Perang Akhir Zaman Bermula di Aleppo Syiria


Perang ini di gambarkan dalam hadis Nabi Saw akan berlaku di akhir zaman sebelum kiamatnya dunia

Perang ini di gambarkan dalam hadis Nabi Saw akan berlaku di akhir zaman sebelum kiamatnya dunia

Perang Akhir Zaman Bermula di Aleppo Syiria

Telah bersabda Rasulullah SAW; “Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rom turun di kota Amaq (lembah Antioch, Selatan Turki) dan di Dabiq (dekat Aleppo, Syria). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rom, Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi. Maka kaum Muslimin berkata, Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu solat sudah masuk, turunlah Nabi Isa Ibn Maryam a.s.” (HR. Muslim dari Sayidina Abu Hurairah R.A)

Perlu diketahui bahawa serangan pakatan Barat terhadap Syria dalam masa terdekat juga menjadi salah satu daripada tanda-tanda bermulanya Perang Dunia Ketiga.

Seorang pengkaji sejarah dan manuskrip lama Isa Dawud menemui sebuah manuskrip lama tentang peristiwa ini yang dikatakan di tulis oleh seorang tabien, ianya seperti dibawah ini;

Manuskrip : Nubuwwah Terjadinya Perang Dunia, Runtuhnya Saddam, Imam Mahdi dan Hancurnya Yahudi dan Dajjal

Ada sebuah manuskrip langka dari Abad ke 2 H yang ditulis oleh salah seorang Tabi’at – Tabi’in yang berasal dari Syam. Manuskrip ini tersimpan di perpustakaan Turki di Istanbul dan ditulis ulang oleh beberapa peneliti.Manuskrip ini berjudul “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb“.

Dalam sebagian manuskrip tersebut termuat nubuwwah tentang terjadinya Perang Dunia I, Perang Dunia II, kejatuhan Saddam Hussein, serta kejadian sesudahnya, yaitu munculnya Imam Mahdi, Terjadinya Armageddon serta hancurnya Yahudi.

Kutipan sesuai terjemahan aslinya sebagai berikut :

“Perang akhir zaman adalah Perang Dunia, yakni kali ketiga sesudah dua perang besar sebelumnya. Banyak sekali yang mati di dalamnya. Perang dikobarkan oleh seorang laki-laki yang merupakan kucing besar di negeri gelas dan mahkota di kepala. [1] Sementara Perang Kedua dikobarkan oleh seorang laki-laki yang nama panggilannya adalah Tuan Besar dan seluruh dunia memanggilnya Hitler”. [2]

Kalimat di atas adalah bagian dari riwayat yang disampaikan oleh Abu Hurairah, Ibn Abbas, dan Ali Bin Abi Thalib. Kemudian dalam sebuah riwayat yang tidak berani disampaikannya semasa hidupnya, Abu Hurairah – ketika hampir tiba saat kematiannya – berkata kepada orang-orang di sekitarnya : “Riwayat itu berkaitan dengan berita yang kuketahui tentang keadaan perang akhir zaman”. Mereka berkata : “Sampaikanlah kepada kami. Tidak apa-apa, dan semoga Allah memberimu balasan dengan kebaikan”.

Maka Abu Hurairah pun berkata : “Dalam rangkaian (hitungan) Hijrah sesudah seribu tiga ratus (tahun), dan mereka mengikat perjanjian yang disitu Raja Roma melihat bahwa perang semesta dunia pasti terjadi. Allah menghendaki terjadinya perang. Dan waktu tidak berjalan tanpa perjanjian dan perjanjian. Lalu berkuasalah seorang laki-laki dari negeri yang bernama JIRMAN, bernama Al-HIRR. Ia ingin menguasai seluruh dunia. Memerangi semua bangsa di negeri-negeri salju dan kebaikan. Ia bergerak dengan murka Allah sesudah beberapa tahun api (menyala). Ia ingin membunuh rahasia Ar-RUSY atau Ar –RUS. [3]

Dalam rangkaian Hijrah sesudah seribu tiga ratus (tahun), terhitung lima atau enam, Mesir diperintah oleh seorang laki-laki yang dipanggil dengan “NASHIR“ yang disebut bangsa Arab sebagai “Sang Pemberani dari Mesir“. Allah membuatnya hina dalam perang dan perang, dan ia tidak memperoleh kemenangan. Kemudian Allah menghendaki Mesir memperoleh kemenangan di bulan-bulan yang mereka cintai, dan itu adalah untuk-Nya. Mesir diterima sebagai pemelihara al Bait dan Arab, dengan seorang laki-laki bersama SADA, ayahnya ANWAR. Akan tetapi ia berdamai dengan pencuri Masjid Al Aqsa di negeri Al-Hazin. Di Irak muncul seorang lai-laki yang bertindak sewenang-wenang…… dan……. [4] Sufyani.

Di salah satu matanya terdapat tanda sedikit kemalasan. Namanya Ash-SHADDAM, yakni penghancur orang-orang yang bersekutu untuk menentangnya di Kuwait kecil yang dimasukinya. Ia adalah MAHDUN. Tidak ada kebaikan bagi SUFYANi kecuali dengan Islam. Ia baik dan buruk, dan kecelakaan bagi pengkhianat Al-MAHDI yang terpercaya.

Dalam rangkaian Hijrah seribu empat ratus (tahun) dan hitungan dua atau tiga……. [5] Al-MAHDI Al AMIN keluar dan memerangi seluruh dunia dan menghimpun orang-orang sesat dan dimurkai Tuhan, dan orang-orang yang terseret dalam kemunafikan di bumi Isra’ dan Mi’raj di tepi bukit MAJIDUN.

Dalam perang itu keluar seorang ratu dunia, pelaku makar dan pelacur. Namanya AMIRIKA. Ia menggoda dunia waktu itu dalam kesesatan dan kekafiran. Sementara itu Yahudi dunia saat itu berada di tempat yang paling tinggi. Mereka menguasai seluruh Al QUDS dan Al MADINAH Al MUQADDASAH (Kota yang disucikan).

Semua negeri datang dari laut dan udara, kecuali negeri salju yang menakutkan dan negeri panas yang menakutkan. Al MAHDI melihat bahwa seluruh dunia melakukan makar buruk kepada dirinya dan ia melihat bahwa makar Allah lebih hebat lagi. Ia melihat bahwa seluruh alam Tuhan berada dalam kekuasaannya. Akhir dari perang itu ada di tangannya, dan seluruh dunia merupakan pohon yang dimilikinya dari dahan hingga ranting-rantingnya.

Di tanah Isra’ dan Mi’raj terjadi perang dunia yang disitu Al Mahdi memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi Al Mahdi dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dalam kelompok kekuatan Yahudi Al KHAZAR dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya. Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa janji Allah benar-benar telah dating dan tidak diakhirkan lagi. Kemudian Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan dan langit terbakar, untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang DAJJAL, dan perangnya terjadi di negeri Syam dan kejahatan………”.

Wallahu ‘alam.

Catatan Kaki :
[1] Dibagian ini banyak kalimat dihapus.

[2] Perhatikan mauskrip itu mengemukakan nama seperti yang sudah didengar pada masa Nabi SAW tanpa membubuhkan titik.

[3] Ada keraguan pada perawi (tentang nama Ar RUSY atau Ar RUS).

[4] Ditemukan dua atau tiga kalimat dihapus.

[5] Dan disini mengandung pengertian yang lain tapi terhapus manuskripnya.

Referensi : Terjemah Al-Mahdi al-Munthadhar ‘ala al abwab : Qahir al Masih ad Dajjal – Muhammad Isa Dawud

والله أعلمُ بالـصـواب

Iklan

RINGKASAN ILMU QIRAAT


RINGKASAN ILMU QIRAAT
ASAS MANHAJ IMAM-IMAM AL-QIRAAT

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Al-Qiraat memberi maksud satu ilmu yang membincangkan tentang kalimah-kalimah al-Quran dan keadaan kalimah-kalimah tersebut seperti panjang dan sebagainya. Ilmu al-Qiraat diasas oleh Imam-Imam Qurra’. Terdapat juga pendapat yang mengatakan ianya diasakan oleh Abu Umar Hafs bin Umar Al-Duri. ILMU Qiraat merupakan semulia-mulia ilmu kerana mempunyai kaitan yang rapat dengan al-Quran dan hukul mempelajari ilmu al-Qiraat adalah fardhu kifayah. Proses pengajaran dan pembelajaran ilmu al-Qiraat ini mestilah diambil secara bertalaqqi dan musyafahah daripada seorang guru yang sanadnya sampai kepada Rasulullah s.a.w. kerana Al-Quran dan al-Qiraat merupakan sunnah Muttaba’ ( yang diikuti ).

Terdapat dua toriq(jalan) yang menjadi panduan utama dalam disiplin ilmu al-Qiraat ini iaitu Toriq al-Syatibi( al-Qiraat Tujuh ) melalui matan حرز الأمانى ووجه التهانى dan Toriq al-Jazari( al-Qirrat sepuluh ) melalui matan طيبة النشر فى القرءات العشر . Toriq al-Syatibi dinamakan dengan الصغرى kerana periwayatan beliau terhadap turuq Qiraat adalah kecil dan sedikit, bermaksud ia tidak menyeluruh dan mendalam terhadap kesemua turuq Qiraat. Sementara toriq al-Jazari pula dinamakan dengan الكبرى kerana periwayatan beliau terhadap Turuq Qiraat adalah menyeluruh dan mencakupi semua Turuq, walaupun terdapat perbezaan diantara kedua-dua Toriq tersebut dari susur periwayatan Turuq masing-masing. Namun kedua-dua Toriq ini adalah betul dan sohih.(ruj: Abd. Jalal A.Manaf:DQ)

Di Malaysia khususnya,kaedah pembelajaran dan pengajaran ilmu tajwid lebih cenderung kepada Toriq al-Syatibi. Umat Islam di Malaysia membaca Qiraat حفص عن عاصم menggunakan Toriq al-Syatibi.

pembahagian Qiraat itu terbahagi kepad beberapa bahagian besar. Imam Ibnu al-Jazari mengkategorikan Qiraat itu kepada lima jenis :

1. Qiraat Mutawatir
Ia itu Qiraat yang diriwayatkan oleh satu kumpulan yang besar dan terselamat dari berlaku sebarang pendustaan, seperti Qiraat yang terdapat dalam Toriq al-Syatibi dan Toriq al-Jazari.

2. Qiraat Masyhur
iaitu Qiraat yang sah sanadnya tetapi tidak mencapai tahap mutawatir. Menepati kaedah Bahasa Arab dan membetuli salah satu Mushaf Uthmani, masyhur di kalangan Imam Qurra’ tetapi berlawanan jalan riwayatnya dengan Imam Tujuh dan ada setengahnya tidak.

3. Qiraat Aahad

Iaitu Qiraat yang sah sanadnya tetapi menyalahi kaedah Bahasa Arab atau bacaannya tidak masyhur di kalangan Imam Qurra’.

4. Qiraat Syazah

Iaitu Qiraat yang tiada sanadnya.

5. Qiraat Maudhu’

Iaitu Qiraat yang yang direka-reka yang bukan diambil dari Rasulullah s.a.w.
Qiraat Aahad, Qiraat Syaazah dan Qiraat Maudhu’ tidak boleh dibaca kerana ianya bukan dinamakan al-Quran walaupun sanadnya sahih seperti sanad Aahad, tetapi qiraat tersebut tidak terdapat dalam Rasm ‘Uthmani.

ISTILAH-ISTILAH PENTING

1. الصلـة
( صلة هاء الكنية ( ضمير Ia itu memanjangkan Ha’ Dhamir atau kata gantinama misalnya إنه . Jika sebelumnya berbaris hadapan, diwasalkan dengan huruf و . Jika sebelumnya berbaris dibawah diwasalkan dengan ي .

صلة ميم الجمع pula bermaksud memanjangkan mim Jama’, contohnya عليهم/إليكم diwasalkan dengan huruf و seperti terjadi عليهمو/اليكموا .

2. إدغام الكبير
Memasukan huruf yang pertama berbaris kepada huruf yang kedua juga berbaris dengan syarat tertentu, contohnya الرحيم

3. القصر
Menbaca huruf mad dengan kadar 2 harkat sahaja Contoh: ءادم

4. التوسـط
Membaca huruf mad antara mad dan Qasar atau memanjangkan huruf mad dengan kadar 4 harkat sahaja.

5. الإشباع
Memanjangkan suara dengan kadar tidak kurang dari 6 harkat. Contohnya: السماء

6. تثليث البدل
Mad badal boleh dibaca dengan 3 wajah wajah bacaan iaitu dengan 2, 4, dan 6 harkat ( bagi riwayat warsy sahaja ).

7. التسهيل
Menyebut bunyi diantara bunyi huruf Hamzah dan huruf mad. Contoh: ءأنذرتهم

Ketika berbaris di atas : antara Hamzah dan Alif
Ketika berbaris di bawah : antara Hamzah dan Ya’
Ketika berbaris di hadapan : antara Hamzah dan Wau

8. الإبدال
Iaitu diibdalkan( diganti) huruf ء kepada huruf mad menurut harakah sebelumnya. Jika sebelumnya berbaris diatas, diibdalkan kepada huruf ا , jika sebelumnya berbaris di bawah, diibdalkan kepada ي dan jika sebelumnya berbaris di depan, diibdalkan kepada و. Contoh:
يؤمنون / يومنون

9. إسقاط
Mengugurkan. Istilah ini biasanya digunakan pada bab Hamzah, samada Hamzah itu terdiri dari dalam dua kalimah atau dalam satu kalimah. Contoh : أوجاء أحد dibaca أو جا أحد.

10. إدخال
Iaitu memasukan alif ( ا ) antara dua Hamzah yang berbaris di atas, contoh : ءأنذر تهم
dan diantara Hamzah berbaris di atas dan di bawah: أئـــذا

11. نقـل
Iaitu dipindahkan harkat Hamzah kepada huruf sebelumnya, contohnya: من ءامن

12. الفتحـة
Iaitu membunyi huruf diantara Fathah Syadid dan Taqlil.

13. إمالة
Dikenali juga dengan Imalah Kubra iaitu sesuatu bunyi yang terhampir sekali dengan kasrah, contohnya: مجر ــها

14. تقليل
Dikenali juga dengan nama Imalah Sughra iaitu bunyi diantara Fathah dan Imalah.

15. ترقيق
Menipiskan bunyi huruf ra’

16. تفخيم
Menebalkan huruf ra’, contohnya: رسول الله

17. تغليــظ
Khusus untuk huruf Lam sahaja, menebalkan bunyi huruf Lam sebelumnya terdapat huruf isti’la’, contoh: الصلـوة/أظلم

18. الســكـت/سـكـتة
Iaitu memutuskan suara pada huruf bertanda sukun tanpa menarik nafas yang baru.

Ringkasan Imam-Imam Qiraat Dan Perawi-Perawi

Imam Nafi’

Perawi:
1. Qalun
2. Warsy

Imam Ibn Kathir

Perawi:
1. Al-Bazi
2. Qunbul

Imam Abu ‘Amru

Perawi:
1. Al-Duri
2. Al-Susi

Imam Ibn Amir

Perawi:
1. Hisyam
2. Ibn Zakwan

Imam ‘Asim

Perawi:
1. Syu’bah
2. Hafs

Imam Hamzah

Perawi:
1. Khalaf
2. Kallad

Imam Al-Kisaie

Perawi:
1. Abu al-Harith
2. Al-Duri

Imam Qiraat 7

1. Imam Nafi’ al-Madani

Beliau ialah Nafi’ bin Abdul Rahman bin Abi Nuaim. Gelaran mashur beliau ‘ Abu Ruaim ‘, berasal dari Asbahani, dilahir pada sekitar tahun 70H. Wafat di Madinah pada tahun 169H. Mempunyai ramai murid. Dua orang daripada mereka menjadi perawinya yang terkenal iaitu: Qalun( meninggal pd tahun 220H ) dan Warsy( meninggal pd tahun 197H).

2. Imam Ibn Kathir al-Makki

Beliau ialah Abdullah bin Kathir al-Makki, Gelaran mashur beliau Abu Ma’bad. Beliau dilahirkan di Makkah pada tahun 45H. Tergolong dalam zaman tabiin dan pernah berjumpa Abdullah bin Zubair, Abu Ayub Al-Ansari dan Anas bin Malik. Meninggal dunia pd tahun 120H di Makkah. Mempunyai ramai murid. Dua orang daripadnya mereka menjadi perawinya yang terkenal iaitu al-Bazi( meninggal pd tahun 250H ) dan Qunbul( meninggal pd tahun 291H ).

3. Imam Abu ‘Amru al-Bashri

Beliau adalah Zabban bin Al-Alaa’ bin Ammar Al-Basri. Dilahirkan di Makkah pada tahun 70H dan meninggal Dunia diKufah pada tahun 145H. Mempunyai ramai murid, dua daripada mereka menjadi perawinya dan terkenal iaitu Al-Duri( meninggal dunia pd tahun 246 )dan al-Susi ( meninggal pd tahun 261H ).

4. Imam Ibn ‘Amir al-Dimasyqi

Beliau adalah Abdullah Ibn Amir Al-Syami Al-Yahsobi. Seorang Qadhi di Damsyik dizaman Khilifah Al-Walid Ibnu Abdul Malik. Beliau merupakan seorang tabiin. Dilahirkan pada tahun 21H dan meninggal dunia di Damsyik pada hari ‘ Asyura ‘ pada tahun 118H. Mempunyai ramai murid, dua daripada mereka menjadi perawinya terkenal iaitu Hisyam( lahir pd tahun 153H dan meninggal dunia pd tahun 245H )dan Ibn Zakwan( lahir pd tahun 173H dan meninggal pd tahun 242H ).

5. Imam ‘Asim al-Kufi

Beliau adalah ‘Asim bin bin Abdullah (Abi al-Najud) binBahdalah al-Asadi dan digelar Abu Bakar. Beliau juga dari kalangan tabiin. Meninggal dunia pd tahun 127H. Mempunyai ramai murid, dua daripada mereka menjadi perawinya yang terkenal iaitu Syu’bah( lahir pd tahun 95H dan meninggal pd tahun 193H )dan Hafs( lahir pd tahun 90H dan meninggal dunia pd tahun 180H ).

6. Imam Hamzah

Beliau adalah Hamzah bin Habib bin Ummarah Al-Ziati. dan mendapat gelaran Abu Ummarah. Beliau juga seorang ahli perniagaan yang kuat beribadat dan warak. mempunyai ramai murid dua daripada mereka menjadi perawinya yang mashur iaitu Khalaf ( meninggal dunia pd tahun 229H )dan Khallad( meninggal dunia pd tahun 220H ).

7. Al-Kisa’i

Beliau adalah Abu al-Hassan Ali bin Hamzah dan pakar dalam ilmu nahu. Beliau mendapat gelaran Kisa’i kerana ketika melakukan ihram beliau mengenakan pakaian kebesaran ( kisa ). Dilahirkan pd tahun 119H dan meninggal dunia di Ranbawaih pada tahun 189H. mempunyai ramai murid, dua daripada mereka menjadi perawinya yang terkenal iaitu Abu al-Harith ( meninggal pd yg sama 240H) dan Al-Duri ( meninggal dunia pd tahun 246H ).

Rujukan;

– حرز الأمانى ووجه التهانى
– Al-Ustaz Abdul Jalal bin Abd Manaf , 2010. Khulasah Ringkasan Ilmu Qiraat, Darul Quran.
– Al-Ustaz Mohd Nazri, Manhaj Qiraat ‘Asyara. 2010, Darul Quran
– Abu Mardhiyah. Tajwid Al-Quran Qiraat ‘Aasyim, 2004, Perniagaan Normah

dari; http://omartahfiz.blogspot.com

Hukum Mengambil Upah Membaca Al Quran


Hukum Mengambil Upah Membaca Al Quran

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Soalan :

Apakah hukum mengambil upah dengan membaca al Quran ? Begitu juga dengan sesetengah tempat selepas kematian tuan rumah akan memanggil sekumpulan Huffaz al Quran untuk membaca al Quran. Setelah itu mereka akan dihidangkan makanan dan diberi sagu hati berupa wang. Tujuannya ialah untuk bersedekah bagi pihak roh simati dengan harapan agar Allah memberi keringanan kepadanya. Apakah hukum perkara tersebut ?

Jawapan 1 :

Jawapan diberikan oleh Dr Abd Malik Abd Rahman As Sa’adi (bekas Mufti Iraq) dalam bukunya : Al Bid’ah fi al Mafhum al Islamy ad Daqiq – Salah faham terhadap Bid’ah menyebutkan :

Membaca al Quran adalah ibadah. Para ulama berselisih pendapat, adakah dibolehkan mengambil upah atau imbalan ke atas ibadah yang dilakukan termasuk di antaranya ialah membaca al quran dan mengajarnya. Sebahagian fuqaha’ berpendapat mengambil upah hasil pembacaan al Quran adalah tidak harus.

Ini adalah salah satu pendapat yang dikemukakan oleh Imam Ahmad, para ulama bermazhab Hanafi yang terawal dan Ishaq bin Rahawaih. Manakala para ulama Hanafiyyah yang terkemudian mengharuskan pengambilan upah hasil menjadi imam, mengajar dan muazzin. Alasan mereka ialah sekiranya dipegang pendapat yang melarang pengambilan upah maka ia akan menyebabkan tugas-tugas tersebut terabai kerana mereka yang layak untuk melaksanakan tugas tersebut terpaksa meninggalkannya untuk mencari sara hidup, seterusnya menyebabkan tugas tersebut terabai atau berlaku kepincangan.

Manakala sebahagian ulama yang lain seperti Imam Malik, Asy Syafie, Ibnu Al Munzir dan Ahmad pada satu riwayat yang lain mengharuskan pengambilan upah hasil membaca al Quran. Mereka berdalilkan dengan sebuah hadith yang diriwayatkan oleh AlBukhari bahawa Rasulullah sallaLlahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang bererti) :

Yang paling berhak kamu mengambil upah ke atasnya adalah Kitab Allah (Al Quran)

kerana Nabi sallaLlahu ‘alaihi wasallam tidak membantah ke atas para sahabat yang mengambil upah hasil jampian dengan al Quran. Namun bagi para ulama yang mengharuskannya kesemua mereka bersepakat bahawa sekiranya seorang qari (yang membaca al Quran) membaca dengan niat untuk mendapat upah dan mengaut harta, maka dia tidak akan mendapat pahala dan berkemungkinan dia berdosa kerana dia membaca Al Quran bukan kerana Allah subahanahu wa ta’ala (ikhlas kerana Allah).

Mereka juga berpendapat sekiranya pembacaan Al Quran dijadikan sebagai kerja untuk mengaut keuntungan dan harta yang banyak maka hukumnya adalah haram yang tidak diakui oleh syarak.

Jawapan 2 :

Membaca al Quran adalah sangat dianjurkan. Begitu juga bersedekah. Mengambil upah untuk tugas-tugas keagamaan seperti membaca al Quran , menjadi imam, membaca khutbah jumaat, azan, mengajar ilmu-ilmu syariah, telah menjadi kebiasaan diamalkan umat Islam di negara-negara Islam sejak zaman berzaman. Adapun mengambil upah membaca alQuran ia termasuk dalam keumuman hadith RasuluLlah sallaLlahu ‘alaihi wasallan (yang bererti) :

Yang paling berhak kamu mengambil upah ke atasnya adalah Kitab Allah (Al Quran)

(Riwayat Bukhari)

Hadith ini adalah bahagian akhir hadith yang panjang riwayat Al Bukhari dari Ibn Abbas iaitu :

Bahawasanya satu jama’ah para sahabat Nabi melalui di tempat yang ada air yang ada di sana seseorang bernama Ladigh atau Salim (perawi tidak pasti antara keduanya yang kena sengat binatang ), Datanglah seorang lelaki dari tempat air itu lalu berkata : Adakah di antara kamu yang pandai menjampi kerana sesungguhnya di tempat air itu ada seorang lelaki yang disengat binatang bisa. Lalu ada seorang dari mereka lalu membaca Surah al fatihah dengan pembayaran beberapa ekor kambing. Lalu (selepas menjampi) dia membawa kambing tersebut kepada kawan-kawannya. Kawan-kawannya tidak suka dengan perkara tersebut. Mereka berkata : Apakah kamu mengambil upah dengan membaca kitab Allah? (perkara ini berlarutan) sehinggalah mereka sampai di Madinah, lalu mereka berkata : Ya Rasulullah, dia telah mengambil upah melalui kitab Allah. Rasulullah sallaLlahu ‘alaihi wasallam lalu mengatakan : Sesungguhnya yang paling berhak kamu mengambil upah ke atasnya ialah kitab Allah (Al Quran)

Imam Nawawi berkata dalam Raudhah ath Tholibin : Dari al Qadhi Husain di dalam Al Fatawa, menyebutkan :

Sesungguhnya mengupah membaca al Quran di atas kubur pada tempoh tertentu adalah dibolehkan sebagaimana (dibolehkan) mengupah orang untuk azan dan mengajar al Quran

(lihat Fath al Mu’in m/s 84, Lihat Minhaj al Wadhih (Soal Jawab Agama membahaskan Masalah Terkini dalam Feqah)

Mengikut Bughyah al Mustarsyidin, sah (boleh) upah membaca al Quran di atas kubur dan mendoakannya kerana bacaan itu boleh memberi manfaat dan dihadiahkan pahalanya kepada si mati. Dalil dari hadith dan pendapat-pendapat para ulama’ mu’tabar di atas memberi penjelasan bahawa tidak mengapa mengambil upah membaca al Quran kepada si mati.

Rujukan :

1. Dr Abd Malik Abd Rahman As Sa’adi, Al Bid’ah fi al Mafhum al Islamy ad Daqiq – Salah faham terhadap Bid’ah

2. Muhadir bin Hj Joll, Persoalan Khilafiyyah dan Penjelasan Ulama, Inilah Jawapannya, m/s 660-661, Cet Pertama 2011, Mawleed Publishing, Selangor
DARI: http://jomfaham.blogspot.com/2012/06/hukum-mengambil-upah-membaca-al-quran.html

AL-BIRUNI


 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

TOKOH ISLAM; AL-BIRUNI

 Nama penuhnya Abu Rayhan Muhammad bin Ahmad al-Biruni daripada keluarga Tajik. Lahir pada 3 Zulhijjah 362H @ 4 September 973M di Parsi. Menurut kitab al-Ansab yang ditulis oleh Sam’ani dan kitab Mu’jam al-Buldan yang ditulis oleh Ya’qut al-Hamawi, penduduk Khawarizm memanggil orang asing sebagai biruni (dalam bahasa Parsi). Maka atas alasan inilah yang menyebabkan Abu Rayhan dikenali sebagai al-Biruni kerana beliau merupakan orang asing bagi penduduk Khawarizm.

Sarjana lain menyatakan beliau bukan dilahirkan di Khawarizm, tetapi di Birun, iaitu sebuah bandar di luar Kath. Bandar Khawarizm terletak 20 farsakh (60 km) dari Kath yang menjadi ibu kota kerajaan pemerintahan putera-­putera Ma’muniyah. Oleh itu ada kemungkinan apabila Khawarizm menjadi ibu kota Ma’muniyah, maka penduduk Kath yang berhijrah ke bandar itu digelar biruni. Oleh kerana Abu Rayhan orang yang lebih terkenal di kalangan mereka, maka gelaran ini diberikan kepadanya. Beliau turut digelar ‘Khawanizini’ kerana nama kawasan itu juga dipanggil Khawanizin.

Pendidikan

 Beliau banyak memperoleh ilmu pengetahuan daripada seorang Putera Raja Parsi, iaitu Abu Nasr Mansur bin Ali Jilani, pakar matematik. Keluarga Abu Nasr begitu mengambil berat tentang al-Biruni. Al-Biruni merupakan sarjana agung pada akhir abad ke-4H/1OM dan pakar dalam bidang astronomi, sejarah dan bahasa. Beliau hidup sezaman dengan Ibn Sina. Antara karya beliau yang teragung ialah Rasa’il al-Biruni, sebuah ensiklopedia astronomi dan matematik. Sebagai seorang yang dahagakan ilmu, beliau tidak suka membuang masa. Sepanjang hayatnya ditumpukan kepada bidang penyelidikan dan penu­lisan. Dengan itu, beliau dapat menguasai dua buah tamadun besar pada ketika itu iaitu tamadun Arab dan tamadun Yunani.

Beliau mempunyai hubungan erat dengan para intelek Islam dan Kristian. Seorang daripadanya ialah Abu Sahl Masihi (ahli flzik Kristian). Beliau juga berhubung rapat dengan para saudagar Kristian Syria, tujuannya adalah untuk mempelajari nama-nama orang Yunani serta sebutan dan ejaan istilah perubatan yang betul.

Sebagai AhIi Astronomi

Minat dan aktiviti al-Binuni merangkumi skop yang luas. Ini termasuklah teori-teori abstrak tentang falsafah hinggalah kepada sains praktis matematik, geografi, fizik dan astronomi. Bidang pengajiannya yang utama ialah astro­nomi. Ini adalah berdasarkan pengakuannya sendiri iaitu:

Oleh kerana bidang saya adalah bidang astronomi dan sejak saya wujud di dunia ini lagi saya terkenal dengan ilmu itu dan saya tidak berniat untuk keIuar dari disipIin ilmu itu, maka saya mahu berkhidmat kepada perbendaharaan baginda (Mas’ud) yang dikenali sebagai nikmat, dengan menulis kanun (undang-undang) Sina’at al-Tanjim (Seni Astronomi).

Beliau memberi contoh tentang kegunaan harian pengetahuan matematik dan astronomi. Contoh inimenunjukkan pengaruh matahari dan bulan ketika menentukan musim dan pasang surut air laut. Ilmu pengetahuan tentang binatang-binatang dan kedudukannya sangat penting bagi menentukan arah pengembaraan dan perjalanan. Iajuga sangat berguna ketika menentukan arah kiblat, waktu solat dan kedudukan garis lintang atau bujur sesuatu bandar. Maka beliau telah menunjukkan bahawa astnonomi sangat berguna dan sesuai menurut Islam. Teori-teori astronominya yang penting ialah seperti berikut.

1.   Teori alam semesta

Al-Biruni menganggap bahawa alam semesta terletak di luar permukaan sfera yang terhad. Pada masa yang sama beliau tidak bersetuju dengan konsep graviti alam semesta sebagai kuasa sebenar yang terlibat seperti yang dilihat daripada pengalaman. Beliau mendakwa bahawa,

 ‘Apabila sesuatu bahagian anggota jisim tegar bergerak secara garis Iurus dan satu bahagian ke satu bahagian yang lain, sebaliknya jasad itu mengelilingi jasad lain dalam gerakan bulatan yang rnenggambarkan gerakan mengelillngi satu titik tetap seperti pusat bumi ketika jasad lain itu tegar. Walau bagaimanapun, kawasan per­sekitaran matahari menyebabkan planet bergerak dalam bentuk elips.’

2.      Kosmogeni

Walaupun Qanun al-Mas’udi tidak membincangkan asal-usul alam Semesta tetapi al-Biruni membincangkannya secara terpeninci dalam bukunya al-Tahdid. Beliau menolak pandangan yang menyatakan dunia ini kekal. Beliau mengumpul pelbagai arus pertukaran bumi di zamannya dan melengkapkan karya Abdul al-Malik al-Tayyib al-Busti yang mempunyai muka surat.

3.   Teori geosentrik

Al-Biruni dan cendikawan sezamannya sering memikirkan tentang kontroversi geosentnik dan heliosentrik. Beliau mengatakan bahawa sebarang teori baru tidak dapat diterima tanpa bukti sains yang kukuh. Selagi sesuatu teori alternatif yang sebenar belum ditemui maka wajarlah seseorang itu mempercayai dan menerima teori dan penerangan yang ter­dahulu. Al-Biruni menulis mengenai pergerakan matahari dalam sebuah buku berjudul Kitab al-Tatbiq fi Tahqiq Harakat al-Syam yang berkaitan dengan teori ini.

4.   Kalender dan kronologi

Beliau telah menulis satu risalah kecil yang menerangkan tentang siang dan malam yang juga dapat membuktikan panjang siang dalam setahun di kutub. Beliau telah mencipta sejenis alat untuk mengukur masa dan waktu di siang hariserta menulis buku mengenainya iaitu Ta’bir al-Mizan wa Taqbir al-Azman. Bukunya yang bertajuk Tanqih al-Tawarikh membincangkan tentang tarikh. Manakala buku Tasawwur Amr al-Fajr wa al­Shafiq fi Jihat al-Gharb wa al-Sharq pula inembincangkan tentang terbitnya fajar.

Qanun al-Mas’udi adalah antara bukunya yang terakhir yang membincangkan perkara di atas dengan lebih terperinci. Ia membincangkan tentang siang dan malam, bulan dan tahun, bulan serta matahari, juga pene­rangan terperinci mengenai perbezaan takwiin, maklumat tambahan (baru) mengenai kalendar orang India, mengubah takwin Sakkala kepada takwin Hijrah.

5.   Matahari

Al-Biruni turut membuat kajian tentang Matahari dan perkara-perkara yang berkaitan seperti berikut:

(a)   Sifat fizikal Matahari

Al-Biruni cekap dalam pengajian ilmu fizik dan kadangkala memberi­kan sumbangan asli. Misalnya, beliau membuat kajian mengenai sifat fizikal waktu Matahari. Menurutnya Matahari ialah jasad yang panas bagi letusan solar yang boleh diperhatikan apabila gerhana penuh, samajuga seperti nyalaan yang muncul di sekeliling jasad yang mem­bakar.

(b)    Gerakan tahunan

AI-Biruni mempercayai teori geosentrik dan menganggap Matahani bergerak mengelilingi Bumi. Beliau berfikir bahawa gerakan mata­hari yang perlahan dan cepat menggambarkan sesuatu orbit.

(c)          Panjang tahun solar (tropika)

Semasa mengkaji panjang tahun solar, al-Biruni memerhati peruba­han dan perbezaan pendapat mengenai zaman lepas. Beliau melapor­kan ada empat rumusan yang berbeza iaitu 365.2426, 265.2421, 365.398 dan 365.248 hari. Al-Biruni membuat pengiraan bahawa terdapat 365 hari, 5 jam dan 46 minit. Kalendar Jalali juga mendapat 365 hari, 5 jam, 49 minit. Kiraan al-Biruni ini tidak jauh perbezaan­nya dengan kiraan moden iaitu 365 hari, 5 jam, 48 ininit dan 47 saat.

Ketika menuhis Qanun, beliau mengira titik yang tertinggi di antara Matahari dengan Bumi bergerak satu darjah dalam masa 1/3 tahun, dan 0, 0, 7, 44, 54 dalam satu hari. Perkiraan yang telah dibuat oleh al-Biruni ini hampir sama dengan angka moden iaitu 52.2 setiap tahun dan satu darjah dalam masa 72 tahun.

(d)   Fajar dan senja

 Beliau membincangkan alasan-alasan bagi tempoh fajar dan senja. Al-Biruni mendapati senja (pagi dan petang) terjadi apabila Matahari berada 18 di bawah ufuk. Penyelidik moden mengesahkan penemuan al-Biruni ini. Beliau menulis buku al-Lam’at mengenai perkara ini.

 

Sebagai AhIi Sains

Walaupun al-Biruni lebih melibatkan dirinya dalam bidang astronomi namun beliau mahir dalam ilmu matematik. Al-Biruni dapat menguasai geometri, aritmetik dan menggunakan algebra dengan mahir. Beliau juga berminat dalam bidang fizik namun tidak meminati bidang muzik.

1.      Trigonometri sfera

Al-Biruni menuhis Kitab Maqalid ‘Ilm al-Hai’ah fi Basit al-Kurah. Buku itu dihasilkan sebagai satu karya yang setanding dengan buku astronomi berjudul al-Tafhim kerana penguasaan bahasa dan subjeknya yang baik dan mudah difahami.

Ketika ahli sains ini berusia 60 tahun, beberapa karya beliau dilengkapkan lagi. Satu daripadanya diberi tajuk Jami’ al-Tarq al-Sa’irah fi Ma’rafah Awtar al-Da’irah yang membincangkan mengenai kaedah-kaedah dalam penemuan ukur lilit bulatan.

Al-Biruni patut diberi penghargaan kerana beliau menganggap trigonometri sebagai bidang yang terpisah dengan astronomi mengembang­kannya dengan cara yang sistematik. Beliau tidak membataskan dirinya setakat huraian yang ringkas tetapi membandingkannya dengan bahan dan keterangan lain yang berkaitan, menilai, mengkritik dan memberi pengolahan yang lebih baik.

Karangan Qanun al-Mas’udi yang berkaitan dengan trigonometri me­ngandungi 10 bab. Bab pertama menerangkan cara-cara mendapatkan sisi-sisi daripada pelbagai gambar rajah seperti segi tiga sisi dan segi empat sama hingga segi sepuluh jejari sesuatu bulatan. Bab seterusnya membincangkan cara untuk mendapatkan pelbagai garis rentak lentuk. Teori ini beliau gunakan ketika menentukan sinus bagi sudut-sudut yang berganda.

Beliau turut membincangkan tentang jejari bulatan sebagai satu ke­satuan mnenggantikan 60. Ini akan memendekkan lagi kerja-kerja pengira­an. Beliau berjaya mendahului ahli matematik yang lain dengan mem­buktikan rumus sinus dalam satah segi tiga iaitu.

sinA = sinB =

sinC

a         b          c

Banyak lagi rumus-rumus yang dikemukakan dan diperkenalkan oleh beliau. Beliaulah orang pertama yang berjaya membuktikan rumusan sinus bagi satah segi tiga. Beliau cekap menggunakan rumus dan penentu dalaman dan yang pertama memberikan contoh mengenai kalkulus dan teorem umum.

2.   Aritmetik orang India

 Di samping trigonometri sfera, al-Biruni turut menguasai aritmetrik orang India. Beliau telah menulis beberapa buah buku berhubung dengan subjek itu. Antaranya ialah,

(a) Rashikat al-Hind iaitu Zodiak di India

(b) Kaedah aritmetik yang berbeza dalam Brahma Siddhant

(c) Kaedah-kaedah orang India (Rusum al-Hind) dalam pengajaran aritmetrik.

(d) Mansubat al-Darab yang menerangkan tentang kaedah mendarab yang berbeza.

3.   Cahaya dan bunyi

Al-Biruni mempercayai bahawa cahaya lebih laju daripada bunyi. Menurut beliau sinaran membawa haba dari Matahari dan ia dapat menembusi air dan udara. Beliau juga mendapati senja kala bermula atau berakhir apa­bila Matahari berada di bawah kaki langit. Penemuan al-Biruni ini sama dengan penemuan moden.

4.   Graviti

     Beliau turut memberikan sumbangan yang besar dalam bidang graviti. Beliau menolak pandangan Aristotle yang menganggap langit tidak mempunyai kuasa graviti. Beliau menolak idea bahawa tempat asal bagi air ialah di atas bumi kerana tidak ada tempat asal bagi sesuatu objek. Menurutnya jika air mengalir ia akan sampai ke pusatnya.

5.      Ketumpatan

 Beliau dapat menyukat dengan betul ketumpatan bahan-bahan. Al-Biruni menggunakan suatu alat yang berfungsi sebagai dosimeter untuk menyukat ketumpatan. Beliau dapat menyukat air yang begitu tepat sehinggakan hasil pencubaannya itu selaras dengan nilai moden. Beliau turut mem­berikan sumbangan yang tulen dalam bidang hidrostatik. Beliau menerangkan fenomena tentang banjir, mata air dan pninsip-prinsip yang berkaitan. Al-Biruni menggunakan emas, raksa, zamrud dan kuartza untuk menentukan ketumpatan. Dalam bidang mekanik behiau telah mengukur ketumpatan relatif beberapa logam dan bahan bukan logam dengan kejituan yang tinggi. Beberapa keputusan dicatatkan seperti berikut:

Bahan

Uku ran dengan   emas

Ukuran dengan raksa

Moden

Emas

Raksa

Tembaga

Loyang

Besi

Plumbum

19.26

13.74

8.92

8. 67

7.82

11.40

19.05

13.59

8.83

8.58

7.74

11.29

19.26

13.59

8.85

8.40

7.79

11.35

Jadual di atas merupakan penemuan al-Biruni yang kiraannya hampir sama dengan kiraan moden. Sumbangan beliau dalam menyukat ketum­patan sangat bermanfaat kerana beliau berjaya membuat ukuran tepat.

6.   Mekanik

     Al-Biruni memberikan sumbangan yang banyak dalam bidang mekanik. Beliau mahir dalam bidang pengetahuan tentang peralatan. Beliau telah mencipta dua alat yang istimewa. Satu daripadanya ialah pengimbang hidrostatik. Melalui alat ini beliau dapat mencari ketumpatan 18 bahan. Satu lagi alat ialah sejenis balai cerap yang baru, ia dinamakan al-Ustawani yang beliau gunakan untuk mengukur bintang-bintang, ketinggian menara dan bukit, dan kedalaman telaga atau sungai.

7.   Berat dan ukuran

      Minatnya dalam matematik menyebabkan al-Biruni mempelajari tentang berat dan ukuran. Ini kenana ia berkait rapat dengan bidang kajian astro­nomi dan fizik. Ketumpatan sebenar 18 bahan yang diukur oleh beliau menunjukkan kepakarannya dalam menyediakan berat dan ukuran yang paling tepat.

8.   Geografi, geodesi dan stratografi

Al-Biruni telah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam bi­dang geografi. Antaranya beliau telah membezakan antara kuala dan teluk. Beliau menganggap semua kelompok Eurasia dan Afrika sebagai satu benua yang didapati terletak di Barat dan Timur. Ahli geografi agung ini tahu tentang banjaran gunung di India yang dikenali sebagai Himalaya. Dalam bukunya India, beliau membincangkan peranan kawasan pengu­nungan dalam menyumbang hujan lebat dan melindungi sebahagian daerah Kashmir.

Pengetahuan al-Biruni tentang Asia sangat luas. Beliau memberitahu dengan terpeninci tentang negeri Turki, yang berkaitan dengan Sungai Augarer dan kawasan Tasik Baikal. Namun sumbangan utama beliau ialah tentang India. Beliau memberikan maklumat tentang kawasan barat laut India.

Al-Biruni telah mengarang beberapa karya geografi, antaranya Tahdid Nihayat al-Amakin (Penentuan Batas Daerah). Beliau telah menghasilkan kaedah baru untuk mengukur latitud (darjah lintang) dan longitud (darjah bujur) dan membuat pengukuran sendiri untuk menetapkan antupoda dan kebulatan bumi juga ketinggian dan sifat-sifat geografi bandar-bandar. Beliau telah membuat ukuran bagi menaksirkan lilitan bumi dan mendapat ang­garannya 25,000 batu. Daripada al-Biruni kita mendapat tahu bahawa pada abad ke-11, saudagar-saudagar Muslim telah sampai di pulau-pulau Lautan India berhampiran dengan Pulau Jawa.

Beliau meninggal dunia pada 1 September 1048 @  12 Rejab 440H.

Hikmat Wuduk Menurut Sains


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Hikmat Wuduk Menurut Sains

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan solat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan mata kaki. QS.Al-Ma’idah [5]:6Sesungguhnya Allah tidak menerima solat di antara kamu apabila berhadas sampai kamu berwuduk lebih dahulu. (HR. At-Tirmizi)

Subhanallah, sungguh wuduk adalah ajaran syariat yang benar-benar memiliki hikmah terhadap kesehatan, tahukah saudaraku, menurut Prof. Dr. Plinus (Bacteriolog), terdapat kuman penyakit yang jumlahnya mencapai kurang lebih 40 miliar (40 diikuti angka nol sebanyak 9) pada air bekas cuci mulut bekas kumuran. seperti : baksil vibrio, spiril, coccus, dan diantaranya terdiri dari penyakit: diploccus, steptococcus, staphyo coccus, protozoa, spirochaeta, dan virus. dikatakan juga oleh beliau bahwa banyak penyakit yang boleh sampai selaput lendir hidung dan mulut, seperti: selesma atau pilek, Agina, Bronchitis, dypteria, tubercolose, tussisconsulviva, batuk rejang (pertussis), influenza, pneomonia (radang paru-paru), penyakit-penyakit, virus dan bakteria di atas dapat ditanggal dengan wuduk, Subhanallah, dengan wuduk kita berhasil menanggal ribuan bahkan jutaan penyakit.

Sesungguhnya Nabi Muhammad bersabda : ” Sesungguhnya umatku akan muncul pada hari kiamat dengan wajah gemilang dan kedua anggota (tangan dan kaki) yang bercahaya disebabkan bekas wudhu’. Barangsiapa di antaramu yang sanggup memperpanjang cahayanya, maka lakukanla. (HR. Muslim)

Dalam hadis dan Qur’an banyak ditekankan pentingnya wuduk, dan tahukah saudaraku, bahwa wuduk juga dapat menjadi terapi Kanser Kulit. telah banyak penelitian tentang penyebab atau faktor kanser kulit, dan banyak penelitian telah membuktikan salah satu faktornya adalah terlalu banyaknya kulit menyerap zat kimia. Salah satu cara yang aman untuk mencegah kanser kulit adalah dengan cara menghilangkan zat kimiawi pada kulit kita. Wuduk adalah jalan keluarnya, kerana pada ketika kita berwudhu’, kita mencuci kulit kita berulang-ulang. apalagi untuk seorang muslim, wudhu’ minimal 5 kali sehari masing-masing sebelum solat fardhu. Pembersihan pada saat kita berwuduk ini dapat meminimalkan zat kimia yang terdapat pada kulit kita.

Subhanallah : AL-QUR’AN BERBICARA MENGENAI DERIA RASA SAKIT ADA PADA KULIT MANUSIA


Keratan Rentas Kulit Manusia

Keratan Rentas Kulit Manusia

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

DERIA RASA SAKIT ADA PADA KULIT MANUSIA

Dahulunya dianggap bahawa deria rasa dan sakit adalah bergantung kepada otak. Penemuan masakini membuktikan adanya deria rasa sakit (pain receptor) pada kulit manusia, di mana ketiadaannya akan menyebabkan seseorang itu tidak boleh merasai kesakitan.

Apabila seorang doktor memeriksa seorang pesakit yang mengalami kecederaan terbakar, ia akan menentukan tahap kecederaan terbakar itu dengan menggunakan cucukan jarum pada kulit. Jika pesakit merasa sakit bila cucukan jarum dibuat, ia menunjukkan luka terbakar itu hanya berlaku di bahagian luaran kulit sahaja. Sebaliknya jika pesakit tidak merasai sakit apabila dicucuk, ini menunjukan luka terbakar itu adalah terlalu dalam dan telah merosakkan deria rasa sakit.

Al-Qur’an menunjukkan bahawa ujudnya deria rasa sakit ini pada ayat yang berikut:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُواْ الْعَذَابَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada ayat-ayat Kami nescaya Kami masukkan mereka (ke dalam) api neraka, setiap kali terbakar kulit-kulit mereka Kami ganti mereka (dengan) kulit-kulit lainnya supaya mereka (terus-menerus) merasakan seksaan, sesungguhnya Allah adalah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (An-Nisaa’ : 56 )

Prof. Tagatat Tejasen, Pengerusi Jabatan Anatomi Universiti Chiang Mai di Thailand telah mengambil masa yang lama membuat kajian mengenai deria rasa sakit ini. Pada awalnya dia tidak dapat mempercayai bahawa Al-Qur’an telah menjelaskan fakta saintifik ini pada 1,400 tahun yang lalu.Dia kemudian telah menyemak terjemahan ayat Al-Qur’an ini. Prof. Tejasen merasa sangat kagum terhadap ketepatan saintifik ayat Al-Qur’an tersebut, sehinggakan pada Persidangan Perubatan Saudi Ke 8 yang diadakan di Riyadh mengenai Tanda-tanda Saintifik Al-Qur’an dan Sunnah, beliau telah mengisytiharkan di khalayak ramai: “ Tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad SAW adalah Pesuruh Allah.”

Fakta Keajaiban Janin Dalam Penciptaan Manusia


Janin dalam kandungan, bukanlah seperti sebuah gumpalan daging yang tak dapat mendengar dan melihat. Sebelum lahir, sistem syaraf dan berbagai macam indera janin sudah sempurna, dengan demikian dapat bereaksi terhadap berbagai macam rangsangan dari luar maupun dalam tubuh ibu.
Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 3:6)
1. Janin Dapat Mendengar Suara
Hal ini telah dibuktikan bahwa pada saat usia janin menginjak enam bulan, dia sudah memiliki segala kemampuan untuk mendengar
Yang sering didengar oleh janin adalah : suara aliran darah yang melalui plasenta, suara denyut jantung ibu, suara udara dalam usus, suara pembicaraan ibu serta berbagai macam suara musik dari luar kandungan. Semua ini akan membentuk sebuah simfoni unik yang membuat janin melakukan reaksi tertentu. Sang ibu juga dapat merasakan perubahan gerakan janin.
Berdasarkan pengamatan ahli, seorang ibu yang tengah mengandung apabila bertengkar dengan orang lain, dapat menimbulkan reaksi marah pada si janin. Janin akan memukul dan menendang kandungan ibu, ini sebenarnya adalah peningkatan terhadap gerakan janin. Sewaktu sang ibu tengah berjalan di jalan raya, bunyi klakson mobil yang keras juga dapat membuat janin merasa kurang nyaman. Hal ini akan menyebabkan janin melakukan aksi protes dan melakukan gerakan keras.
Pada waktu menghadiri konser, apabila sang ibu hamil tenggelam dalam musik ringan yang merdu dan indah, si “pendengar cilik” didalam perut pun melakukan gerakan lembut dan berirama. Namun ketika tepuk tangan penonton bergemuruh, acap kali menyebabkan si janin terkejut dan tidak tenang.
2. Janin Ternyata Memiliki Daya Penglihatan ?
Terhadap rangsangan penglihatan, janin tidak acuh. Janin hidup dalam kegelapan di kandungan ibu, pada saat usia janin menginjak bulan ke empat, dia sudah sangat peka terhadap cahaya.
Para peneliti pernah melakukan uji coba dengan lampu senter. Secara teratur peneliti menyinari perut ibu, dan mendapatkan bahwa sepasang mata janin terbuka. Wajah janin menghadap kearah cahaya serta denyut jantungnya mengikuti perubahan yang teratur.
Disaat kehamilan telah menginjak usia tua, apabila disinari dengan sorot lampu, gerakan mata janin akan terlihat lebih kuat. Akan tetapi bila hal ini terus dilakukan, si janin menjadi tenang kembali.
Selain itu melalui alat EEG (Elektroensefalogram /alat pengukur grafik kerja otak), otak besar janin dapat bereaksi terhadap kelap-kelip cahaya.
Daya penglihatan bayi ketika baru lahir hanya mencapai 30-40 cm. Ini kebetulan sesuai dengan jarak panjang posisi dalam kandungan, dan menjelaskan bahwa bayi yang baru saja lahir, di sisi lain masih mempertahankan kebiasaan hidupnya saat dalam kandungan.
3. Janin Diketahui Memiliki Indera Peraba ?
Indera peraba pada janin lebih dini muncul dibanding indera pendengar. Penelitian mendapatkan bahwa, disaat janin telah berusia dua bulan, dapat bereaksi terhadap sentuhan yang lembut dan tusukan.
Pada usia janin sekitar 4-5 bulan, apabila bibir atas atau lidahnya disentuh, maka mulutnya dapat bereaksi membuka dan menutup. Gerakannya seperti sedang menghisap.
Para peneliti juga mengamati dan menemukan apabila menggunakan batang kecil menyentuh telapak tangan janin, dia akan segera menggenggam kencang kepalan tangannya. Hal ini cukup membuktikan bahwa terdapat fungsi indera peraba pada janin.
4. Janin diketahui telah memiliki Indera Perasa ?
Pada saat usia kehamilan menginjak empat bulan, pertumbuhan indera perasa pada lidah janin sudah sempurna. Janin dapat dengan penuh selera menikmati air ketuban yang rasanya sedikit asin .
Ilmuwan Albert dari Selandia Baru melakukan uji coba sederhana untuk membuktikan hal tersebut. Disaat dia memasukkan sakarin kedalam air ketuban ibu hamil, dia menemukan bahwa janin dengan kecepatan dua kali lipat dari biasanya menghisap air ketuban. Akan tetapi ketika dia menuangkan minyak berbau tidak enak ke dalam kandungan, si janin segera berhenti mengisap air ketuban, bahkan berontak dalam perut, menyatakan ketidaksukaanya.
Dengan demikian janin ternyata dapat bereaksi terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar bahkan dalam tubuh ibu. Oleh karena itu sudah seharusnya lingkungan tempat tinggal, tingkah laku dan tutur kata ibu yang tengah mengandung harus selalu dijaga.
Segala sesuatu yang dilihat dan didengar sendiri, baik itu perasaan suka, marah, sedih dan senang, sudah pasti memberi pengaruh bagi perkembangan si janin. Jangan mengira bahwa janin belum memiliki perasaan, sehingga dengan sengaja tidak membatasi diri.
Disamping itu manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini, untuk memberikan pendidikan sedini mungkin dan pengaruh baik secara berangsur-angsur dengan penuh semangat mendorong maju pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga janin.

sumber dari; http://situslakalaka.blogspot.com dan You Tube Harun Yahya.