Surat Dari Seorang Perawan Tua Kepada Semua Laki-Lakiرسالة من عانـــس إلى جميع الرجال


رسالة من عانـــس إلى جميع الرجال

Surat Dari Seorang Perawan Tua Kepada Semua Laki-Laki

(Di Terjemahkan Oleh : Ust Muhammad Elvi Syam, Lc. MA)

تزوجونا.. استرونا.. ارحمونا من نار العنوسة..

Nikahilah kami, lindungilah kami, sayangilah kami (terhindar) dari neraka perawan tua..

عندما اقترب عمري من العشرين كنت أحلم كأي فتاة بشاب ملتزم ذي خلق وكنت أبني الأفكار والآمال، وكيف سنعيش وكيف سنربي أطفالنا، و….و…. إلخ.

Ketika umurku mendekati 20 tahun, aku pernah mengimpikan seperti gadis lainnya, untuk mendapatkan seorang pemuda (ikhwan) yang konsisten dengan agamanya, berakhlak mulia, ketika itu akupun mulai menyusun pikiran dan angan-angan, dan bagaimana cara mendidik anak kami, dan… dan… seterusnya.

وكنت من النوع الذي يحارب التعدد والعياذ بالله، فبمجرد أن يقولوا لي فلان تزوج على زوجته تجدني، من غير شعور، أدعو عليه وأقول: لو كنت مكانها لرميته مثلما رماني،

Aku adalah termasuk orang yang memerangi poligami –semoga Allah melindungi dari sikap itu- sehingga, semata-mata mereka mengatakan kepadaku: si fulan menikah lagi, aku lepas control, sehingga aku melaknat laki-laki itu, dan mengatakan, kalau aku di posisi istrinya aku akan melakukan seperti apa yang dilakukan kepadaku.

وكنت دائما أتناقش مع أخي وأحياناً مع عمي عن التعدد ويحاولون أن يقنعوني وأنا متعندة لا أريد أن أقتنع، وأقول لهم مستحيل أن تشاركني امرأة أخرى في زوجي.

Dan aku selalu berdebat dengan saudara laki-lakiku, dan terkadang dengan pamanku tentang poligami, mereka berusaha untuk meyakinkan kepadaku untuk menerimanya, namun aku tetapi berkeras kepala dan tidak ingin menerimanya, akupun mengatakan kepada mereka, “ mustahil wanita lain menyertaiku dalam suamiku.

أحيانا كنت أتسبب في مشكلة بين زوج وزوجته لأنه يريد أن يتزوج عليها وأحرضها عليه حتى تثور ثائرتها عليه.

Terkadang, aku menjadi penyebab (actor) dalam pertingkaian antara suami dan istri, karena suaminya ingin menikah lagi, dan akupun mempropokasinya sehingga ia memberontak kepada suaminya.

ومرت الأيام وأنا أنتظر فارس أحلامي، انتظرت لكنه تأخر وانتظرت وقارب عمري الثلاثين.

Hari-hari pun berlalu, sedengankan aku menunggu dan menunggu arjuna (udo –minang) impianku, namun tak kunjung datang, aku selalu menunggu sementara umurku sudah mendekati 30 tahun.

يا إلهى ماذا أفعل؟ هل أخرج وأبحث عن عريس؟ لا أستطيع، سيقولون هذه لا تستحي، إذاً ماذا أفعل؟ ليس لي إلا الانتظار، وفي يوم من الأيام كنت جالسة وسمعت إحداهن تقول: (فلانة عنست)، قلت في نفسي مسكينة فلانة لقد عنست .. ولكن … فلانة إنه اسمي!!

Ya Allah, apa yang aku lakukan? Apakah aku keluar dan mencari marapulai (penganten laki-laki minang), aku tidak bisa, mereka akan mengatakan, tidakkah pertua (perawan tua) itu malu? Lalu apa yang aku lakukan? Tiada lain bagiku kecuali penantian. Pada suatu hari, aku duduk, dan aku mendengar selah seorang wanita mengatakan: si fulanah sudah menjadi perawan tua, akupun mengatakan dalam hati ku, wah… sangat kasihan si fulanah itu dia telah menjadi pertua, namun… si fulanah itu taunya namaku

يا إلهي إنه اسمي أنا أصبحت عانسة، صدمة قوية جداً مهما وصفتها فلن تحسوا بها، وأصبحت أمام الأمر الواقع أنا عانس.

Ya Allah, tahunya namaku, aku sudah menjadi perawan tua? Shok / trauma yang kuat sekali, bagaimanapun aku mengambarkannya kalian tidak akan bisa merasakannya, aku sudah berada di depan realita, aku adalah perawan tua.

وبدأت أراجع حساباتي ماذا أفعل؟ الوقت يمضي والأيام تمر أريد أن أصرخ، أريد زوجاً أريد رجلاً أقف بظله يعينني ويقضي أموري، أريد أن أعيش أريد أن أنجب أريد أن أتمتع بحياتي.

Akupun mulai menghitung-hitung , apa yang akan aku lakukan, sementara waktu terus berjalan, hari-hari terus berlalu, aku ingin berteriak, aku ingin seorang suami, aku ingin seorang laki-laki, yang mana aku berdiri di naungannya, yang akan membantuku dan memenuhi kebutuhanku, aku ingin hidup, aku ingin punya anak, aku ingin menikmati hidupku.

جاءني أخي الأكبر ذات مرة وقال لي: لقد جاءك اليوم عريس فرددته، ومن غير شعور مني قلت له لماذا؟ حرام عليك ، قال لي لأنه يريدك زوجة ثانية على زوجته وأنا أعرف أنك تحاربين التعدد.
وكدت أصرخ في وجهه: ولماذا لم توافق؟! أنا راضية أن أكون زوجة ثانية أو ثالثة أو رابعة!

Suatu kali, abangku mendatangiku dan berkata: “hari ini telah datang seorang marapulai untukmu, tapi aku telah menolaknya” dengan spontanitas aku berkata: kenapa? Tidak boleh?, abangku mengatakan kepadaku: “karena ia ingin menjadikanmu istri kedua dan aku tahu kamu memerangi poligami”. Hamper aku berteriak di hadapan wajahnya: “ kenapa abang tidak menyetujuinya? Aku rela untuk menjadi istri kedua, atau ke tiga, atau keempat.

الآن أدركت حكمة الله في التعدد وهذه حكمة واحدة جعلتني أقبل فكيف بحكمه الأخرى؟ اللهم اغفر لي ذنبي فقد كنت جاهلة.

Sekarang aku mengatahui hikmah Allah dalam berpoligami, ini adalah satu hikmah yang telah membuatku menerimanya, bagaimana dengan hikmah yang lain???? Ya Allah, ampunilah dosaku, sungguh aku tidak mengetahui.”

وهذه كلمة أوجهها إلى الرجال أقول لكم: عددوا، تزوجوا واحدة وثانية وثالثة ورابعة بشرط (القدرة والعدل)، أنقذونا من نار العنوسة فنحن بشر مثلكم نحس ونتألم، استرونا ارحمونا.

Ini seruan aku berikan kepada kaum laki-laki, aku katakan kepada kalian: berpoligamilah, menikahlah satu, dua, tiga dan empat, dengan syarat ( ada kemampuan dan bersikap adil), selamatkanlah kami dari neraka pertua, kami adalah manusia, kami merasakan, kami pilu, lindungilah kami, sayangilah kami.

وهذه كلمة أوجهها إلى أختي المسلمة المتزوجة…

Ini seruan aku berikan kepada saudariku muslimah yang telah menikah…

احمدي الله على هذه النعمة لأنك لم تجربي نار العنوسة وأرجو ألا تغضبي إذا أراد زوجك الزواج من أخرى، لا تمنعيه بل شجعيه..

Sanjunglah Allah atas nikmat ini, karena ukhti belum pernah merasakan neraka pertua, aku berharap janganlah ukhti marah jika suami ukhti ingin menikah lagi dengan wanita lain, janganlah anda halangi dia, akan tetapi doronglah ia.

أنا أعرف أن هذا صعب عليك ولكن احتسبي الأجر عند الله، انظري إلى حال أختك العانس والمطلقة والأرملة، من لهم؟ اعتبريها أختك وسوف تنالين الأجر العظيم بصبرك ..

Aku tahu, bahwa ini sulit bagimu, akan tetapi, harapkanlah pahala di sisi Allah, lihatlah kondisi saudarimu yang pertua, janda cerai, janda kematian suami, siapakah yang mendampingi mereka? Anggaplah dia saudarimu, anda akan meraih anugerah yang besar disebabkan kesabaranmu..

تقولين لي يأتي أعزب ويتزوجها أقول لك انظري إلى إحصائيات السكان، إن عدد النساء أكثر من الرجال بكثير ولو تزوج كل رجل بواحدة لأصبح معظم نسائنا عوانس، لا تفكري في نفسك فقط بل فكري فينا

Mungkin ukhti mengatakan kepadaku, seorang pemuda akan datang, dan akan menikahinya. Maka aku mengatakan kepada ukhti: “lihatlah kepada sensus penduduk, sesungguhnya jumlah wanita jauh lebih banyak daripada laki-laki, jika setiap laki-laki menikahi seorang wanita saja, pastilah kebanyakan wanita akan menjadi perawan tua, janganlah ukhti memikirkan diri sendiri saja, akan tetapi pikirkanlah kami.

أموت حرقة عندما أرى زوجا ممسك بيد زوجته ، وتهيج مشاعري ، ولكن بلا فائدة ؟؟؟؟

Aku mati kebakaran ketika melihat seorang suami yang menggenggam tangan istrinya, perasaanku bergejolak, tapi tanpa manfaat???

أختكم / العانس

Saudari kalian / Perawan tua

فوائد تعدد الزوجات
لا يخفى على الجميع فوائد تعدد الزوجات فهو من أقوى دعائم المحافظة على العفة ،،،،،،
ووسيلة من أعظم وســائل جلب الخيـر والبركة وكثرة الرزق
وهذا لا يخفى على أهل الإيمان والمعرفة ..
إذا كان ليس لديك الشجاعة للتعدد في الزوجات .. فارسلها لمن ترى!

Manfaat poligami:
Semua orang tahu bahwa manfaat poligami adalah factor terkuat untuk menjaga dari dosa zina.
Merupakan salah satu sarana terbesar mendapatkan kebaikan, berkah, dan rezki yang banyak.
Hal ini sudah diketahui oleh orang yang beriman dan berpengetahuan.
Jika kamu tidak memiliki keberanian untuk berpoligami, maka arahkanlah ia kepada siapa yang anda anggap mampu

Surat Dari Seorang Perawan Tua Kepada Semua Laki-Lakiرسالة من عانـــس إلى جميع الرجال


رسالة من عانـــس إلى جميع الرجال
Surat Dari Seorang Perawan Tua Kepada Semua Laki-Laki

(Di Terjemahkan Oleh : Ust Muhammad Elvi Syam, Lc. MA)

 

 

تزوجونا.. استرونا.. ارحمونا من نار العنوسة..

Nikahilah kami, lindungilah kami, sayangilah kami (terhindar) dari neraka perawan tua..

عندما اقترب عمري من العشرين كنت أحلم كأي فتاة بشاب ملتزم ذي خلق وكنت أبني الأفكار والآمال، وكيف سنعيش وكيف سنربي أطفالنا، و….و…. إلخ.

Ketika umurku mendekati 20 tahun, aku pernah mengimpikan seperti gadis lainnya, untuk mendapatkan seorang pemuda (ikhwan) yang konsisten dengan agamanya, berakhlak mulia, ketika itu akupun mulai menyusun pikiran dan angan-angan, dan bagaimana cara mendidik anak kami, dan… dan… seterusnya.

وكنت من النوع الذي يحارب التعدد والعياذ بالله، فبمجرد أن يقولوا لي فلان تزوج على زوجته تجدني، من غير شعور، أدعو عليه وأقول: لو كنت مكانها لرميته مثلما رماني،

Aku adalah termasuk orang yang memerangi poligami –semoga Allah melindungi dari sikap itu- sehingga, semata-mata mereka mengatakan kepadaku: si fulan menikah lagi, aku lepas control, sehingga aku melaknat laki-laki itu, dan mengatakan, kalau aku di posisi istrinya aku akan melakukan seperti apa yang dilakukan kepadaku.

وكنت دائما أتناقش مع أخي وأحياناً مع عمي عن التعدد ويحاولون أن يقنعوني وأنا متعندة لا أريد أن أقتنع، وأقول لهم مستحيل أن تشاركني امرأة أخرى في زوجي.

Dan aku selalu berdebat dengan saudara laki-lakiku, dan terkadang dengan pamanku tentang poligami, mereka berusaha untuk meyakinkan kepadaku untuk menerimanya, namun aku tetapi berkeras kepala dan tidak ingin menerimanya, akupun mengatakan kepada mereka, “ mustahil wanita lain menyertaiku dalam suamiku.

أحيانا كنت أتسبب في مشكلة بين زوج وزوجته لأنه يريد أن يتزوج عليها وأحرضها عليه حتى تثور ثائرتها عليه.

Terkadang, aku menjadi penyebab (actor) dalam pertingkaian antara suami dan istri, karena suaminya ingin menikah lagi, dan akupun mempropokasinya sehingga ia memberontak kepada suaminya.

ومرت الأيام وأنا أنتظر فارس أحلامي، انتظرت لكنه تأخر وانتظرت وقارب عمري الثلاثين.

Hari-hari pun berlalu, sedengankan aku menunggu dan menunggu arjuna (udo –minang) impianku, namun tak kunjung datang, aku selalu menunggu sementara umurku sudah mendekati 30 tahun.

يا إلهى ماذا أفعل؟ هل أخرج وأبحث عن عريس؟ لا أستطيع، سيقولون هذه لا تستحي، إذاً ماذا أفعل؟ ليس لي إلا الانتظار، وفي يوم من الأيام كنت جالسة وسمعت إحداهن تقول: (فلانة عنست)، قلت في نفسي مسكينة فلانة لقد عنست .. ولكن … فلانة إنه اسمي!!

Ya Allah, apa yang aku lakukan? Apakah aku keluar dan mencari marapulai (penganten laki-laki minang), aku tidak bisa, mereka akan mengatakan, tidakkah pertua (perawan tua) itu malu? Lalu apa yang aku lakukan? Tiada lain bagiku kecuali penantian. Pada suatu hari, aku duduk, dan aku mendengar selah seorang wanita mengatakan: si fulanah sudah menjadi perawan tua, akupun mengatakan dalam hati ku, wah… sangat kasihan si fulanah itu dia telah menjadi pertua, namun… si fulanah itu taunya namaku

يا إلهي إنه اسمي أنا أصبحت عانسة، صدمة قوية جداً مهما وصفتها فلن تحسوا بها، وأصبحت أمام الأمر الواقع أنا عانس.

Ya Allah, tahunya namaku, aku sudah menjadi perawan tua? Shok / trauma yang kuat sekali, bagaimanapun aku mengambarkannya kalian tidak akan bisa merasakannya, aku sudah berada di depan realita, aku adalah perawan tua.

وبدأت أراجع حساباتي ماذا أفعل؟ الوقت يمضي والأيام تمر أريد أن أصرخ، أريد زوجاً أريد رجلاً أقف بظله يعينني ويقضي أموري، أريد أن أعيش أريد أن أنجب أريد أن أتمتع بحياتي.

Akupun mulai menghitung-hitung , apa yang akan aku lakukan, sementara waktu terus berjalan, hari-hari terus berlalu, aku ingin berteriak, aku ingin seorang suami, aku ingin seorang laki-laki, yang mana aku berdiri di naungannya, yang akan membantuku dan memenuhi kebutuhanku, aku ingin hidup, aku ingin punya anak, aku ingin menikmati hidupku.

جاءني أخي الأكبر ذات مرة وقال لي: لقد جاءك اليوم عريس فرددته، ومن غير شعور مني قلت له لماذا؟ حرام عليك ، قال لي لأنه يريدك زوجة ثانية على زوجته وأنا أعرف أنك تحاربين التعدد.
وكدت أصرخ في وجهه: ولماذا لم توافق؟! أنا راضية أن أكون زوجة ثانية أو ثالثة أو رابعة!

Suatu kali, abangku mendatangiku dan berkata: “hari ini telah datang seorang marapulai untukmu, tapi aku telah menolaknya” dengan spontanitas aku berkata: kenapa? Tidak boleh?, abangku mengatakan kepadaku: “karena ia ingin menjadikanmu istri kedua dan aku tahu kamu memerangi poligami”. Hamper aku berteriak di hadapan wajahnya: “ kenapa abang tidak menyetujuinya? Aku rela untuk menjadi istri kedua, atau ke tiga, atau keempat.

الآن أدركت حكمة الله في التعدد وهذه حكمة واحدة جعلتني أقبل فكيف بحكمه الأخرى؟ اللهم اغفر لي ذنبي فقد كنت جاهلة.

Sekarang aku mengatahui hikmah Allah dalam berpoligami, ini adalah satu hikmah yang telah membuatku menerimanya, bagaimana dengan hikmah yang lain???? Ya Allah, ampunilah dosaku, sungguh aku tidak mengetahui.”

وهذه كلمة أوجهها إلى الرجال أقول لكم: عددوا، تزوجوا واحدة وثانية وثالثة ورابعة بشرط (القدرة والعدل)، أنقذونا من نار العنوسة فنحن بشر مثلكم نحس ونتألم، استرونا ارحمونا.

Ini seruan aku berikan kepada kaum laki-laki, aku katakan kepada kalian: berpoligamilah, menikahlah satu, dua, tiga dan empat, dengan syarat ( ada kemampuan dan bersikap adil), selamatkanlah kami dari neraka pertua, kami adalah manusia, kami merasakan, kami pilu, lindungilah kami, sayangilah kami.

وهذه كلمة أوجهها إلى أختي المسلمة المتزوجة…

Ini seruan aku berikan kepada saudariku muslimah yang telah menikah…

احمدي الله على هذه النعمة لأنك لم تجربي نار العنوسة وأرجو ألا تغضبي إذا أراد زوجك الزواج من أخرى، لا تمنعيه بل شجعيه..

Sanjunglah Allah atas nikmat ini, karena ukhti belum pernah merasakan neraka pertua, aku berharap janganlah ukhti marah jika suami ukhti ingin menikah lagi dengan wanita lain, janganlah anda halangi dia, akan tetapi doronglah ia.

أنا أعرف أن هذا صعب عليك ولكن احتسبي الأجر عند الله، انظري إلى حال أختك العانس والمطلقة والأرملة، من لهم؟ اعتبريها أختك وسوف تنالين الأجر العظيم بصبرك ..

Aku tahu, bahwa ini sulit bagimu, akan tetapi, harapkanlah pahala di sisi Allah, lihatlah kondisi saudarimu yang pertua, janda cerai, janda kematian suami, siapakah yang mendampingi mereka? Anggaplah dia saudarimu, anda akan meraih anugerah yang besar disebabkan kesabaranmu..

تقولين لي يأتي أعزب ويتزوجها أقول لك انظري إلى إحصائيات السكان، إن عدد النساء أكثر من الرجال بكثير ولو تزوج كل رجل بواحدة لأصبح معظم نسائنا عوانس، لا تفكري في نفسك فقط بل فكري فينا

Mungkin ukhti mengatakan kepadaku, seorang pemuda akan datang, dan akan menikahinya. Maka aku mengatakan kepada ukhti: “lihatlah kepada sensus penduduk, sesungguhnya jumlah wanita jauh lebih banyak daripada laki-laki, jika setiap laki-laki menikahi seorang wanita saja, pastilah kebanyakan wanita akan menjadi perawan tua, janganlah ukhti memikirkan diri sendiri saja, akan tetapi pikirkanlah kami.

أموت حرقة عندما أرى زوجا ممسك بيد زوجته ، وتهيج مشاعري ، ولكن بلا فائدة ؟؟؟؟

Aku mati kebakaran ketika melihat seorang suami yang menggenggam tangan istrinya, perasaanku bergejolak, tapi tanpa manfaat???

أختكم / العانس

Saudari kalian / Perawan tua

فوائد تعدد الزوجات
لا يخفى على الجميع فوائد تعدد الزوجات فهو من أقوى دعائم المحافظة على العفة ،،،،،،
ووسيلة من أعظم وســائل جلب الخيـر والبركة وكثرة الرزق
وهذا لا يخفى على أهل الإيمان والمعرفة ..
إذا كان ليس لديك الشجاعة للتعدد في الزوجات .. فارسلها لمن ترى!

Manfaat poligami:
Semua orang tahu bahwa manfaat poligami adalah factor terkuat untuk menjaga dari dosa zina.
Merupakan salah satu sarana terbesar mendapatkan kebaikan, berkah, dan rezki yang banyak.
Hal ini sudah diketahui oleh orang yang beriman dan berpengetahuan.
Jika kamu tidak memiliki keberanian untuk berpoligami, maka arahkanlah ia kepada siapa yang anda anggap mampu

Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah dan Maha Adil.


Suatu hari ketika al Habib Umar bin Hafidz sedang mengadakan rehlah dakwah di Indonesia. Ada murid guru mulia yang berkata ” Maafkan kami Habib, disini tidak seperti di tarim. Semua wanita berniqob. Disini ramai yang terdedah auratnya.
Sambil tersenyum guru mulia berkata, ” kamu patut bersyukur dgn rahmat Allah. Hanya dengan memejam mata dan mengalihkan pandangan sahaja kamu sudah dianugerahi pahala”
MasyaAllah..Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah dan Maha Adil.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
– Habib Umar al Hafidz.

Sumber FB: Jabbar Jalar

SILSILAH UMUM WAN,NIK,LONG&TENGKU KETURUNAN AZMATKHAN AL-HUSAINI Dr JALUR TURUNAN KELANTAN MALAYSIA & PATTANI THAILAND


Gambar

 
Oleh : Nurfadhil Azmat Khan

Prediket ‘WAN’ umum dikenal & digunakan di melayu sbg prediket terhadap turunan bangsawan melayu yang sebenarnya merujuk bagi sebutan lokal trhadap sayyid & syarifah di melayu scr turun temurun. Pada takrif asalnya, umum dikenal bahwa Sayyid Ali Nurul Alam AZMATKHAN AL-HUSAINI (Kakek anggota walisongo, Sunan Gunung Jati) merupakan moyang bagi kesultanan ahlul bayt patani, champa, Kelantan dan sebagai yang memulakan prediket ‘WAN’ bagi keturunannya. Cucu cicit Ali Nurul Alam kemudian memulakan prediket ‘NIK’ dan ‘LONG’ (Gelar bagi anak sulung seorang WAN) bagi keturunan mereka. Di Aceh, prediket WAN dikenali sbg prediket bagi anak seorang sayyid (SYARIFAH). Namun begitu, zaman kebelakangan ini tidaklah dapat dipastikan lagi penyematan prediket ‘WAN’ masih berpegang pada takrif asalnya. Insya Allah, prediket ‘LONG’ & ‘NIK’ belum tercemar keaslian susur galurnya.

Selain dari Jalur Sayyid Ali Nurul Alam, Rabithah aal Azmatkhan Al-Husaini juga mencatat penyematan prediket ‘WAN’ untuk jalur turunan saudara kandung beliau, yakni Ibrahim al-Hadhrami / Zainuddin Akbar / Asmarakandi AZMATKHAN AL-HUSAINI (Ayah anggota walisongo, Sunan Ampel) + Wan Maimunah binti Syaikh Yusuf Al-Syandani

Kedua Jalur ini sama-sama bersambung ke fam. Azmatkhan Al-Husaini :
“Ali Nurul Alam & Ibrahim al–Hadhrami / Zainuddin Akbar / Asmaraqandi bin Husein Jamaluddin Akbar bin Ahmad Jalaluddin bin Abdullah AZMATKHAN bin Abdul Malik AZMATKHAN bin Alawi Ammil Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali Qasam bin Alawi bin Muhammad bin Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa Al-Rummi bin Muhammad Al-Naqib bin Ali Al-Uraidh bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al- Baqir bin Ali Zaenal Abidin (menikah dengan Syarifah Fathimah binti Imam Hasan) bin Imam Husein bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad SAW

A. JALUR KETURUNAN IBRAHIM AL-HADHRAMI / ZAINUDDIN AKBAR + WAN MAIMUNAH BINTI SYEIKH YUSUF AL-SYANDANI PATTANI THAILAND, MENURUNKAN : (Para Saudara Sunan Ampel dr ibu yang berbeda)

1. Wan Husain
2. Wan Muhammad Yasin
3. Wan Yahya
4. Wan Jamilah*
5. Wan Abdurrahman*

*Untuk nama dengan no. 4 & 5 diatas telah terdata sebagian keturunannya oleh Rabithah Azmatkhan Al-Husaini, dari nama tersebut menurunkan ulama Pattani Thailand, Malaysia & sebagainya seperti Syeikh Dawud bin Abdillah Al-Fathani.

B. JALUR KETURUNAN ALI NURUL ALAM AZMATKHAN AL-HUSAINI, (Perdana Menteri Kelantan-Pattani kuno, kakek Sunan Gunung Jati) MENURUNKAN :

– Sayyid Abdullah Umdatuddin / Raja Abdullah / WAN BO / Bo Teri-Teri Raja dinasti ahlul bayt di Champa (Vietnam-Kamboja) 1471-1478, BERPUTRA : (Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati, Syeikh Nurullah, Babullah Ternate, Abdul Muzaffa)  

– Wan Abdul Muzaffar, (Saudara Sunan Gunung Jati beda ibu) berputra :

1. Nik Jamaluddin yang berputra 1.a Sultan Adiluddin / Raja Loyor pemula dinasti ahlul bayt pertama Kelantan-Pattani yang mana dinasti ini mempunyai 3 raja; 1. b Raja Ekok / Sultan Samiruddin Raja Patani (1605-1616) yang berputra Sultan Abdul Kadir Raja Pattani 1616-1632 yang mana tahta kemudian berpindah ke Dinasti Jambal

2. Nik Mustafa / Sultan Abdul Hamid Syah / Po Rome Raja Champa 1578-1637. Tentang jalur penulisan keturunannya ada 2 versi yang sama dihormati Rabithah Azmatkhan Al-Husaini

Versi I jalur nasab keturunan Nik Mustafa : (Sumber, poster nasab Rabithah Aal Azmatkhan Al-Husaini bekerjasama dengan Persatuan Pengkajian Khazanah Klasik Nusantara & Khazanah Fathaniyyah – Kuala Lumpur Malaysia)

Nik Mustafa / Sultan Abdul Hamid Syah berputra

Faqih Ali (Al-Malabari), berputra :
1. Wan Nik / Datuk Wan, berputra Wan Daim / Datuk Pangkalan* berputra Long Baha / Tuan Besar Pendiri Kerajaan Kelantan Baru Malaysia* (Sebagian keturunan Long Baha telah terdata oleh Rabithah Aal Azmatkhan Al-Husaini)
2. Wan Isma’il Tok Kaya Pandak/Pendek
; yang menurunkan Ulama Pattani Thailand, Malaysia dan sebagainya seperti Syeikh Muhammad Nik Mat Kecik Al-Fathani (Mekkah) Para WAN di TRENGGANU MALAYSIA yang keturunan dari “Sheikh Abdul Kadir Bukit Bayas” juga dari jalur ini secara lurus garis pria
3. Wan Yusuf Tok kaya Ratna / Rakna DiRaja,putra Faqih Ali Al Malabari(berkahwin dengan Wan Tija anak Laksaman Kota Tinggi)

Versi II jalur nasab keturunan Nik Mustafa : (Sumber, buku berjudul “AHLUL-BAIT (KELUARGA) RASULULLAH SAW & KESULTANAN MELAYU” susunan (Tun) Suzana (Tun) Hj Othman & Hj Muzaffar Dato’ Hj Mohammad)

Nik Mustafa / Sultan Abdul Hamid Syah berputra :
1. Nik Ali Dato’ Sri Maharaja pengasas keturunan ‘NIK’

2. Nik Ibrahim / Po Nrop, Raja Champa 1637-1684 berputra :
-*Wan Daim / Ba Tranh raja terakhir dinasti ahlul bayt di Champa Kamboja (1686-1692), berputra :
I. Long Nik Datu Pujud, Pattani yang menurunkan :
I.1 Long Nuh (Raja Pattani 1749-1771) berputra Raja Bakar (Raja Pattani 1771-1774) berputra Long Muhammad / Sultan Muhammad (Raja Pattani merdeka terakhir 1774-1785)
I.2 Along Yunus (Raja Pattani 1727-1756)

II.*Long Baha (Raja Bendang Bahang, Pemula dinasti Champa di Pattani-Kelantan, Raja Pattani 1710-1715, Raja Kelantan 1719-1733); yang menurunkan :
II.1 Long Sulaiman / Wan Anom Raja Kelantan I (1750-1756), berputra Long Yunus Moyang Raja-Raja Kelantan Kini yang mana para keturunannya juga menggunakan gelar “TENGKU”
II.2 Sultan Yunus Raja Patani 1729-1749

Tulisan ini dibuat dalam rangka menyambung silaturahmi qabilah Azmatkhan Al-Husaini di Asia Tenggara yang banyak kepaten obor / tidak tahu lagi tentang jalur nasabnya.. dengan info ini menjadi jelas bahwa zuriyat walisongo di Indonesia berkerabat dengan jalur Malaysia & Pattani Thailand dan sama-sama merupakan zurriyat Rasul.. semoga dengan mengetahui ini, para zuriyyat dr jalur ini bisa lebih mengenal muasal-nya dan menjaga diri & keislamannya secara lebih baik

Kekerabatan Jalur Zuriat Walisongo Indonesia dengan WAN & NIK jalur kelantan & Pattani, sudah diakui PERTUBUHAN KERABAT RAJA JEMBAL KELANTAN :

http://pkrjk.blogspot.com/2009/06/salasilah-wali-songo-dan-kesultanan.htm

mengenai AZMATKHAN as member of an Asyraf family of Ba’alawy Al-Husaini;
http://www.asyraaf.net/v2/qabilah.php?op=3&q=111

Dan Lebih Lanjut.. Rabithah Aal Azmatkhan Al-Husaini yang berpusat di Jakarta selaku lembaga penelitian & pendataan nasab jalur ini kedepan akan lebih mensosialisasikan tentang ini pada para kerabat di Malaysia sehingga pelestarian nasab & silaturahmi keluarga besar bisa dipayungi dalam satu wadah organisasi & lembaga

the origin of AZMATKHAN AL-HUSAINI’S family name:
http://m-irsyad.blogspot.com/2010/06/asal-nama-azmatkhan.html

WAJIB BACA SEMUANYA!!! TASAWWUF & TAREQAT OLEH: HABIB ALI AL-JUFRI


Habib Ali Al Jufri

Habib Ali Al Jufri


Ada Yang Tidak Senang Kepada Tasawwuf Dan Tareqat. Kedua-Duanya Dibenci Terus. Seboleh-Bolehnya Hendak Dikuburkan, Dihilangkan Dari Hati Umat Islam. Memang Ada Tareqat Yang Tersasar Dari Landasan (Melanggar Panduan Al-Quran Dan As-Sunnah), Namun Ada Tareqat Yang Muktabar Dan Diiktiraf Oleh Alim Ulamak. Kepada Mereka Yang Memusuhi Tasawwuf, Amat Sukar Sekali Untuk Menghapuskannya Dari Umat Islam. Kerana Sebagaimana Yang Dijelaskan Oleh Habib Ali Al Jufri – Walaupun Ada Yang Mempergunakan Kalam Ibnu Taimiyyah Untuk Mengecam Ahli Sufi, Beliau Tetap Memuji Tasawwuf Dan Merasa Terhormat Dirinya Memiliki Hubungan Sanad Dengan Imam Abdul Qadir Al Jailani. Ibnu Qayyim Yang Sering Dijadikan Peluru Untuk Menembak Ahli Sufi, Malah Menulis Tiga Jilid Kitab Tentang Tasawwuf Iaitu Madarij Al-Salikin Fi Syarh Manazil Sa’irin. Imam Ahmad Bin Hanbal Menulis Kitab Al-Zuhd. Imam Hafiz Az-Zahabi Menulis Siyar A’lam An-Nubala’ Yang Bukan Hanya Mendedahkan Biografi Imam Hadith Tetapi Juga Para Imam Besar Tasawwuf Contohnya Ma’ruf Al-Karkhi Begitu Juga Kitab Sifat As-Sofwah Karya Imam Ibn Al-Jauzi. Begitulah Keadaan Para Ulama Hadith Yang Bergelar Al-Hafiz Yang Kadang-Kadang Mereka Tuduh Benar, Kadang-Kadang Salah. Bahkan Ketika Bersangkutan Dengan Aqidah, Mereka Katakan Para Ulamak Salafussoleh Itu Salah Semuanya. Jadi Menurut Mereka, Aqidah Ibnu Al-Jauzi Itu Salah. Aqidah Imam An-Nawawi Itu Salah, Kerana Ia Menulis Sejarah Hidup Guru-Gurunya Yang Meriwayatkan Hadith Sampai Kepada Imam Muslim Dan Menyebut Mereka Sebagai Sufi. Aqidah Imam Az-Zahabi Salah. Aqidah Imam Al-Suyuthi Salah. Demikian Pula Aqidah Imam As-Subki, Imam As-Sakhawi, Imam Ibn Hajar Serta Imam Mazhab Yang Merujuk Kepada Kaum Sufi Dan Memegang Ucapan-Ucapan Mereka Untuk Melembutkan Hati. Jika Mereka Menuduh Kaum Sufi Itu Syirik Dan Sesat, Bererti Mereka Tidak Percaya Kepada Al Quran Dan Hadith Yang Ada Sekarang. Kenapa ? Kerana Seluruh Sanad Dan Rantaian Riwayat Al-Quran Dan Hadith Yang Sampai Kepada Kita Sekarang Penuh Dengan Ahli Sufi. Setiap Periwayatan Bacaan Al-Quran Yang Tujuh (Qira’ah Sab’ah) Atau Yang Sepuluh (Qira’ah ‘Asyarah) Pasti Di Dalamnya Ditemukan Imam Sufi. Sesiapa Yang Boleh Menyemak Sohih Bukhari Dan Sohih Muslim Serta Kitab-Kitab Hadith Yang Lainnya Tanpa Melalui Perawi Yang Bukan Sufi ? Jika Ada Yang Mengatakan (Ahli Sufi) Itu Musyrik, Mereka Kafir, Dan Kita Diam Sahaja. Ini Ertinya Bencana Akan Mengancam Generasi Setelah Kita. Yang Mereka Tahu Tentang Para Sufi Kemudiannya Adalah Bahawa Mereka Kafir Dan Sesat. Sekarang Ini, Kita Seperti Malas Bertindak. Padahal Di Luar Sana, Melalui Khutbah, Kaset, Dan Buku-Buku Berbagai Kebohongan Telah Dihembuskan Sekelompok Orang Yang Tidak Menjaga Ketaqwaan Kepada Allah Ketika Berbicara Tentang Orang-Orang Soleh. Berbagai Tuduhan-Tuduhan Serong Diarahkan Kepada Kaum Sufi. Jika Ini Dibiarkan, Tentu Generasi Setelah Kita Akan Berkesimpulan Bahawa Hadith Dan Al-Quran Yang Mereka Terima Tidak Dapat Dipercayai Kerana Diriwayatkan Kaum Sufi Yang Mereka Ketahui Kafir Dan Sesat. ================= Sumber Rujukan:- Kitab Ma’alim Al Suluk Li Al Mar’ah Al Muslimah Karya Habib Ali Al-Jufri Terbitan Dar Al Ma’rifah, Beirut, Cetakan 5, 1428 H/2007M

AKHLAK SEORANG ULAMA TERHADAP YANG MUNYUSAHKAN DAN MEMUSUHINYA


Habib Umar

Habib Umar Bin Hafiz Bersama Gurunya


AKHLAK SEORANG ULAMA TERHADAP YANG MUNYUSAHKAN DAN MEMUSUHINYA

Dikisahkan oleh salah seorang guru kami, al-‘Allamah al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab di masa penjajahan komunis terhadap Yaman, ada seorang yang bertugas membantu komunis yang sangat jahat kepada beliau. Sengaja selalu menyusahkan al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shihab. Beliau disuruh olehnya menjadi tahanan kota, harus melapor setiap har. Kalau sudah lapor harus tulis dan ambil buku sendiri, semuanya serba dipersulit. Hingga akhirnya si petugas komunis tersebut jatuh sakit parah sampainya akhirnya wafat dan meninggal dunia.

Saudara dari petugas yang membantu komunis berpikir seraya bergumam: “Maunya saya sih yang menshalati jenazahnya adalah al-Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab, tapi saya tahu nih, saya punya saudara sangat jahat sekali kepada al-Habib Muhammad bin Alwi. Apa al-Habib Muhammad bin Alwi mau?”

Bid’ahkah Membaca Al-Quran untuk Mayyit?


1456538_244771575689059_1859265245_n
Bid’ahkah Membaca Al-Quran untuk Mayyit?
Syekh Hasan Jabar pada kuliahnya di masjid Al-Azhar hari Ahad (8-12-2013) kemarin, memberikan penjelasan yang ciamik perihal bacaan Al-Quran yang dihadiahkan kepada mayyit? Berikut percakapan beliau dengan kami para muridnya. Syekh: Semua orang mati itu dikatakan mayyit kan? Baik yang sudah dikubur maupun yang hendak dikubur? Kami: Iya, Syekh. Syekh: Bukankah Rasulullah melakukan salat Jenazah? Kami: Iya, Rasulullah melakukannya. Syekh: Rakaat pertama saat salat Jenazah, apa yang dibaca? Kami: Surat Al-Fatihah, Syekh. Syekh: Surat Al-Fatihah itu termasuk dari Al-Quran tidak? Kami: Termasuk dari Al-Quran, Syekh. Syekh: Lha iya, Rasulullah Saw. sendiri membacakan Al-Quran kepada mayyit. Kok iya ada sebagian orang yang bangga mengatakan hal itu bidah dan sesat. Justru merekalah yang membidahkan dan menyesatkan Rasulullah. Dan merekalah yang sejatinya melakukan bidah. Beliau menambahkan, “Sebarkan dan sampaikan ini kepada orang lain agar umat kita bisa bersatu lagi dan selamat dari propaganda mereka.” Oleh: Mas Yaqin