Tahlil Arwah: Perkara Khilafiah Yang Diperdebatkan


🙂

Ansar As-Sunnah

TAHLIL : PERKARA KHILAFIYYAH YANG DIPERDEBATKAN


Dalam bahasa arab, Tahlil bermaksud menyebut kalimah “syahadah” iaitu “La ilaha illa Allah”. Definisi ini dinyatakan oleh Al-Lais dalam kitab “Lisan Al-Arab”. Dalam kitab yang sama, Az-Zuhri menyatakan, maksud tahlil adalah meninggikan suara ketika menyebut kalimah syahadah[1].

Adapun makna tahlil mengikut pandangan masyarakat melayu adalah “amalan menyebut kalimah syahadah. Ianya di lakukan sebelum dari berdoa, dan kebiasaannya diamalkan selepas dari kematian atau untuk kesyukuran”

Amalan tahlil arwah dan kesyukuran ini sering didebatkan secara ilmiyyah. Perdebatan ini bukan sekadar berlaku dikalangan manusia biasa, bahkan ianya didebatkan dikalangan ilmuan-ilmuan Islam.

Walaubagaimanapun, tulisan ringkas ini bukanlah untuk membela atau menghentam amalan yang diamalkan dikalangan masyarakat melayu ini. Tetapi ianya sekadar ulasan yang menggambarkan perkara perdebatan yang ianya adalah amalan yang masih dibawah ketagori khilafiyyah dikalangan ulama.

NABI TAK BUAT !!

Amalan tahlil arwah dan kesyukuran sering diperdebatkan oleh sebilangan golongan yang mendakwa salafi atau wahabi. Golongan ini…

Lihat pos aslinya 1.571 kata lagi

Subhanallah, Otak manusia juga bersujud kepada Allah


Allah Maha Besar. Otak yang selama ini kita bangga-banggakan ternyata
bersujud kepada Allah.

Lantas kenapa kita masih sombong?

Di hadapan Allah seperti orang-orang atheis yang menolak kewujudan Tuhan.
Buat anda orang muslim cuba lihat ayat Al-Quran dibawah ini:
“Apakah kamu tiada mengetahui, bahawa kepada Allah bersujud apa yang ada
di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan,
binatang-binatang yang melata dan sebahagian besar daripada manusia? “
[QS. Al-Hajj (22): 18].

Sebuah Tinjauan Nubuwah tentang Turunnya Isa as di Akhir Zaman


Sebuah Tinjauan Nubuwah tentang Turunnya Isa as di Akhir Zaman

Armagedon
Rujukan : https://granadamediatama.wordpress.com/arsip/nabi-isa-as-akan-segera-turun/
Kajian tentang kemunculan Al-Mahdi dan keluarnya Dajjal selalu beriringan dengan pembahasan turunnya Nabi Isa as. Kedatangan Isa yang akan memberikan dukungan terhadap Al Mahdi dan Thaifah Manshurah yang bersamanya, lalu memerangi Dajjal dan membunuhnya merupakan bagian dari keimanan seorang muslim terhadap tanda-tanda kiamat kubra. Turunnya Nabi Isa di akhir zaman adalah masalah akidah yang telah tetap berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah yang mencapai derajat mutawatir.

Dalil-dalil dari Al-Qur’an

Pertama, firman Allah Ta’ala: Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az Zukhruf [43]: 57-61).
Aqsa1

Konteks ayat-ayat ini bercerita tentang kisah Nabi Isa. Pada akhir rangkaian ayat-ayat tersebut, Allah berfirman وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Maknanya adalah, turunnya Nabi Isa sebelum terjadinya kiamat kelak merupakan pertanda bahwa terjadinya kiamat sudah sangat dekat. Makna ini dikuatkan oleh qira’ah Ibnu Abbas, Mujahid dan sejumlah ulama tafsir lainnya yang membaca ayat ini dengan memfathahkan huruf ‘ain dan lam pada lafal la-‘ilmun sehingga menjadi وَإِنَّهُ لَعَلَمٌ لِلسَّاعَةِ, yang maknanya adalah ‘Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar merupakan salah satu tanda (dekatnya) hari kiamat’.[1]

Kedua, firman Allah Ta’ala: “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan ada­lah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” “Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari kiamat nanti Isa akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisa’ [4]: 157-159).

Ayat-ayat dalam surat An-Nisa’ di atas menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi tidak mampu membunuh Nabi Isa, tidak pula mampu menyalibnya, karena Nabi Isa telah diangkat oleh Allah Ta’ala ke langit lengkap dengan jasad dan ruhnya. Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib, tetapi ada orang yang diserupakan dengan Isa di mata mereka, dan orang itulah yang mereka salib sebagaimana firman Allah Ta’ala: Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.

Makna lafazh di dalam firman Allah بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ mengandung arti bahwa Allah telah mengangkat Isa lengkap dengan jasad dan ruhnya, sehingga dengan demikian tercapai bantahan terhadap pengakuan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh dan menyalibnya, karena pembunuhan dan penyaliban itu hanya terjadi pada jasad saja. Dalam hal ini, pengangkatan ruhnya saja tidak cukup untuk membantah pengakuan mereka itu. Karena yang disebut oleh Isa itu mencakup badan dan ruh, sehingga tidak cukup dengan hanya menyebut salah satu dari kedua unsur itu, kecuali ada bukti yang membenarkan, sedangkan di sini tidak ada bukti seperti itu. Lagi pula, pengangkatan ruh dan jasadnya secara keseluruhan itu sesuai dengan keperkasaan Allah Yang Maha Sempurna, dan sesuai dengan hikmah, kemuliaan dan pertolongan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang dikehendaki-Nya.

Dalil-Dalil dari As-Sunnah

Terdapat banyak hadits shahih yang menjelaskan bahwa Nabi Isa belum wafat. Isa diangkat oleh Allah ke langit —sebagaimana dijelaskan oleh ayat-ayat di atas— dan kelak di akhir zaman akan turun kembali ke dunia untuk memerangi Dajjal, menegakkan keadilan Islam, dan akhirnya wafat dan dikebumikan di bumi layaknya manusia yang lain. Di antara hadits-hadits tersebut adalah,

1. Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga turun kepada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil, ia mematahkan salib, membunuh babi, menghentikan jizyah dan melimpahkan harta sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima pemberian harta.”[2]

2. Rasulullah bersabda: “Bagaimana keadaan kalian apabila Ibnu Maryam turun di antara kalian sedangkan yang menjadi imam (pemimpin) kalian berasal dari kalangan kalian sendiri?”[3]

3. Dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Saya mendengar Nabi bersabda: “Akan senantiasa ada di antara umatku satu kelompok yang berperang di atas kebenaran, mereka senantiasa menang hingga hari kiamat.” Beliau bersabda: “Lantas Isa ibnu Maryam turun, maka pemimpin kelompok tersebut berkata, ‘Kemarilah, shalatlah sebagai imam kami!’ Maka Isa menjawab, “Tidak, sebagian kalian memimpin sebagian yang lain sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini.”[4]

Bagaimana dan kapan Nabi Isa turun ke Bumi ?

Setelah Dajjal muncul dan melakukan perusakan dan penghancuran di muka bumi, Allah mengutus Isa ‘alaihissalam untuk turun ke bumi turun di menara putih di timur Damsyiq, Siria. Beliau mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran; beliau taruh kedua telapak tangan beliau di sayap dua orang Malaikat. Bila beliau menundukkan kepala, meneteslah / menurunlah rambutnya, dan bila diangkat kelihatan landai seperti mutiara. Dan tidak ada orang kafir yang mencium nafasnya kecuali akan mati, dan nafasnya itu sejauh pandangan matanya.

Beliau akan turun pada kelompok yang diberi pertolongan oleh Allah yang berperang untuk menegakkan kebenaran dan bersatu-padu menghadapi Dajjal. Nabi Isa as. turun pada waktu sedang diiqamati shalat, lantas beliau shalat di belakang pemimpin kelompok itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecualipasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lain Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya dipintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga. “[5]

Ibnu Katsir berkata, “Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih bagian timur Damsyiq. Dan dalam beberapa kitab saya baca beliau turun di menara putih sebelah timur masjid Jami’ Damsyiq, dan ini rupanya pendapat yang lebih terpelihara. Karena di Damsyiq tidak dikenal ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami’ Umawi di Damsyiq sebelah timur. Inilah pendapat yang lebih sesuai karena beliau turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada beliau, “Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat.” Kemudian beliau menjawab, “Anda saja yang maju menjadi imam, karena iqamat tadi dibacakan untuk Anda.” Dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa Isa berkata, “Sebagian Anda merupakan amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini.” [6]

Tersebarnya Keamanan dan Barakah pada Zaman Isa ‘Alaihis-salam

Betapa menyenangkan seandainya kita termasuk yang mendapatkan karunia untuk tinggal semasa dengan nabi Isa as. Karena di masa beliau kehidupan manusia benar benar aman dan damai, bahkan kedamaian itu bukan hanya milik manusia, tetapi juga merata hingga kepada binatang. Zaman Isa ‘alaihissalam (setelah turun kembali ke bumi) ini merupakan zaman yang penuh keamanan, kesejahteraan, dan kemakmuran serta kelapangan. Allah menurunkan hujan yang lebat, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan serta banyak barakahnya, harta melimpah ruah; dendam, dengki, dan kebencian hilang sirna.

Dalam hadits Nawwas bin Sam’an yang panjang yang membicarakan tentang Dajjal, turunnya Isa, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj pada zaman Isa ‘alaihissalam, dan do’a Isa agar mereka dihancurkan, Rasulullah saw bersabda:

“… Kemudian Allah menurunkan hujan, dan tak ada rumah tanah liat maupun bulu yang dapat menahan airnya, lantas mencuci bumi hingga bersih seperti cermin kaca. Kemudian diperintahkan kepada kami: ‘Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah barakahmu.’ Maka pada hari itu sejumlah orang dapat memakan buah delima dan bernaung di bawahnya. Dan susupun diberi barakah, sehingga susu seekor unta bunting yang sudah dekat melahirkan dapat mencukupi banyak orang, susu seekor sapi mencukupi untuk orang satu kabilah, dan susu seekor kambing mencukupi untuk satu keluarga….” [7]

Rasulullah saw bersabda :

“Demi Allah, sesungguhnya Isa putra Maryam akan turun ke bumi sebagai hakim yang adil, akan membebaskan jizyah, unta-unta muda akan dibiarkan hingga tidak ada yang mau mengurusinya lagi, sifat bakhil, saling membenci, dan saling dengki akan hilang, dan orang-orang akan memanggil-manggil orang lain yang mau menerima hartanya (shadaqahnya), tetapi tidak ada seorangpun yang mau menerimanya.[8]

Imam Nawawi berkata, “Maknanya, bahwa pada saat itu orang-orang sudah tidak tertarik lagi untuk memelihara unta karena banyaknya harta kekayaan, keinginan sedikit, kebutuhan tidak ada, dan sudah tahu bahwa kiamat telah dekat. Dan disebutkannya lafal al-qilash (unta muda) dalam hadits ini karena unta muda itu merupakan harta yang paling baik bagi bangsa Arab (pada waktu itu).

Kiamat di Ambang Pintu

Masa tinggal Isa di bumi setelah turun dari langit menurut riwayat adalah se­lama tujuh tahun, dan menurut sebagian riwayat yang lain lagi selama empat puluh tahun. Setelah itu wafat pula Imam Mahdi dan Al Qahthani yang melanjutkan kepemimpinannya. Tidak lama setelah itu, terbitlah matahari dari barat dan binatang melata yang keluar dari perut bumi yang memberikan tanda kufur dan iman atas setiap manusia. Ketika itu setiap mukmin segera mengetahui bahwa itulah detik detik kemunculan angina lembut dari yaman yang akan mencabut nyawa setiap mukmin. Setelah itu, tidak seorangpun manusia yang masih memiliki keimanan kecuali akan menemui ajalnya. Ketika seluruh penduduk manusia tidak lagi menyebut Allah, itulah kondisi seburuk-buruk manusia, dan kepada merekalah kiamat akan terjadi. Wallahu a’lam bish shawab.

[1]. Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi.

[2]. HR. Bukhari: no. 2296.

[3]. HR. Bukhari: Kitabu ahaditsil anbiya’ no. 3193 dan Muslim: Kitabul iman no. 222, 223, 224.

[4]. HR. Muslim: Kitabul iman no. 225

[5] (Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrathis Sa ‘ah, Bab DzikrAd-Dajjal 18: 67-68).

[6] Shahih Muslim

[7] Shahih Muslim, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid Dajjal 18: 63-70

[8] Shahih Muslim, Bab Nuzuuli Isa ‘Alai­hissalam 2:192

Terjemah Kitab Ihya’ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bait


hqdefault
Tajuk; Terjemah Kitab Ihya’ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bait

iaitu; 60 Hadits Keutamaan Ahlul Bait Karya Al Imam Jalaluddin As Suyuthi

Muqadimah Terjemah

Segala puji bagi Allah swt, Rabb yang memberi petunjuk dan yang menampakkan kebenaran kepada hambanya. Shalawat keberkahan dan salam atas nabi mushthofa khotamin nabiyyin Muhammad bin ‘Abdullah, serta kepada seluruh keluarga, dzurriyyat dan para sahabatnya.

Allah berfirman : “Sesungguhnya telah datang seorang Rasul dari kaum ( golongan )mu sendiri, berat serasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang Mu’min (QS.9:128)”. Dan firman Allah : “Boleh jadi kamu (Muhammad saw)
akan menyengsarakan dirimu sendiri karena mereka tidak beriman (QS.26:3) Dan masih banyak firman Allah swt tentang Muhammad saw serta keutamaan-keutamaannya. Amma ba’du

Apa dan Siapa Ahlul Bait ?

Kata ahlul bait menurut arti bahasa adalah Al Qorib wal ‘Asyirah yaitu family dan keluarga terdekat boleh juga termasuk istri.
Pengertian Ahlul Bayt nabi secara ‘urfan ( umum ) adalah seluruh keluarga dekat termasuk bapa saudara, ibu saudara, anak, anak bapa saudara dan mak saudara serta anak cucu beliau, pengertian itu telah dipergunakan oleh orang-orang sejak masa-masa awal islam hingga sekarang. pengertian kata ahlul bait boleh memiliki pengertian yang berbeda-beda tergantung dari sudut mana kita melihatnya.
Sedangkan pengertian ahlul bait secara sya’riat adalah ‘Ali kwh, Fatimah ra, Syarif Hasan dan Sayyid Husein ra. Pembatasan pengertian hanya kepada mereka tersebut berdasarkan dalil-dalil kontekstual yang cukup tegas dan jelas diantaranya ialah ayat dalam Surah At Tathir, Allah Taala berfirman : “Sesungguhnya Allah swt berkehendak untuk menghilangkan kotoran dari kalian wahai ahlul bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya (QS.33:33) “.
Landasannya :
1. Hadits Riwayat At Turmudzi dari
Sa’ad bin Abi waqqas ra :

“Ketika turun ayat (QS.33:33) ” Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, wanita-wanita kami dan wanita-wanita kamu dan diri kami dan diri kamu.. “Rasulullah saw menanggil ‘Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan dan Husein kemudian beliau bersabda : “Ya Allah, merekalah Ahlul Baitku (keluargaku) “.

2. Hadits riwayat At Turmudzi dari Ummu Salamah

“Ayat : At Tathir (QS.33:33), turun untuk Rasulullah di rumahku ketika aku sedang duduk di depan pintu,
aku bertanya : Ya Rasulullah, bukankah aku juga ahlul baitmu, beliau menjawab : engkau dalam kebaikan,
engkau dari istri-istriku, ketika itu Rasulullah Saw di rumah bersama ‘Ali, Fatimah, Hasan dan Husein kemudian
beliau memasukkah mereka di bawah sorban beliau seraya bersabda : “Ya Allah, merekalah ahlul baItku
maka hilangkanlah kotoran dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya “.

3. Hadits riwayat Muslim dari Zaid bin ‘Arqom

“Suatu hari Rasul berpidato di hadapan kami dekat danau bernama Khom antara Mekkah dan Madinah, setelah memuji Allah, beliau mulai menasihati kami dan bersabda : “Wahai orang-orang, aku tak ubahnya seorang manusia, mungkin utusan tuhanku akan segera datang memanggilku, ketahuilah bahwa aku meninggalkan pada kalian 2 benda berharga, kitabullah yang mengandung cahaya dan bimbingan maka ambilah kitabullah dan berpegang padanya.. beliau meneruskan : Dan ahlul baItku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku, aku memperingatkan kalian tentang ahlul baitku…”.
perawi hadits bertanya kepada Zaid bin ‘Arqom :
siapakah Ahlul Bait Rasul, adakah istri-istri beliau termasuk ahlul baitnya ?
Zaid menjawab : Tidak, Demi Allah, seorang istri hidup bersama suaminya untuk beberapa waktu dan ketika dicerai, ia akan kembali kepada kaumnya sendiri “.
Dan riwayat ayat At Tathir yang menunjuk pembatasan hanya pada mereka cukup kuat dan banyak diriwayatkan oleh kalangan dan tokoh-tokoh penting ahlussunnah lainnya, diantaranya ;

1. Imam Muslim dalam Shahihnya
2. Imam At Turmudzi dalam kitab shahihnya
3. Al Hakim dalam kitab Al Mustadraknya
4. Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya
5. Imam An Nasa’i dalam kitab khoshaishnya
6. Al Muhib At Thabari dalam Riyadhun Nadhirahnya
7. Al Muttaqi Al Hindi dalam kitab Kanzul ‘Ummalnya
8. Ibnu ‘Abdi Al Bar Al Andalusi dalam Al Isti’abnya
9. Ibnu ‘Atsir Al Jazari dalam Usdul Ghobahnya
10. At Thohawi Al Hanafi dalam kitab Musykil Al Atsarnya
11. Al Haitsami dalam Majma’ul Zawaidnya
12. Ibnu Jarir At Thabari dalam tafsir Jami’ul Bayannya
13. As Suyuthi dalam tafsir Durul Mantsurnya
14. Imam Abu Daud dalam Musnadnya
15. Al Khatib Al Baghdadi dalam kitab tariknya

Jalur jalur riwayat mereka dikutip oleh Sayyid Murtadha Al Husaini Al Fairuz Zabadiy dalam kitab Fadhailul Khamsah min Shihatus Sittah, juz 2 hal. 264-289.
Dari riwayat-riwayat tersebut meski secara bahasa kata ahlul bayt dapat diterapkan atas setiap penghuni rumah seseorang namun secara syari’at Allah swt dan Rasulnya telah membatasi pengertian kata Ahlul Bayt Nabi hanya kepada sejumlah pribadi dari keluarga terdekat beliau yaitu : ‘Ali kwh, Fatimah ra, Hasan ra, Husein ra.
Dengan demikian itulah pengertian kata ahlul bait nabi dalam ayat At Tathir (QS.33:33).

Terjemah Kitab Ihya’ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bayt Karya : Al Imam Jalaluddin As Suyuthi.

1. Biografi singkat penulis

Nasabnya : Alhafizh Jalaluddin Abul Fadl Abdurrahman bin Abu Bakar bin Muhammad Al Khudhairi As Suyuthi Asy Syafi’i, Mujadid kurun ke9.

Kelahiran dan kehidupannya :

As Suyuthi dilahirkan pada bulan Rajab tahun 849H. Dan ada yang mengatakan bukan pada tahun itu. Ayah
beliau wafat ketika ia baru berusia 5th 7bln”. Oleh karena itu beliau hidup sebagai anak yatim”.
Ia hafal Alqur’an ketika usianya kurang dari 8th, kemudian beliau menghafal kitab ‘Umdatul Ahkam, Minhajun Nüri, Alfiyah Ibnu Malik dan Minhajul Baidhawi. lalu beliau mengajukan hafalannya kepada ulama besar pada masa itu dan merekapun memberi ijazah. Jumlah para syek dan gurunya tidak kurang dari 50orang.

Karya-karyanya : Beliau mengarang lebih dari 500 buah karya tulis. Karya-karyany yang terkenal seperti ;

a. Ad Dürul Mantsur fit Tafsir bil Ma’tsur
b. Al Mizhar
c. Al Asybah wan Nazhair
d. Aj Jami’ Ash shoghir
e. Hamul Hawami’ syarh Jam’ul Jawami’
f. Fannul Muhadhoroh fii Akhbar Mishri wal Qohirah
g. Tamamud Dirayah
h. Tafsir Jalalain
i. dll
dan banyak lagi yang tak disebutkan disini.

Beliau juga seorang penyair yang banyak menggubah syair, membuat berbagai tulisan ilmiah serta tulisan-tulisan yang berkaitan dengan hukum-hukum agama.

Wafat Beliau : Ibnu Al Ammad dalam kitabnya Syadzaratudz Dzahab mengatakan : ‘beliau wafat pada malam Jum’at tgl 10 Jumadil Awwal di rumah kediamannya, di desa Raudhatul Miqyas setelah selama 7hari menderita penyakit hebat ditangan kirinya, dalam usia 61thn, kemudian dikebumikan di desa Husy Qushun di luar pintu masuk kota Al Qorofah’.

PERSEMBAHAN

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah dan salam bagi hamba-hambanya yang terpilih.

Risalah kecil ini adalah kumpulan 60 hadits yang saya beri nama ”Ihya’ul Mayyit bifadhalil Ahlul Bayt”.

Al Hafizh Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar Asy Syafi’i As Suyuthi.

HADITS 1
Sa’id bin Manshur dalam kitab susunannya meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair tentang firman Allah SWT dalam ayat ”Katakanlah, aku tidak meminta dari kalian sesuatu upahpun (atas seruanku) kecuali kasih sayang terhadap keluarga” QS.42:23. Ia berkata, yang dimaksud keluarga dalam ayat itu adalah keluarga Rasulullah SAW.

HADITS 2
Ibnu Al Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Murdawaih meriwayatkan dalam kitab tafsir mereka dan At Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir dari Ibnu ‘Abbas ra berkata: ketika turun ayat ini (QS.42:23) Para shahabat bertanya : wahai Rasulullah, siapakah keluargamu yang wajib atas kita untuk mencintai mereka?
Beliau menjawab: ”Ali, Fatimah dan kedua putra mereka”.

HADITS 3
Ibnu Hatim meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas tentang firman Allah (QS.42:23) Dan siapa yg mengerjakan kebaikan”, Ia berkata: ”yang dimaksud kebaikan adalah kecintaan kepada keluarga Muhammad saw”.

HADITS 4
Diriwayatkan oleh Ahmad dan Turmudzi dan Ia menshahihkannya, An Nasa’i dan Al Hakim dari Al Muthalib bin Robi’ah, Ia berkata: bahwa Rasulullah saw bersabda: ”Demi Allah, iman tidak akan masuk ke dalam hati seorang muslim sehingga ia mencintai kalian (keluarga nabi saw), karena Allah dan karena hubungan keluarga denganku”.

HADITS 5
Diriwayatkan oleh Muslim dan Turmudzi dan An Nasa’i dari Zaid bin Arqam bahwa Rasulullah saw bersabda:
”Aku ingatkan kalian tentang ahlul baitku”.

HADITS 6
Diriwayatkan oleh At Turmudzi dan ia menggolongkannya sebagai hadits hasan dan Al Hakim dari Zaid bin Arqom, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: ”Sungguh aku tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan setelah kepergianku, selama kamu berpegang teguh kepadanya; Kitabullah dan
‘Ithrahku (keluargaku) ahlul bait. Keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya berjumpa denganku di Al Haudh. Maka hati-hatilah dengan perlakuanmu atas keduanya sepeninggalku nanti”.

HADITS 7
Diriwayatkan oleh ‘Abdu bin Humaid dalam musnadnya dari Zaid bin Tsabit berkata: Rasulullah bersabda:
”Sungguh aku tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan setelah kepergianku, selama kamu berpegang teguh kepadanya: Kitabullah dan ‘Ithrahku Ahlul Baitku, dan keduanya tidak akan berpisah sehingga datang kepadaku di Al Haudh”.

HADITS 8
Ahmad bin Abu Ya’la meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri, sesungguhnya Rasulullah bersabda: ”Aku merasa segera akan dipanggil (Allah swt) dan aku akan memenuhi panggilan itu, maka aku tinggalkan padamu
TSAQOLAINI (2 Pusaka) yaitu: Kitabullah dan ‘Ithrahku. Dan sesungguhnya Allah yang Maha Mengetahui telah berfirman kepadaku bahwa keduanya tidak akan berpisah sehingga keduanya datang menjumpaiku di Al Haudh. Oleh karena itu perhatikan bagaimana perlakuanmu atas kedua peninggalanku itu”.

HADITS 9
Diriwayatkan oleh At Turmudzi dan ia menggolongkan hadits ini hasan dan At Thobrani dan Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas ra, Ia berkata: Rasulullah bersabda: “Cintailah Allah karena nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan-Nya dan cintailah aku karena kecintaan (kamu) kepada Allah serta cintailah ahlul baitku karena kecintaan (kamu) kepadaku”.

HADITS 10
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Bakar As Shiddiq, Ia berkata: “Peliharalah Muhammad dengan memelihara keluarganya”.

HADITS 11
Diriwayatkan oleh At Thobrani dan Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas ra, Ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
“Wahai bani Abdul Mutholib, aku mohon kepada Allah buat kalian 3 hal, aku memohon dari-Nya agar meneguhkan orang yang bangkit dari kalian, agar ia mengajari yang bodoh dari kalian dan memberi petunjuk bagi yang sesat dan aku memohon dari-Nya agar menjadikan kalian orang-orang dermawan, yang berani dan punya hati belas kasih. Maka sekiranya seseorang berdiri di antara salah satu sudut Ka’bah dan Maqam Ibrahim, lalu ia solat dan puasa, sedangkan ia adalah pembenci keluarga (Ahlul Bait) Muhammad, pasti ia masuk neraka”.

HADITS 12
At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : “Kebencian kepada bani Hasyim dan Anshor adalah kufur dan membenci orang-orang Arab adalah kemunafikan”.

HADITS 13
Ibnu ‘Adi dalam kitabnya Al Kamil meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membenci kami Ahlul Bait maka ia adalah munafik”.

HADITS 14
Ibnu Hibban dalam sohih dan Al Hakim meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Demi yang jiwaku ditangan-Nya tidak seorang pun membenci kami kecuali akan dimasukkan Allah swt ke neraka”.

HADITS 15
At Thabrani meriwayatkan dari Hasan bin ‘Ali kwh, beliau berkata kepada Mu’awiyah bin Khadij :
“Wahai Mu’awiyah bin Khadij, hati-hatilah dari membenci kami, karena sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : “Tiada seseorangpun yang membenci dan menghasad dengki kami kecuali akan dihalau dari Al Haudh dengan cambuk dari api”.

HADITS 16
Ibnu ‘Adi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa tidak mengenal hak ‘ithrahku dan anshornya maka ia salah satu dari 3 golongan, munafik atau anak haram atu anak dari hasil tidak suci yaitu ; dikandung oleh ibunya dalam keadaan haid”.

HADITS 17
At Thabrani dalam kitabnya Al Awsath dari Ibnu ‘Umar, ia berkata: Akhirnya ucapan Rasulullah sebelum wafat adalah : “Perlakuan aku sepeninggalku dengan bersikap baik kepada Ahlul Bait”.

HADITS 18
Diriwayatkan oleh At Thabrani dalam Al Awsath dari Hasan bin ‘Ali ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : “Mantapkanlah dirimu pada kecintaan pada kami ahlul bayt sebab barangsiapa menghadap Allah swt sedang ia mencintai kami niscaya ia masuk syurga dengan syafa’at kami. Demi Allah yang diriku / jiwaku berada ditangan-Nya, tidak akan berguna amal seseorang bagi dirinya kecuali bila ia mengetahui hak kami”.

HADITS 19
At Thabrani dalam Al Awsath meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah ra, ia berkata: Rasulullah saw berpidato dihadapan kami, maka aku mendengarnya besabda : “Wahai manusia barangsiapa membenci ahlul baitku, Allah swt akan kumpulkan ia pada hari kiamat sebagai orang yahudi”.

HADITS 20
At Thabrani meriwayatkan dalam Al Awsath dari ‘Abdullah bin Ja’far (bin ‘AlI bin Abi Tholib ra), ia berkata: aku mendengar Rasulullah saw bersabda : “Wahai bani Hasyim, aku memohon dari Allah swt untuk kalian, agar ia menjadikan kalian pemberani dan pengasih. Aku memohon agar ia memberikan petunjuk bagi yang tersesat, memberi rasa aman bagi yang ketakutan dan mengenyangkan yang lapar dari kalian. Dan demi jiwaku yang berada ditangan-Nya, tiada beriman seseorang dari mereka sehingga mencintai kamu karena aku, apakah kamu mengharapkan untuk masuk ke dalam syurga dengan syafa’atku lalu bani Mutholib tidak mengharapkanya”.

HADITS 21
Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abi Syaibah dan Musaddad dalam musnadnya, Al Hakim, At Turmudzi dalam Nawadirul Ushul, Abu Ya’la dan At Thabrani dari Salamah bin Al Akwa’, ia berkata: Rasulullah saw bersabda :
“Bintang-bintang di langit adalah petunjuk keselamatan bagi penghuni langit dan Ahlul Baitku adalah penyelamat umatku”.

HADITS 22
Al Bazar meriwayatkan dari Abi Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda : “Setelah ku aku tinggalkan padamu 2 perkara. Kalian tidak akan sesat setelah ada keduanya; Kitabullah dan ‘Ithrahku. Keduanya tiada akan berpisah sehingga datang menemuiku di telaga Al Haudh”.

HADITS 23
Al Bazzar meriwayatkan dari ‘Ali bin ‘Abi Thalib kwh, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sungguh aku akan dibawa pergi (wafat) dan telah aku tinggalkan padamu 2 pusaka yang berharga yaitu : Kitabullah dan Ahlul Bait. Dan kamu tidak akan tersesat setelah keduanya”.

HADITS 24
Al Bazzar meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Perumpamaan ahlul baitku ibarat bahtera Nuh, barangsiapa yang ikut berlayar bersamanya dia akan selamat dan barangsiapa yang enggan dan terlambat, dia akan tenggelam”.

HADITS 25
Al Bazzar meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Zubair ra bahwa nabi saw bersabda : “Perumpamaan Ahlul Batku ibarat bahtera Nuh. Barangsiapa berlayar dengannya dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya dia akan tenggelam”.

HADITS 26
At Thabrani meriwayatkan dari Abu Dzar ra, (ia berkata): aku mendengar Rasulullah saw bersabda :
“Perumpamaan Ahlul Baitku diantara kamu ibarat bahtera Nuh diantara kaumnya. Barangsiapa iku berlayar bersamanya dia akan selamat dan barangsiapa yang enggan dan terlambat dia akan binasa. Dan perumpamaan Ahlul Baitku diantara kamu seperti pintu pengampunan Bani Israil”.

HADITS 27
At Thabrani meriwayatkan dalam Al Awsath dari Abu Sa’id Al Khudri ra (ia berkata) : aku mendengar Rasulullah saw bersabda : “Perumpamaan Ahlul Baitku laksana bahtera Nuh as. Barangsiapa menaikinya dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya dia akan tenggelam. Dan perumpamaan Ahlul Baytku diantara kamu seperti pintu pengampunan diantara Bani Israil. Barangsiapa memasukinya maka dosa-dosanya akan diampuni”.

HADITS 28
Ibnu Najjar dalam tarikhnya meriwayatkan dari Hasan bin ‘Ali ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda :
“Setiap segala sesuatu mempunyai azas dan azas Islam adalah kecintaan kepada shahabat Rasulullah dan Ahlul Baitnya”.

HADITS 29
At Thabrani meriwayatkan dari ‘Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda : “Setiap putra seorang perempuan bergabung nasabnya kepada ashabahnya (keluarganya dari pihak ayah) kecuali keturunan Fatimah ra, akulah ashabah mereka dan Akulah ayah mereka”.

HADITS 30
At Thabrani meriwayatkan dari Fatimah Az Zahra ra, beliau berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Setiap putra ibu akan bergabung dalam nasabnya kepada ashabahnya kecuali anak-anak Fatimah, Akulah wali mereka dan Akulah ashabah mereka”.

HADITS 31
Al Hakim meriwayatkan dari Jabir ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Setiap putra ibu memiliki ashabah yang mereka dinisbatkan kepadanya kecuali kedua putra Fatimah, Akulah wali mereka dan Aku adalah ashabah mereka”.

HADITS 32
At Thabrani meriwayatkan dalam Al Awsath dari Jabir ra bahwa ia mendengar ‘Umar bin Al Khaththab ra mengatakan kepada orang-orang ketika ia menikah dengan salah seorang putri ‘Ali ra. Tidaklah kalian mengucapkan selamat atasku ? aku mendengar Rasulallah saw bersabda : “Akan terputus pada hari kiamat semua sebab dan nasab (keturunan) kecuali sebabku dan nasab yang bersambung denganku”.

HADITS 33
At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Semua sebab dan nasab akan terputus pada hari kiamat kecuali sebab dan nasab yang bersambung denganku”.

HADITS 34
Ibnu ‘Asakir dalam Tarikhnya meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Semua hubungan nasab dan shihr (kerabat sebab hubungan perkawinan) akan terputus pada hari kiamat kecuali nasab dan shihrku”.

HADITS 35
Al Hakim meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Bintang-bintang adalah petunjuk keselamatan bagi penghuni bumi dari bahaya tenggelam dan Ahlul Baitku adalah penyelamat umatku dari bahaya perselisihan dan perpecahan (dalam urusan-urusan agama). Bila salah satu dari qabilah menyeleweng dan menentang niscaya mereka akan bercerai berai dan menjadi kelompok iblis”.

HADITS 36
Al Hakim meriwayatkan dari Anas ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Tuhanku menjanjikan untuk Ahlul Baitku, barangsiapa dari mereka yang mengakui ke-Esaan (Allah swt) dan menyaksikan bahwa aku telah menyampaikan risalah, ia tidak akan menyiksa mereka”.

HADITS 37
Ibnu Jarir meriwayatkan dalam tafsirnya dari Ibnu ‘Abbas ra pada firman Allah swt.. :
“Dan kelak tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas (QS:93:5), ia berkata : “Diantara kepuasan Muhammad saw adalah agar tidak seorangpun dari Ahlul Baitny masuk kedalam api neraka”.

HADITS 38
Diriwayatkan oleh Al Bazzar, Abu Ya’la, Al ‘Uqaili, At Thabrani dan Ibnu Syahin dalam As Sunnah dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Fatimah telah menjaga dirinya oleh karena itu Allah swt mengharamkan keturunannya atas api neraka”.

HADITS 39
At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw berkata kepada Fatimah ra :
“Sesungguhnya Allah swt tidak akan menyiksamu dan anak cucumu”.

HADITS 40
At Turmudzi meriwayatkan sebuah hadits dan ia menggolongkannya hadits ini hasan dari Jabir ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Wahai manusia, sesungguhnya aku telah tinggalkan padamu apa yang mencegah kamu dari kesesatan selama kamu mengambilkya (berpegang teguh dengannya) yaitu ; Kitabullah dan ‘Ithrahku Ahlul Baitku”.

HADITS 41
Al Khatib dalam tarikhnya meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Syafa’atku bagi umatku yakni untuk orang yang mencintai Ahlul Baitku”.

HADITS 42
At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Pertama orang yang akan aku beri syafa’at dari kalangan umatku adalah Ahlul Baitku”.

HADITS 43
At Thabrani meriwayatkan dari Al Muthalib bin ‘Abdullah bin Hanthab dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah saw berpidato dihadapan kami di Juhfah, beliau bersabda : “Bukankah diriku ini lebih utama (berhak) untuk memimpin kamu daripada dirimu sendiri? jawab mereka : benar ya Rasulullah. beliau melanjutkan : kalau begitu aku akan meminta pertanggungan jawabmu tentang 2 hal ; Al Qu’an dan ‘Ithrah-ku”.

HADITS 44
Al Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba Allah pada hari kiamat sebelum ia ditanya (dan menjawab) 4 pertanyaan ; tentang usianya, untuk apa ia menghabiskannya, tentang tubuhnya, bagaimana ia telah menggunakan tenaganya, tentang hartanya, untuk apa dibelanjakan dan dari mana ia mendapatkannya serta tentang kecintaannya kepada kami Ahlul Bait “.

HADITS 45
Ad Dailami meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata : aku mendengar Rasulullah saw bersabda : “Orang pertama yang mendatangiku di Al Haudh adalah Ahlul Baitku “.

HADITS 46
Ad Dailami meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Didiklah putra-putramu atas 3 perkara ; kecintaan kepada nabimu, kecintaan kepada Ahlul Baytnya dan (kecintaan) membaca Al Qu’an. Sesungguhnya pengemban Al Qur’an berada dibawah naungan Allah swt pada hari dimana tiada naungan kecuali naungan-Nya bersama para Nabi dan para washi’ (orang-orang pilihan)nya “.

HADITS 47
Ad Dailami meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Paling teguhnya kamu di atas shirath (jembatan akhirat) adalah orang yang paling gigih kecintaannya kepada Ahlul Baitku dan shahabat-shahabatku “.

HADITS 48
Ad Dailami meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “4 golongan, akulah pemberi syafa’at bagi mereka di hari kiamat, yaitu ; orang yang menghormati dzurriyat (keturunan)ku, orang yang membantu menutupi kebutuhan mereka, membantu mereka dalam urusan-urusan mereka ketika mereka sangat membutuhkan dan orang yang mencintai mereka dengan hatinya ( yang tulus ) dan dengan kata-katanya “.

HADITS 49
Ad Dailami meriwayatkan dari Abu Sa’id ra, id berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Keras kemurkaan Allah terhadap orang yang menggangguku dengan mengganggu ‘Ithrahku “.

HADITS 50
Ad Dailami meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah swt membenci orang yang makan di atas kekenyangannya, orang yang lalai melaksanakan keta’atan kepada tuhannya, orang yang mencampakkan sunnah nabinya, orang yang meremehkan dzimmah ( tanggung jawab )nya, orang yang membenci ‘ithrah nabinya dan mengganggu tetangganya “.

HADITS 51
Ad Dailami meriwayatkan dari Abu Sa’id ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Ahlul Baitku dan orang-orang anshor adalah orang-orang kepercayaanku dan pengembang rahasia ilmuku. Maka terimalah yang baik dari mereka dan ma’afkanlah yang salah dari mereka “.

HADITS 52
Abu Nu’aim meriwayatkan dalam Al Hilya dari ‘Utsman bin ‘Affan ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang memberikan kepada salah seorang dari keturunan ‘Abdul Muthalib suatu ( hadiah ) kebaikan lalu ia tidak mampu membalas kebaikannya maka Akulah yang akan membalasnya kelak di hari kiamat “.

HADITS 53
Al Khatib meriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa berbuat kebaikan kepada salah seorang dari keturunan ‘Abdul Muthallib lalu ia tidak mampu membalas kebaikannya di dunia, maka Akulah yang akan membalas kebaikan itu jika ia berjumpa denganku “.

HADITS 54
Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang memberikan jasa kepada salah seorang dari Ahlul Baitku, maka Akulah yang akan membalasnya pada hari kiamat “.

HADITS 55
Al Bawardi meriwayatkan dari Abu Sa’id ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Aku akan tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan yaitu kitabullah, ia adalah suatu sebab yang satu ujungnya ditangan Allah swt dan ujung yang lain pada tanganmu dan ‘ithrah ahlul baitku, dan sesungguhnya keduanya tidak akan berpisah, sampai bersama-sama mengunjungiku di telaga Al Haudh “.

HADITS 56
Imam Ahmad dan At Thabrani meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Kutinggalkan padamu kedua penggantiku Kitabullah, tali penghubung yang terbentang antara langit dan bumi dan ‘Ithrahku Ahlul Baitku. Sungguh keduanya takkan berpisah sehingga berjumpa denganku di telaga Al Haudh “.

HADITS 57
At Turmudzi, Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman meriwayatkan dari ‘Aisyah ra dari Nabi saw :
“Ada 6 kelompok yang dilaknat Allah swt, aku dan semua Nabi yang doanya dikabulkan. mereka adalah ; orang yang menambah-nambah kitabullah, orang yang mengingkari taqdir Allah, orang yang berkuasa dengan kekerasan lalu memuliakan orang yang dihinakan oleh Allah swt dan menghinakan orang yang dimuliakan oleh Allah swt, orang yang menghalalkan (sesuatu) yang diharamkan oleh Allah swt, orang yang memperlakukan ‘ithrahku dengan perlakuan yang diharamkan oleh Allah swt dan orang yang meninggalkan sunnahku “.

HADITS 58
Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni dalam Al Ifrad dan Al Khatib dalam Al Mutaffaq dari ‘Ali ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “7 kelompok yang dilaknat Allah dan dilaknat oleh setiap Nabi yang doanya dikabulkan, mereka adalah ; orang yang menambah-nambah kitabullah, orang yang mengingkari taqdir Allah, orang yang menolak sunnahku dan mengambil yang bid’ah, orang yang memperlakukan ‘ithrahku dengan perlakuan yang diharamkan Allah, orang yang berkuasa dengan kekerasan atas umatku lalu memuliakan yang dihinakan Allah dan menghinakan yang dimuliakan Allah dan orang yang murtad dengan melarikan diri ke
dusun-dusun setelah hijrah ( sebagai ‘Arab baduwi ) “.

HADITS 59
Al Hakim meriwayatkan dalam tarikhnya dan Ad Dailami dari Abu Sa’id ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “3 hal, barangsiapa memeliharanya maka Allah akan memelihara agamanya dan siapa yang mensia-siakannya maka Allah tidak akan memelihara apapun baginya, yaitu ; kehormatan islam, kehormatanku dan kehormatan keluargaku “.

HADITS 60
Ad Dailami meriwayatkan dari ‘Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sebaik-baik maunusia adalah orang-orang ‘Arab, sebaik-baik orang ‘Arab adalah suku quraisy dan sebaik-baik suku Quraisy adalah Bani Hasyim “.

HADITS-HADITS LAINNYA

HADITS 61
Rasullah saw bersabda : “Aku adalah kota (sumber/gudang ) ilmu dan ‘Ali adalah pintunya, maka
barangsiapa yang hendak mencapai kota (sumber/gudang ) ilmu maka datangilah (kota/sumber/gudang ilmu ) dari pintunya “.

HADITS 62
Rasulullah saw bersabda : “Allah swt berfirman : Seandainya bukan karena engkau ( Muhammad ) ,seandainya bukan karena engkau ( Muhammad ) tidak akan Aku ciptakan alam semesta ( ini ) “.

HADITS 63
Rasulullah saw berdo’a ketika menikahkan putrinya (Fatimah Az Zahra ra ) dengan ‘Ali bin Abi Thalib kwh :
“Ya Allah.. semoga Engkau mengumpulkan yg berserak di muka bumi ini dan memberikan keturunan kepada keduanya; keturunan yang baik ( berkualitas ), pembuka pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah juga pemberi rasa selamat bagi umat “.

Wassalam !

Al Masikh Dajjal;Mereka Sedang Menunggu Kedatangannya


Al Masikh Dajjal;Mereka Sedang Menunggu Kedatangannya

surah kahfi

dajjal
Hadis Tamim ad-Dari
Dari hadis tersebut dapat kita tahu Dajjal itu adalah manusia. Bukannya binatang. Bukannya raksasa. Dengan jelas hadis tersebut menyebut manusia yang dirantai. “…Di sana mereka menjumpai seorang lelaki yang sangat besar dan tegap. Ertinya mereka tidak pernah melihat orang sebesar itu. Dari tangannya sampai ke tengkuknya dikuatkan dengan besi, begitu juga dari lututnya sampai ke telapak kakinya…”

Dajjal juga telah memberi peringatan bahawa beruntunglah mereka yang mengikut Nabi SAW.

…Akhirnya lelaki seperti raksaksa itu berkata: “Kalau begitu ceritakan kepadaku tentang Nabi Al-Amin itu, apa yang dia buat?”

Mereka menjawab: “Dia telah berhijrah dari Makkah ke Madinah.”

Lelaki itu bertanya lagi: “Apakah dia diperangi oleh orang-orang Arab?” Mereka menjawab: “Ya, dia diperangi oleh orang-orang Arab.”

Lelaki itu bertanya lagi: “Kalau begitu apa pula tindakan dia terhadap mereka?” Mereka ceritakan bahawa Rasulullah s.a.w telah mengembangkan dakwahnya dan sudah ramai pengikutnya.

Orang besar itu berkata lagi: “Memang begitulah, padahal mereka beruntung jika taat kepadanya.”…

Akhirnya, Nabi SAW memberitahu Dajjal akan datang dari arah Timur.
Rasulullah s.a.w berkata lagi: “Sememangnya hadis Tamim itu lebih meyakinkan saya lagi. Ceritanya itu bersesuaian dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu sebelumnya, iaitu tentang Makkah dan Madinah yang dikatakan tidak dapat dimasuki Dajjal. Cuma dia ada mengatakan di lautan Syam atau di laut Yaman. Tidak, bahkan ia dari arah timur. Ia dari arah timur,” kata Rasulullah s.a.w sambil menunjuk ke arah timur.

Pulau Dajjal
Terdapat lebih 100 buah pulau yang dikenalpasti ada pada zaman Rasulullah.
Pulau yang mana satu hanyalah di dalam pengetahuanNya.
Wallahu’alam.
pulau dajjal
pulau aneh
Nabi SAW bersabda apabila tiba waktunya, Dajjal akan muncul dari Timur

Persian Shawls Selendang Parsi

Narrated Anas b. Malik: Allah’s Apostle (saw) said: The Dajjal would be followed by 70,000 Jews of Isfahan (Iran/Persia) wearing Persian shawls. – Sahih Muslim
selendang yahudi iran
Riwayat Anas b. Malik: Rasulullah (saw​​) berkata: Dajjal akan diikuti oleh 70,000 orang Yahudi dari Isfahan (Iran / Parsi) memakai selendang Parsi. – Sahih Muslim
selendang parsi

Persiapan Menyambut Kedatangan Dajjal

Banyak negara di belah Timur telah pun bersedia untuk menyambut kedatangan Dajjal. Antaranya adalah Kazakhstan seperti gambar-gambar di bawah.
11
Malang sekali, keluarga di Raja Saudi juga turut sama ‘menanti’ kedatangan Dajjal. Terdapat banyak simbol Dajjal yang diterapkan ke dalam masyarakat oleh House of the Saud
22
Kepada yang kurang jelas atau nampak, simbol menunjukkan sebuah mahkota yang diletakkan di atas sebiji mata
Polis Saudi Lambang Simbol Dajjal
The Kingdon Tower di Jeddah, Saudi Arabia dijangka akan siap pada tahun 2018
Jeddah Tower
Ia akan menjadi bangunan tertinggi dunia pada waktu itu. Untuk ‘siapakah’ bangunan tersebut dibina?
26
Nabi S.A.W juga ada bersabda yang Dajjal akan datang. Dan dia akan datang ke Madinah. Tetapi adalah Haram baginya untuk memasuki Madinah dan di jalanan Madinah. Maka Dajjal akan dipaksa kekal di luar. Jadi apa yang akan Dajjal lakukan adalah dia akan ‘berkhemah’ di atas paya masin di kawasan luar Madinah.

Abu Said narrated that The Prophet (saw) said “Ad-Dajjal will come, and he will be forbidden to enter the mountain passes of Medina. He will encamp in one of the salt areas neighboring Medina…” – Sahih Bukhari #9.245

Narrated Anas b. Malik: The Prophet (saw) said, “Ad-Dajjal will come and encamp at a place close to Medina and the Medina shake thrice wehereupon every Kafir (disbeliever) and hypocrite will go out (of Medina) towards him.” – Sahih Bukhari #9.239

Di pinggir kawasan Madinah, terdapat sebuah struktur yang secara rasminya di gelar Kingdom Palace. Tetapi penduduk tempatan memanggilnya Dajjal Palace.
Istana Dajjal
Banyak ulama’ telah bersepakat dan bersetuju struktur tersebut di bina di atas kawasan yang ‘bergaram’ (salty area) yang telah digambarkan oleh Nabi S.A.W
Bukit Habsyi Bergaram
Jadi yang beriman akan kekal di dalam bandar Madinah tetapi setiap munafik dan kafir akan meninggalkan bandar Madinah dan percaya diri mereka akan selamat setelah mendapat perlindungan dari Dajjal

The Prophet (saw) said: “The Dajjal will come and climb and will see Medina and then He will say to him companions, “Do you see that White Palace? That is the Mosque of Ahmad”…” – Hakim in Mustadrak – Sahih on the conditions of Imam Muslim
Istana Ahmad
Masjid An-Nabawi berada betul-betul sejajar dengan kedudukan Dajjal Palace – Dajjal Palace boleh dilihat dari Masjid An-Nabawi dan begitu juga sebaliknya.
Pada zaman Nabi S.A.W, Masjid Nabawi (Mosque of Ahmad) adalah ringkas dan dibina hanya dengan batu dan lumpur. Hanya apabila zaman berubah, Masjid Nabawi telah diubahsuai menjadi lebih besar dan kelihatan gagah seperti sebuah White Palace (Istana Putih)

The Prophet (saw) said, “The terror caused by Al-Masih Ad-Dajjal will not enter Medina and at that time Medina will have SEVEN GATES and there will be two angels at each gate (guarding them). – (Sahih Bukhari: Book of Afflictions, Vol.9 Book 88 No. 240)

Jika dilihat pada peta Madinah, kita dapat lihat terdapat 7 pintu masuk utama ke dalam bandar Madinah: satu dari Jeddah, Mekah, Rabigh, The Airport, Tabouk & 2 dari kawasan berhampiran

Dialog perbualan ini dipetik dari sebuah video semasa sesi pengusiran syaitan cara secara Islam antara seorang imam dan pesakit wanita yang dirasuk

Wanita: It is the biggest. The biggest. The biggest. I mean the biggest, power that my father owns. Sooner or later, his son, the greatest will come.
Imam: His greatest son will come?
Wanita: Yes.
Imam: Who are you talking about?
Wanita: Dajjal.
Imam: Dajjal?
Wanita: Yes.
Imam: So the Illuminati prepare the Dajjal?
Wanita: Yes. Yes. Yes.

Ramalan-ramalan telah dipenuhi. Illuminati telah membuat persiapan menyambut kedatangan Dajjal.

Persiapan mereka telah berjaya. Hampir ke penghujungnya.

Adakah anda bersedia dengan kedatangannya?

“The Son of Mary (Jesus Christ) will kill the Dajjal (Anti-Christ) at the Gate of Ludd (a city 13 miles east of Tel Aviv, Israel).” – Prophet Muhammad (saw); Reported in Tirmidzi (4/105)

“Anak Mariam (Jesus Christ) akan membunuh Dajjal (Anti-Christ) di Pintu Ludd (sebuah bandar jarak 13 kilometer di timur Tel Aviv, Israel).”- Sabda Nabi Muhammad saw. Diriwayatkan oleh Tirmizi (4/105)

Wallahu’alam bissawab.

Terima kasih kepada sumber, semoga rahmat Allah swt melimpahi anda dunia dan akhirat… Ameen Ameen Ya Rabbal Alameen

Sumber : http://mohdzopfan.wordpress.com/tag/dajjal/?blogsub=confirming#subscribe-blog

Khutbah Terakhir Rasulullah Saw


imageshttp://www.youtube.com/watch?v=N2NA9JWt_kQ

Teks Penuh Khutbah terakhir Rasulullah saw pada 8th Zul-Hijjah tahun ke10 Hijrah (bersamaan 9 Mac 632 Masihi) yang disaksikan oleh lebih dari 144,000 umat Islam yang hidup pada hari tersebut.

“Segala puji bagi Allah. Kita memuji, meminta pertolongan, beristighfar dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung dengan-Nya daripada kejahatan diri dan keburukan amalan kita. Sesiapa yang Allah berikan hidayat kepadanya, maka tidak ada siapa yang boleh menyesatkannya. Sesiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada siapa yang boleh memberikan hidayat kepadanya. Aku menyaksikan bahawa tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku menyaksikan bahawa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Aku berpesan kepada kamu supaya mentaati-Nya. Aku membuka khutbahku ini dengan mukaddimah yang baik.

Wahai manusia! Sila dengar apa yang akan aku katakan ini. Aku tidak tahu apakah aku akan dapat bersama kamu semua lagi selepas tahun ini, di tempat ini selamanya.

1. Sesungguhnya darah kamu, harta benda kamu dan kehormatan diri kamu telah terpelihara (diharamkan) sebagaimana diharamkan hari ini, bulan ini dan bandar ini Makkah dan kawasan sekitarnya.

2. Sesiapa yang memegang amanah, maka dia hendaklah mengembalikan amanah tersebut kepada tuan punyanya.

3. Ingatlah! Segala amalan jahiliyyah telah berada di tapak kakimu (iaitu telah dihapuskan).

4. Tuntutan hutang darah di zaman jahiliyyah (sebelum Islam) telah diampunkan. Tuntutan darah pertama yang aku batalkan adalah darah Rabi’ah bin Al-Haris yang disusukan oleh Bani Saad kemudian telah dibunuh oleh Huzail.

5. Riba adalah haram dan aku memulakannya dengan membatalkan riba yang akan diterima oleh Abbas bin Abdul Mutalib. Sesungguhnya ia dihapuskan keseluruhannya.

6. Wahai manusia! Takutilah Allah SWT di dalam urusan yang berkaitan dengan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai amanah daripada Allah SWT dan mereka telah dihalalkan kepada kamu dengan kalimah Allah. Wajib ke atas mereka untuk menjaga kehormatan kamu dan menjaga diri daripada melakukan perbuatan buruk. Jika mereka lakukannya maka kamu berhak untuk menghukum mereka tetapi bukanlah dengan pukulan yang mencederakan. Jika isteri-isteri kamu setia dan jujur terhadapmu, maka wajib ke atas kamu menjaga makan pakai dengan baik.

7. Semua orang mukmin adalah bersaudara, oleh itu tidak halal bagi seorang muslim mengmbil harta orang lain kecuali setelah mendapat kebenaran daripada tuannya.

8. Jangan kamu kembali menjadi kafir selepas pemergianku, di mana sebahagian daripada kamu memerangi sebahagian yang lain. Aku telah tinggalkan untuk kamu suatu panduan, jika kamu berpegang teguh dengan ajarannya, maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya; kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya.

9. Wahai manusia! Sesungguhnya tidak ada lagi nabi selepasku dan tidak ada lagi umat selepas kamu. Maka aku menyeru agar kamu menyembah Allah SWT Tuhan kamu dan menunaikan solat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan serta mengeluarkan zakat hartamu dengan kerelaan. Dan kerjakanlah haji ke Rumah Suci Tuhanmu (kaabah), untuk itu kamu akan masuk syurga Tuhanmu.

10. Tuhan kamu adalah Esa, datuk kamu pula adalah satu, kamu semua berasal daripada Adam dan Adam telah dijadikan daripada tanah. Orang yang paling baik di kalangan kamu ialah mereka yang paling bertaqwa kepada Allah. Tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa lain kecuali dengan taqwa.

11. Allah SWT telah menetapkan hak menerima pusaka kepada keluarga si mati, oleh itu tidak boleh membuat wasiat kepada penerima pusaka. Sesungguhnya laknat Allah ke atas sesiapa yang mengaku sebagai bapa kepada bukan bapanya yang sebenar, juga laknat dari para malaikat dan seluruh manusia.

12. Kemudian kamu akan disoal tentang aku, maka apa yang akan kamu jawab? Mereka menjawab, “Kami bersaksi bahawa tuan telah menyampaikan dan menyempurnakan risalahmu.” Baginda lalu mengangkat tangannya ke langit dan menurunkannya ke arah orang ramai sambil berkata, “Ya Allah! Saksikanlah.” Baginda Rasulullah mengucapkannya sebanyak tiga kali. Orang yang mengulang kembali ucapan Rasulullah SWT dengan kuatnya di Arafah ialah Rabi’ah bin Umaiyyah bin Khalaf ra.

Baginda berkhutbah di atas untanya al-Qaswah. Di sinilah turunnya wahyu mengenai kesempunaan agama Islam.

“Pada hari ini telah disempurnakan bagimu agamamu, dan telah kucukupkan nikmat-ku kepadamu, dan telah kuredhakan Islam itu menjadi agama untukmu. (Al-Maidah ayat 3)

Perlawanan Gusti, Seni Pertahanan Diri Dituntut Dipelajarinya


.pedang nabimuhammad 1

(gambar di atas pedang Rasulullah Saw)

Saudaraku yang di hormati, hayati hadis-hadis di bawah ini;

عَنِ ابْنِ سِيرِينَ قَالَ: «صَنَعْتُ سَيْفِي عَلَى سَيْفِ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ، وَزَعَمَ سَمُرَةُ أَنَّهُ صَنَعَ سَيْفَهُ عَلَى سَيْفِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ

Ibnu Sirin Berkata;

Aku membuat pedangku sama bentuk dengan pedang Samurah bin Jundub. Samurah mengaku pedangnya dibuat sama bentuk dengan pedang Rasu­lullah. Pedang yang dimaksudkan itu sama dengan bentuk pedang Bani Hanifah.

Kalau membuat pedang seperti pedang Rasulullah adalah amalan salafus soleh, bagaimana dengan ilmu berkaitan pedang pula??

Harus berlawanan gusti dan seni pertahanan diri yang mubah (yang tidak ada unsur-unsur haram yang lain) tanpa ganjaran sebagaimana dalam hadis:

عن سعيد بن جبير قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم بالبطحاء فأتى عليه يزيد بن ركانة أو ركانة بن يزيد ومعه عير له فقال له: يا محمد هل لك أن تصارعني ؟ فقال ما تسبقني أي ما تجعله لى من السبق قال: شاة من غنمي، فصارعه فصرعه فأخذ الشاة، فقال ركانة: هل لك في العود ؟ ففعل ذلك مرارا، فقال يا محمد ما وضع جنبى أحد إلى الارض، وما أنت بالذى تصرعنى فأسلم ورد النبي صلى الله عليه وسلم عليه غنمه

Maksudnya: “Daripada Said bin Jubair r.h kata beliau: Adalah Nabi s.a.w berada di Batha’ lalu datang kepada baginda Yazid bin Rukanah atau Rukanah bin Yazid bersama dengannya kambing-kambingnya lalu berkata: “Wahai Muhammad, adakah mahu engkau bergusti denganku? Maka berkata Nabi s.a.w: Apakah yang hendak kamu jadikan sebagai ganjaran? Jawabnya: Seekor kambing daripada kambingku ini. Maka mereka pun bergusti lalu baginda Nabi s.a.w berjaya mengalahkannya dan mengambil kambing itu. Berkata Rukanah: Mahukah engkau ulang lagi (perlawanan)? Maka mereka pun bergusti beberapa kali lalu dia berkata: Wahai Muhammad, tidak pernah ada sesiapa yang pernah mengalahkan aku dan engkau sebenarnya (dari segi luaran) bukanlah lawanku lalu dia memeluk Islam dan Nabi s.a.w mengembalikan kambingnya”. [Hadis Mursal Sahih dikeluarkan Abu Daud, dikeluarkan bersambung dalam kitab al-Sabq li Abu Syeikh].

Hadis ini jika kita lihat sekali maka zahirnya harus bertaruh dalam gusti mengambil ganjaran namun dalam keterangan ini, Nabi s.a.w telah mengembalikan semula ganjaran yang baginda peroleh kepada Rukanah r.a dan baginda Nabi s.a.w dalam peristiwa ini berlawanan untuk menarik minat Rukanah kepada Islam maka ianya termasuk dalam Jihad. [al-Furuk, 7/434, al-Bayan, 7/423].

Namun, Ulama al-Syafiiah Iraq dan tarjih al-Nawawi menyatakan harusnya mengambil ganjaran dalam bergusti kerana berpegang dengan zahir hadis ini di mana Nabi s.a.w meminta ganjaran daripada Rukanah r.a semasa dia mengajak Nabi s.a.w bergusti dan baginda mengambil ganjaran itu setelah menang namun baginda mengembalikannya kerana menjinakkan hatinya yang baharu memluk Islam. [al-Bayan, 7/422-423, Raudah al-Tolibin 10/351].

Pada pandangan kami, harus mengambil ganjaran dalam bergusti dan perlawanan seni mempertahankan diri kerana ianya merupakan jenis alatan jihad juga bahkan ianya sangat-sangat berguna untuk berjihad maka diqiaskan dengan lumba kuda, unta, dan memanah juga.

Tanbih: Gusti yang diadakan sekarang yang membawa kecederaan kepada pemain dan membawa kerosakan tubuh badan adalah haram kerana Islam melarang perkara yang membawa kemudaratan sebagaimana dalam hadis:

لا ضَرَرَ ولا ضِرَارَ

Maksudnya: “Tidak ada mudarat dan memudaratkan” [Malik].

Oleh itu, Majmak Fiqh Rabitah al-Alam al-Islami pada persidangan yang ke-10 tahun 1987M telah mengeluarkan fatwa haramnya gusti yang ada sekarang seperti WWF dan TNA Wrestling dan seumpamanya. [Taudih al-Ahkam, 6/459 dan selepasnya].

 

 

 

Dituntut pelajari ilmu beladiri umpama ilmu pedang satu caranya ialah pelajari ilmu persilatan pedang-tongkat seperti gambar contoh di bawah:

 

10253888_837352982965508_7655974032408148391_n

mungkin kita umat islam banyak tidak tahu sebenarnya para ulama silam ada tinggalkan manuskrip juga tentang ilmu seni bela diri ini seperti contoh gambar di bawah;

 

10246818_813881601979313_8693784320053675226_n

10472640_813881721979301_343498123343276026_n

10511358_813881508645989_550342311760775719_n

Moga bermanfaat…