalam hal negeri Melayu itu. Bagi mencapai sebahagian dari tujuannya untuk mententeramkan perasaan Kerajaan Siam terhadap Pengisytiharan 1896 itu dan mengelakkan kemungkinan kuasa asing bertapak di Siam Selatan, Salisbury lalu memulakan rundingan dengan Raja Chulalongkorn agar satu perjanjian terlaksana diantara mereka. Disini perlu ditegaskan bahawa Kerajaan Penjajah Inggeris di Tanah Melayu telah mendesak sejak tahun 1880an supaya kuasa Inggeris diperluaskan ke Negeri Melayu Utara. Sekali pun Foreign Office di London telah menentang rayuan itu. setelah Sir Frank Swettenham menjadi Resident-General yang pertama bagi Negeri Melayu Bersekutu pada 1896, kempen untuk menggabungkan kawasan utara itu dengan jajahan British menjadi semakin rancak. Disamping itu seorang tokoh faham jajahan, Joseph Chamberlain, telah pun dilantik sabagai Setiausaha Hal Tanah Jajahan dan Salisbury menghadapi desakan yang tegas mengenai dasar British di Siam Selatan. Pada akhirnya rundingan Inggeris-Siam menghasilkan sebuah Perjanjian Rahsia pada April 1897. Mengikut Per­janjian tersebut Siam memberi jaminan bahawa ia tidak akan menyerahkan sebarang tanah dikawasan Semenanjung Melayu atau membenarkan kuasa asing menampil kenegeri Melayu Utara. sementara kerajaan Ing­geris pula berjanji akan menolong Siam menentang sebarang kuasa asing yang cuba menceburkan dirinya di kawasan tersebut secara kekerasan atau ketenteraan. Kerajaan Siam juga mengaku bahawa setiap permohonan dari orang asing untuk melombong, meniaga dan sebagainya di Siam Selatan rnestilah dirundingkan terlebih dahulu dengan Kerajaan British sebelum keputusan dibuat. Perlu ditegaskan di sini bahawa Salisbury hanya dapat persetujuan Siam bagi Perjanjian Rahsia itu setelah menjalankan beberapa muslihat, kerana Raja Chulalongkorn sangat enggan memberi peranan yang besar kepada Inggeris diwilayah Selatan. Pada penghujung rundingan Inggeris-Siam Salisbury telah mengugut Chulalongkorn dengan kemungkinan Inggeris tidak akan membantu Siam sekiranya serangan dari Perancis berlaku semula, Oleh yang demikian Siam dengan merasa sedikit keberatan terpaksa bersetuju dengan syarat dalam Perjanjian Rahsia 1897 itu.
Keadaan yang pada akhirnya menyebabkan Kerajaan Inggeris mengkaji semula kepentingannya dikawasan negeri Melayu Utara adalah berkaitan dengan beberapa tanda yang merbahaya yang telah wujud antara tahun 1899 dengan 1902 disekitar Empayarnya, khasnya dirantau Asia Tenggara. Kerajaan Inggeris mula rnerasa bimbang setelah tercetusnya Perang Afrika Selatan pada 1899 dimana penentangan gulungan Boers menjadi begitu hebat hingga sejumlah besar askar Inggeris dicurahkan kekawasan tersebut untuk membasmi pemberontakan itu. Tambahan pula negarawan British memang sedar bahawa selagi kekuatan tentera dan tenaga mereka tertumpu kepada Afrika Selatan, selama itulah kuasa Eropah lain yang sedang menyaingi pengaruh Inggeris diseluruh dunia akan cuba melakukan satu tindakan terhadap kawasan yang terpenhil dalam Empayar British supaya dapat memaksa Inggeris menyetujui kehendak mere­ka yang tertentu dibenua Eropah. Lebih kurang pada penghabisan abad kesembilanbelas juga kedudukan istimewa British di Empayar China telah menghadapi beberapa cabaran daripada kuasa Eropah seperti Rusia, Perancis dan Jerman. Disamping itu, setelah awal 1898 Jerman telah mula tampil ke Empayar China secara kekerasan dan banyak kemungkinan telah timbul bahawa negara lain juga akan berbuat demikian. Maka dengan kata lain kedudukan Inggeris di mana-mana sahaja dalam konteks Empayarnya pada awal kurun keduapuluh telah terancam. Namun begitu Foreign Office Inggeris sungguh khuatir akan Jerman mengambil peluangnya untuk campur tangan dalam hal ehwal negeri Melayu Utara, terutama sekali kerana Tentera Laui Jerman sedang membangun dan mereka sangat memerlukan pelabuhan yang sesuai dimerata dunia untuk menyaingi kuasa lautan Inggeris yang sehingga itu tidak boleh di landing. Ramalan yang tersiar daripada rantau Asia Tenggara pada ketika itu membayangkan keadaan di negeri Melayu Utara sebagai terlalu kucar-kacir dan oleh itu boleh memberi kesempatan yang baik kepada sebuah kuasa asing se­perti Jerman untuk bergerak. Meskipun Kerajaan Inggeris telah menandatangani sebuah perjanjian sempadan dengan Siam pada 1899 yang menggariskan sempadan antara Negeri Melayu Bersekutu bagi satu pihak dan wilayah Siam bagi satu piliak yang lain. Foreign Office di London tidak dapat melupakan soal hubungan di antara Siam dengan negeri Melayu Utara. Mengikut Kerajaan Penjajah di Singapura Siam tidak dapat menakluki negeri Melayu tersebut dengan tegas dan raja-raja Melayu di utara dikatakan pula bersiap untuk memberontak, terutama sekali Raja Patani, Memang benar bahawa pendapat yang wujud dari pihak Inggeris di Semenanjung Melayu bertujuan untuk memperkecil-kecilkan pengaruh Siam dikawasan Melayu Utara, akan tetapi beberapa kebenaran telah pun membuktikan kepada Kerajaan London bahawa sikap Negeri Melayu Utara terhadap Siam adalah bermusuhan. dalam hal ini perlu ditegaskan bahawa Foreign Office Inggeris mengambil berat ter­hadap tindak-tanduk negeri Patani yang dianggap sebagai kuasa yang mempunyai daya utama antara Negeri Melayu Utara.
Perkara yang menyebabkan Inggeris menjadi sungguh khuatir ter­hadap perkernbangan politik di Negeri Melayu Utara adalah kegagalan Perjanjian Ralisia 1897, Pada tahun yang berikutnya Inggeris dan Sian telah berkali berkelahi tentang pelaksanaan Perjanjian tersebut. Disamping itu menurut sumber tempatan semakin ramai orang asing menceburkan diri di dalam perdagangan dan perlombongan di Negeri Melayu Uta­ra secara bersendirian. Meskipun hanya separuh dari mereka itu sahaja yang terdiri dari warganegara Jerman, Kerajaan Inggeris memang mensyaki bahawa Jerman adalah bertanggungjawab atas penambahan perhatian orang asing yang tiba-tiba ditumpukan kepada Negeri Melayu Utara itu, khasnya Kedah, Kelantan dan Trengganu. Pertelingkahan antara Inggeris dengan Siam timbul kerana kebanyakan orang asing itu telah memohon kebenaran untuk melombong dan sebagainya secara langsung kepada raja Melayu sendiri tanpa sebarang permintaan kepada Kerajaan Siam di Bangkok. Tambahan pula Kerajaan Inggeris merasa curiga bahawa Siam tidak setia kepada peraturan dalam Perjanjian Rahsia, malahan pihak Bangkok mungkin membuat persefahaman secara sulit dengan kuasa asing seumpama Jerman, Maka segala kemungkinan itu lalu menyebabkan Kerajaan Inggeris, terutamanya Foreign Officenya, berusaha mencari cara baharu untuk mengatasi keadaan yang tidak menyenangkan di Negeri Melayu Utara pada awal kurun keduapuloh.
Di sini harus diingat juga peranan seseorang individu seperti Setiausaha Luar Negeri baharu di London, Lord Lansdowne. Beliau telah mengambil alih jawatan tersebut setelah pilihan raya 1900. Dalam pilihan raya tersebut Parti Konservatif telah sekali lagi mencapai kejayaan yang besar dan Lord Salisbury telah pun mengundurkan dirinya daripada menjadi Setiausaha Luar Negeri semula walaupun terus memegang jawatan Perdana Menteri. Salisbury adalah lebih tenang dan sabar dalam usaha diplomasinya mungkin kerana beliau sangat berpengalaman. Malah Salisbury sebenarnya tidak begitu khuatir akan keadaan di Negeri Melayu Utara menjadi merbahaya atau meruncing. Akan tetapi Lansdowne tidak sanggup memerhatikan sahaja perjalanan dasar Jerman yang sangat memusuhi Inggeris disekitar dunia dan disamping itu penasihatnya di Foreign Office pula mensifatkan peranan Jerman dirantau Asia Tenggara sebagai nakal. Maka Lansdowne berniat hendak rnengindarkan sebarang tindakan Siam atau Jerman di Negeri Melayu Utara yang mengancam kedudukan dan kepentingan Inggeris.

Dalam usaha yang demikian Lansdowne berpendapat bahawa dasar Inggeris terhadap Siam dikawasan utara Semenanjung Melayu adalah tidak wajar atau sesuai kerana kegagalan Perjanjian Rahsia 1897. Pada hakikatnya perjanjian tersebut tidak mendatangkan sebarang hasil kepada kedua negara yang terlibat dan sebaliknya banyak masalah dalam pelaksanaannya sahaja yang timbul. Kedudukan Lansdowne sangat rumit memandangkan rahsianya Perjanjian 1897 yang tidak membolehkan Ingge­ris menafikannya supaya dasar mereka di Negeri Melayu Utara lebih bebas. Sementara itu Kerajaan Siam sendiri terikat kepada Perjanjian Rahsia itu kerana rnereka memang khuatir akan kuasa asing dapat tahu sejauh mana Siam telah memberi keistimewaan kepada Inggeris diwilayah Selatan. Lansdowne pertama sekali menitik beratkan hubungan antara Inggeris dengan Perancis kerana beliau sedar bahawa peranan Inggeris di Negeri Melayu Utara itu tidak akan terbatas melainkan dengan satu persefahaman yang seluasnya dengan Kerajaan Perancis. Malahan pada awal kurun keduapuluh Lansdowne tidak. melihat sebarang peluang untuk memperbaiki hubungan antara Inggeris dengan Perancis yang agak tegang disebabkan oleh persaingan antara mereka di Mesir, Maghrabi dan Afrika. Pada ketika itu keadaan di Negeri Melayu Utara pula merosot dan menjadi makin buruk akibat tuntutan raja Melayu akan kebebasan mereka daripada kuasa Siam. Kerajaan Siam memang menghadapi banyak kesulitan dalam usahanya untuk memperkuatkuasakan pengaruhnya atas negeri Melayu tersebut dan pada 1902 satu peristiwa yang serius berlaku bilamana askar Siam menahan Raja Patani lalu membawanya ke Bangkok. Setelah Raja Patani digulingkan kempen-kempen kerajaan Penjajah Inggeris di Singapura yang didahului oleh Swettenham naik semangat dan kerajaan London dibanjiri oleh kian banyak desakan memintanya mengambil langkah yang tegas untuk rnempertahankan kepentingan Inggeris.
Secara kebetulan sahaja, pada akhir 1901 kerajaan Perancis telah berunding dengan Siam tentang beberapa masalah antara dua pihak itu di kawasan Siam Timur, Perkembangan tersebut lalu menggalakkan Lansdowne membangkitkan soal negeri Melayu Utara secara langsung dengan Kerajaan Siam. Beliau tidak sanggup menyokong rayuan Swettenham dan rakannya di Singapura supaya menakluki Perlis, Kedah, Patani, Kelantan dan Trengganu kerana sekiranya Inggeris berbuat demikian sudah tentu Perancis pula akan membalas dengan merebut kawasan Siam Timur, Dari segi keperluan stratejik Inggeris, ibukota Bangkok dianggap amat penting dan dasar Inggeris menghendaki tempat itu bebas dari pengaruh Perancis. Oleh kerana matlamat Perancis dikawasan Battambang dan Siemreapo yang terlalu berhampiran dengan Bangkok maka Lansdowne tidak dapat memberi peluang kepada Perancis. Namun demikian Lans­downe menyedari bahawa setelah pergolakan antara Siam dengan Patani keadaan di Kelantan dan Trengganu mula menjadi tidak tenteram Beliau yakin bahawa sekiranya pentadbiran Siam didua-dua negeri Melayu itu dapat diperbaiki mungkin keadaan akan pulih. Menurut dasar baharu itu Lansdowne telah mengadakan rundinsan dengan wakil Keraiaan Siam di London pada akhir 1901 dengan tujuan memaksa Raja Chulalongkorn supaya melantik Penasihat Am (General Advisers) kepada Raja Kelantan dan Sultan Trengganu. pada mulanya Siam cuba mengganggu rundingan itu akan tetapi setelah Lansdowne menunjukkan sikapnya yang begitu keras dengan lawatan Swettenham ke Kelantan dan Trengganu seolah-olah beliau akan membuat perjanjian secara langsung dengan negeri tersebut. maka Kerajaan Siarn kemudian menerima cadangan Inggeris. Hasil perundingan antara Inggeris dan Siam adalah satu perjanjian yang ditanda-tangani oleh Lansdowne dan Phya Sisahathep, Wakil Khas Siarn, di London pada 5hb Oktober 1902. Menurut perjanjian tersebut Siam bersetuju akan melantik Penasihat Am kepada Raja Kelantan dan Sultan Trengganu akan tetapi perlantikan itu akan dikenakan syarat seperti berikut:

Penasihat tersebut mestilah warganegara British yang sedang bertugas dengan kerajaan Siarn.
Perlantikan mereka mesti dirundingkan dengan pihak Inggeris terlebih dahulu.

Syarat tersebut telah pun dirakamkan dalam balas-membalas nota rahsia diantara Inggeris dengan Siam dan kemudiannya perjanjian yang resmi mengenai soal Penasihat Am telah ditandatangani hanya antara Siam dengan Kelantan kerana Sultan Trengganu menolak perjanjian itu dengan Siam habis-habisan. Perlu ditegaskan disini bahawa Kerajaan Siam telah berusaha kuat melalui diplomasinya untuk mengelakkan syarat rahsia itu dan sebenarnya mereka telah mengadakan rundingan dengan Kerajaan Perancis sebagai satu cara untuk menghindari cita-cita Lansdowne. Walau bagaimana pun pada akhirnya Landsdowne telah rnengatasi muslihat Siam itu dengan keputusannya untuk membincangkan masalah Siam itu secara langsung dengan Kerajaan Perancis. Maka langkah yang demikian itu menyebabkan Siam terpaksa menyetujui cadangan Inggeris mengenai Penasihat Am. Sesudah sahaja rundingan antara Inggeris dengan Siam pada akhir 1902 mengenai Kelantan dan Trengganu, Kerajaan Inggeris pun terus melangkah ke arah perpaduan dasar Inggeris dan Perancis terhadap Siam dan usaha itu tidak lama lagi berhasil sebagai Persetujuan Inggeris Perancis atau Entente Cordiale pada April 1904 yang meliputi bukan sahaja masalah Siam bahkan menyelesaikan juga masalah Mesir dan Maghrabi.
Dapat disimpulkan Perjanjian Inggeris-Siam 1909 bukannya hasil daripada persefahaman antara dua kuasa imperialis, iaitu Inggeris dan Perancis, pada 1904. Bahkan Kerajaan Inggeris telah mengambil langkah untuk mempertahankan kepentingannya di Negeri Melayu Utara terlebih dahulu lagi iaitu pada 1897. Oleh kerana Perjanjian Rahsia telah gagal bagi memperlindungi keperluan Inggeris menjelang awal kurun keduapuluh, maka Kerajaan Inggeris dengan rancak bergerak terhadap kelemahan Siam di Negeri Melayu Utara, terutamanya di Kelantan dan Trengganu. Satu soal pokok bagi sejarah Malaysia dalam semua pergerakan ini adalah mengapa Inggeris tidak mempunyai niat untuk mara keseluruh kawasan Melayu di Utara itu hinggalah ke Genting Kra. Sebagaimana yang telah disebutkan tadi, pada amnya Kerajaan Inggeris memang memerhatikan kawasan di selatan Genting Kra sebagai kawasan pengaruhnya sejak tahun 1870an akan tetapi pada waktu itu mereka tidak berniat untuk menakluki kawasan tersebut Kemudian, manakala masalah antarabangsa mula timbul pada penghujung kurun kesembilan belas, Kerajaan Inggeris memandang berat khasnya kepada Perlis, Kedah, Patani, Kelantan dan Trengganu mungkin sebab negeri itulah yang berhampiran dengan Negeri Melayu Bersekutu. Pada awal kurun kedua puluh Kerajaan Inggeris telah dapat mengawasi kepentingannya di Perlis dan Kedah dengan perlantikan seorang wakil(atau Consul) yang bertugas dengan melawat dua negeri tersebut serta membuat lapuran kepada Keraiaan. Sebaliknya keadaan di Pantai Timur pula merupakan satu masalah yang lebih serius sebab Raja Patani, Kelantan dan Trengganu dianggap sebagai gagah dan bebas. Pendirian Inggeris terhadap negeri Pantai Timur telah pun dibuktikan sering kali kerana Raja Kelantan misalnya, telah memberi kemudahan untuk melombong dan berniaga yang seluasnya kepada seorang British, William Duff, tanpa sebarang persetujuan daripada pihak Siam. Alasan yang penting bagi ketinggalan Patani di dalam Perjanjian 1909 tidak boleh dinafikan adalah akibat kejayaan Siam pada 1902 manakala mereka telah dapat menawan Raja Patani. Setelah peristiwa itu Inggeris memang mengakui bahawa Patani lebih bergantung kepada Siam dan Kerajaan Penjajah di Tanah Melayu pada amnya menumpukan perhatiannya kepada Perlis, Kedah, Kelantan dan Trengganu sahaja. Selain daripada itu mengikut cara penetapan sempadan yang digunakan oleh kuasa imperialis pada masa yang lampau, terutama sekali cara Inggeris, adalah dengan menggariskan sempadan melalui puncak pergunungan. Di sini jelas sekali dapat diperlihatkan bahawa sempadan 1909 itu sangat sesuai bagi teori Inggeris itu sedangkan sekiranya Patani juga dimasukkan dalarn sempadan itu Inggeris tidak akan mencapai keperluan stratejiknya.